logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Diare

Waspadai Penyebab Penyakit Diare


Ilustrasi penyebab penyakit diare

Organ pencernaan berhubungan langsung dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Apabila organ pencernaan kita bersih, maka tubuh kita akan tetap sehat. Namun sebaliknya, apabila lambung dan usus seseorang tidak bersih, maka ia akan rentan menderita suatu penyakit.

Salah satu penyakit yang mengganggu organ pencernaan adalah diare. Banyak sekali penyebab penyait diare. Virus yang menyebarkan penyakit diare, akan menyebabkan diare spesifik maupun yang anspesifik.

Penyebab Penyakit Diare

Penyebab penyakit diare anspesifik, meliputi makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh kuman, racun dalam makanan basi, virus, intoleransi pada susu, dan lain sebagainya. Sedangkan penyebab penyakit diare spesifik di antaranya adalah radang usus, kuman disentri, dan mikroorganisme asing, semisal amoeba dan laktobasilus dalam yoghurt.

Untuk lebih detailnya, berikut penjelasan beberapa penyebab penyakit diare secara umum:

1. Makanan

Makanan adalah hal yang paling memungkinkan untuk menjadi penyebab penyakit diare. Karena sebenarnya, diare merupakan menifestasi dari upaya tubuh untuk mengeluarkan berbagai zat yang berbahaya bagi kesehatan. Itulah mengapa, kita harus menjaga kebersihan usus kita dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang higienis dan sehat.

Untuk beberapa orang tertentu mungkin mereka memiliki usus yang lebih sensitf, yaitu apabila mereka memakan makanan yang pedas, susu, santan, dan buah-buahan yang berlebihan maka tiba-tiba saja mereka akan terkena diare.

Selain itu, penyakit diare dapat pula terjadi karena radang usus. Namun apabila ditelusuri, munculnya radang usus tersebut tetap pula diakibatkan oleh pola makanan yang ia konsumsi.

2.  Minuman

Air yang tidak baik untuk diminum adalah air yang tampak keruh, kotor, bersifat asam, mengandung sedikit mineral, memiliki daya reduksi yang lemah dan yang telah terpolusi oleh zat-zat kimia atau kuman-kuman.

Rasanya sulit untuk memenuhi kriteria air yang baik tersebut, namun Anda juga sebaiknya tidak menggantungkan kepercayaan pada air mineral yang dijual di pasaran begitu saja. Karena tidak semua air mineral mengandung kalsium dan magnesium dalam komposisi yang tepat.

Anda perlu mengetahui bahwa kalsium yang masuk ke tubuh tidaklah keluar menuju cairan di luar sel, akan tetapi tetap berada di dalam sel. Kalsium yang tertimbun di dalam sel ini malah bisa menyebabkan arterioskerosis dan tekanan darah tinggi.

Magnesium dalam komposisi yang tepatlah yang mencegah penimbunan kalsium dalam sel. Perbandingan antara kalsium dan magnesium yang sehat dalam air mineral adalah dua berbanding satu.

3.  Susu

Tidak dapat diragukan lagi bahwa susu yang paling baik untuk bayi adalah air susu ibu (ASI). Hukum alam telah menggariskan bahwa air susu ibu akan keluar setelah ia melahirkan, dan alam pun menghendaki agar air susu tersebut diperuntukkan bagi bayi yang baru ia lahirkan. Lalu mengapa air susu ibu tidak dapat digantikan dengan susu sapi?

Air susu ibu tidak dapat digantikan oleh susu sapi sesegar apa pun susu tersebut. Hal ini karena alam telah mendesain air susu manusia untuk anak manusia dan air susu sapi untuk anak sapi. Tentulah kandungan nutrisi yang dibutuhkan anak manusia dan anak sapi berbeda. Begitu pula secara cerdas, Allah menyusun nutrisi dalam air susu ibu berbeda dengan air susu sapi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Air susu ibu setidaknya mengandung protein, lemak, laktosa, zat besi, kalsium, fosfor, natrium, kalium, dan beberapa vitamin. Sebenarnya susu sapi juga mengandung nutrisi-nutrisi tersebut, namun tentu dengan kualitas dan susunan komposisi yang berbeda. Semisal adalah laktoferin, zat antioksidan yang berguna untuk memeperkuat sistem kekebalan tubuh. Air susu ibu mengandung 0,15 % laktofarin, berbeda jauh dengan air susu sapi yang sebesar 0,01 %.

Zat-zat yang tidak bersahabat dengan tubuh inilah yang berusaha dikeluarkan dalam mekanisme diare. Apabila asupan yang dikonsumsi bayi sesuai dengan kebutuhannya dalam jumah yang cukup, maka diare pun kemungkinan besar tidak akan terjadi.

4.  Lingkungan yang Tidak Sehat

Lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat dapat meliputi kondisi jamban yang buruk. Mulai dari lantai jamban yang basah sampai pada sulitnya kotoran melewati leher jamban.

Sampah-sampah yang tidak dikendalikan dengan baik juga dapat menjadi sumber masalah. Indikasi dari lingkungan hidup yang tidak sehat diantaranya dapat dilihat dari banyaknya lalat di sekitar lingkungan hidup.

Ketahui Penyebab Penyakit Diare

Setiap orang perlu untuk mengetahui beberapa penyebab penyakit diare. Hal ini penting karena diare merupakan jenis penyakit umum kedua di dunia yang biasa diderita oleh masyarakat pada umumnya.

Karena sifatnya yang merupakan penyakit umum, banyak orang menyepelekan penyakit ini. Namun faktanya, diare bisa menjadi penyakit yang mematikan apabila tidak ditangani dengan segera.

Diare sangat erat kaitannya dengan proses pencernaan pada tubuh kita. Pada proses pencernaan, makanan akan dicerna oleh perut dan kemudian usus serta usus besar akan mengerjakan bagian mereka.

Dalam tahap ini, nutrisi makanan yang diperlukan tubuh akan diserap begitu juga dengan kandungan mineral dan air yang ada di dalamnya, hanya meninggalkan sisa makanan yang nantinya akan menjadi kotoran.

Ketika makanan dan cairan melewati usus besar Anda terlalu cepat atau pun terlalu banyak, maka sudah dipastikan Anda akan terkena diare. Kotoran Anda akan dapat dengan mudah keluar dan terkadang dalam frekuensi yang terlalu sering disertai dengan banyaknya cairan dalam kotoran Anda.

Salah satu tindakan pencegahan terhadap penyakit diare adalah dengan mengubah pola hidup Anda. Pola hidup yang tidak bersih disertai pola makan yang tidak teratur sangat memungkinkan Anda untuk terserang penyakit diare.

Cuci tanganlah terlebih dahulu sebelum Anda memulai makan. Tutuplah makanan di rumah Anda dengan tudung saji untuk menghindari kuman yang terbawa oleh lalat, cicak ataupun semut. Usahakan untuk tidak terlalu sering membeli makanan sembarangan di pinggir jalan yang belum tentu terjaga kebersihannya.

Hal tersebut penting untuk dilakukan karena sebagian besar penyakit diare terjadi karena pengaruh bakteri. Bakteri tersebut dapat menjangkiti tubuh Anda karena pengaruh hidup yang sehat.

Terutama sekali bakteri escherichia coli yang terdapat pada air yang tidak higienis. Oleh karena itu, penting untuk selalu memasak air yang akan kita minum sampai mendidih selama beberapa menit agar panas mendidihnya merata.

Penyebab penyakit diare lainnya selain karena bakteri adalah karena perut kita alergi akan zat atau jenis makanan tertentu. Biasanya dalam kasus tertentu, diare bisa muncul karena seseorang alergi terhadap laktosa yang biasa terdapat pada susu sapi.

Alergi ini bisa terjadi karena si penderita kekurangan enzim dalam usus yang berguna untuk pencernaan laktosa. Apabila mereka kekurangan enzim, tersebut, asupan laktosa bisa membuat mereka muntah-muntah dan juga diare.

Demikianlah beberapa penyebab penyakit diare yang umum. Hal terpenting yang perlu Anda perhatikan adalah penyakit diare sangat erat kaitannya dengan bakteri yang tersebar melalui lingkungan yang tidak bersih. Usahakanlah untuk selalu hidup dengan mengutamakan kebersihan maka Anda akan terbebas dari penyakit diare.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pengertian Penyakit Diare
  • Macam Macam Diare dan Penanggulangannya
  • Penyebab Diare Pada Balita dan Gejalanya
  • Gejala Diare dan Upaya Penyembuhannya
  • Cara Mengobati Diare Secara Alami
  • Askep Diare - Standar Perawatan Mutaber
  • Penyakit Diare Akut
  • Mewaspadai Diare Akut pada Anak
  • Mengenal Diare Kronis
  • Tips Mengatasi Proses Diare
  • Definisi Diare
  • Macam-macam Penyakit Diare
  • Epidemiologi Diare: Karena Lingkungan yang Kotor
  • Pentingnya Askep Diare pada Anak
  • Penelitian Diare yang Banyak Manfaatnya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA