Jangan Biarkan Penyebab Kerusakan Hutan Terus Terjadi
Ilustrasi penyebab kerusakan hutan
Hutan tropis adalah tempat yang sangat istimewa di permukaan bumi. Berisi aneka ragam hewan dan jenis tumbuhan. Hutan tropis bagaikan surga yang menyeimbangkan cuaca dan atmosfir bumi. Manusialah yang biasanya merusak keseimbangan itu untuk kepentingan pribadinya.
Secara umum, ada dua macam jenis hutan:
-
Hutan asli. Yaitu hutan yang sudah ada sebelum manusia ada di planet bumi.
-
Hutan buatan. Yaitu hutan yang pohon-pohonnya ditanam kembali.
Saat ini banyak hutan yang telah rusak dan tak lagi bisa menghasilkan sumber daya alam seperti dahulu. Lebih dari 50 persen hewan dan tumbuhan bisa saja lenyap pada 30 tahun mendatang. Apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga hutan agar tetap indah, cantik, dan memberikan penghidupan bagi kita semua? Tentu saja dengan menjaganya.
Penyebab Kerusakan Hutan
Pertanyaan selanjutnya, siapa yang menjadi Penyebab Kerusakan Hutan? Tentu saja jawabannya manusia. Dan apa saja penyebab kerusakan hutan yang utama?
-
Penebangan pohon.
Penyebab kerusakan hutan dengan cara penebangan pohon secara liar ini tak lain dilakukan demi kepentingan bisnis. Inilah dilakukan oleh pengusaha yang mengekspor kayu-kayu untuk pembuatan kertas, furniture, atau pembangunan rumah-rumah di kota. Mereka hanya mengambil kayu dan tak menanam kembali. Keserakahan mereka dapat menghancurkan hutan.
-
Membuat lahan pertanian
Jaman dahulu, orang membuka lahan pertanian di hutan-hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun mereka melakukannya sejalan dengan harmoni alam. Mereka menanam tumbuhan seperti jagung, kacang, lalu tak menanam apapun dalam jangka waktu lama setelah masa panen untuk membiarkan tanah kembali subur.
Namun karena kemiskinan, manusia yang tak memiliki keahlian bertani pun mulai membuka lahan. Mereka terus menerus menanam sehingga tanah menjadi rusak. Kemudian mereka pindah ke daerah yang lain dan hal ini jadi penyebab kerusakan hutan.
-
Membuat jalan raya dan perumahan
Dengan kemajuan teknologi, manusia memutuskan utnuk membuat jalan raya sebagai alternative dengan cara menebangi pohon yang ada di hutan. Tak hanya itu, hutan pun diubah untuk kepentingan jalan raya dan segala hal yang berkaitan dengannya.
Sayangnya, semua ini dilakukan demi menjaga suatu daerah agar bisa diklaim metropolitan. Demi kepentingan sesaat terkadang kita lupa mengingat betapa bahayanya ketika hutan dirubah demi kepentingan sesaat. Jika hanya yang dibutuhkan cuma untuk jalan raya mungkin masih bisa ditolerir. Tapi terkadang hutan dirubah untuk perumahan. Inilah wajah baru penyebab kerusakan hutan.
-
Perkebunan
Sebenarnya membuat perkebunan di hutan, seperti perkebunan kelapa sawit, atau perkebunan karet, tidak selalu merusak hutan. Namun pemakaian pestisida dapat merusak tanah, lalu perkebunan juga membutuhkan banyak air sehingga harus mengambil sebanyak-banyaknya air untuk keperluan tersebut.
Sayangnya, para petani tidak memahami betapa pestida yang digunakan dapat menjadi penyebab kerusakan hutan.
Bencana Akibat Kerusakan Hutan
Bencana yang dapat ditimbulkan jika terjadi kerusakan hutan, antara lain:
-
Longsor
-
Banjir
-
Kebakaran hutan
-
Pengurangan oksigen
-
Pindahnya hewan-hewan ke daerah pemukiman manusia
Meskipun pemakaian hutan tak bisa dihentikan, namun ada banyak cara agar kita bisa menghindari penyebab kerusakan hutan. Beberapa Negara telah melarang penebangan hutan seperti di Thailand sejak 1988.
Tahun 2005 negara Brazil juga mengeluarkan undang-undang yang serupa. Bahkan Costa Rica sekarang menjadikan 26 persen daerah di negaranya sebagai taman nasional dan pelindungan.
Mengkaji Perhatian Pemerintah Terhadap Hutan
Jika negara-negara lain telah melakukan langkah-langkah penyelamatan hutan, negara kita juga melakukannya. Pemerintah dan beragam elemen masyarakat telah mencoba untuk memperkecil penyebab kerusakan hutan dengan beragam cara.
- Adanya peringatan hari lingkungan hidup.
Dengan adanya peringatan sepertinya, pemerintah secara tidak langsung berkampanye untuk mengajak masyarakat dalam menjaga alam dan ekosistemnya.
Meski belum berhasil secara maksimal hingga kini. Namun kampanye tersebut sudah menjadi start awal untuk mencegah terjadi penyebab kerusakan hutan. Adanya peringatan hari lingkungan hidup, maka artinya pemerintah ada niat serius menjaga hutan yang ada di negeri ini. Hanya tinggal butuh bantuan masyarakat.
-
Adanya Gerakan Pemberdayaan Lingkungan
Ini adalah langkah lanjutan dari peringatan hari lingkungan hidup. Gerakan bukan dilakukan setahun sekali, tapi hampir setiap bulan. Caranya dengan melakukan penghijauan kembali. Yaitu, dengan cara menanam pohon yang hutannya telah dirusak oleh oknum tak bertanggungjawab.
Makanya tak perlu heran bila banyak hutan di indonesia kini di tanami sawit dan pohon jarak. Ini adalah bagian dari penanam pohon di hutan yang telah dirusak manusia pepohonannya. Apalagi, pohon sawit adalah salah satu yang tidak dapat meresap air.
Kini tinggal tugas kita mengontrol program serius yang dicanangkan pemerintah. Sembari juga kita bersama-sama menjaga hutan yang dimiliki. Jangan sampai penyebab kerusakan hutan terus dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.
Pentingnya Ajakan dari Pemuka Agama
Ada satu hal yang bisa dilakukan agar penyebab kerusakan hutan kian bisa diminimalisir. Yaitu memanfaatkan pemuka agama untuk mengajak para jamaahnya agar tidak melakukan kerusakan hutan. Karena hampir semua agama memiliki ajaran untuk mencintai dan menyayangi makluk lain. Di antaranya adalah pepohonan yang terdapat dihutan.
Sebagai mahluk yang diberi tuhan banyak fasilitas, seharusnya bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan baik, bukan malah merusak atau menghilangkannya sekaligus. Hutan dan pepohonan yang terdapat di dalam adalah fasilitas yang diberikan Tuhan kepada manusia.
Kita bisa melihatnya dari sisi manfaat keberadaan hutan dan pepohonan yang terdapat di dalamnya. Dengan adanya pepohonan di dalamnya, lima efek dari kerusakan hutan yang disebutkan tidak akan terjadi. Tak akan mungkin pindahnya binatang ke pemukiman manusia, bila hutan dan pepohonannya tidak dirusak.
Sayang seribu sayang, manusia terkadang lebih memikirkan keinginan sesaat. Sehingga penyebab kerusakan hutan yang ditimbulkannya bukan hanya menggangu dirinya tapi juga orang lain.
Peran pemuka agama di sini penting dilakukan. Ia bisa memberikan penjelasan bahwa merusak agama melanggar ajaran agama yang suci. Melanggar amanat yang diberikan Tuhan kepada kita. Tentunya, pemuka agama bisa lebih bijak mengkampanyekan agar melindungi hutan dari segala macam pengrusakan.
Pentingnya Digarap Film Penyelamatan Hutan
Sejatinya, para sutradara film dewasa ini juga bisa ikut serta mengkampanyekan gerakan penyelamatan. Baik film layar lebar maupun sinetron, sutradara bisa memasukkan di film tersebut dampak buruk atau penyebab kerusakan hutan.
Meski film atau sinetron yang diangkat tidak fokus berhubungan dengan masalah kerusakan hutan. Paling tidak, ada menyinggung sedikit. Ini menjadi hal penting. Misalnya dengan menjelaskan salah satu fungsi hutan diciptakan Tuhan adalah untuk menampun aneka ragam satwa.
Apalagi Indonesia yang terkenal dengan hutan tropis, meski kini jika dipersenstasikan hanya tinggal 10 persen. Di dalam hutan Indonesia sendiri terdapat 12 persen jumlah binatang mamalia, 16 persen binantang reftil dan amfibi, dan 1.519 spesies burung
Jika kampanye menjaga lingkungan dilakukan melalui buku, baik buku fiksi atau non fiksi, tetap saja ini kurang menarik dilakukan. Bukan tidak bisa, tapi belum mengena kepada semua orang. Pasalnya, tidak semua orang suka membaca. Tapi hampir semua orang suka menonton.
Oleh karena itu, pentingnya dilakukan kerjasama antara semua elemen dalam hal ini Pemerintah bukan hanya mengajak masyarakat, tapi juga mengajak pada sutradara dan segala unsur yang termasuk dalam perfilman. Anjurkan agar film-film atau sinetron yang digarap terdapat di dalamnya penyebab kerusakan hutan dan dampaknya.
Demikian halnya dengan pemuka agama, juga mau bekerja sama dengan pemerintah dalam program agar tidak merusak hutan. Dengan adanya hutan, kehidupan kita pun bakal aman dari binatang-binatang buas yang biasa hidup di hutan.
Kini, tinggal kerjasama yang baik yang bisa dilakukan agar hutan yang kita miliki ini terselamatkan. Tak ada penyebab kerusakan hutan yang paling utama selain pikiran dan tangan jahil manusia yang tak sayang dengan negeri ini. Mari kita jaga hutan kita. Hutan yang disediakan Tuhan untuk kita.

