Penyebab Perubahan Iklim Global
Perubahan iklim global pasti terjadi mengingat sifat iklim sendiri yang dinamis dan selalu mengikuti perubahan siklus alaminya. Siklus alami tersebut bisa dilihat dari segi botani. Seperti cara Vladimir Peter Koppen dalam menentukan jenis iklim di suatu wilayah, lihatlah dari perubahan fisik tumbuhan, endapan lautan, distribusi tanah dan inti lapisan es.
Dewasa ini, perubahan iklim global cenderung bersifat konstan mengingat semakin meningkatnya suhu bumi secara menyeluruh. Penyebab perubahan iklim global seharusnya dibiarkan terjadi secara alami. Namun, campur tangan manusia terhadap alam semesta telah mempercepat perubahan tersebut secara signifikan.
Pemanasan Global
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sebuah wadah diskusi Internasional yang khusus menyoroti tentang perubahan iklim dunia, pada 2007 lalu telah menyatakan secara eksplisit apa yang terjadi muka bumi ini.
Di antaranya isu pemanasan global yang telah dan sedang terjadi saat ini, temperatur bumi yang makin meningkat sebagai dampak dari tangan-tangan manusia, dilihat dari gejala yang sedang terjadi sekarang seperti suhu yang ekstrem, gelombang panas bumi, dan hujan lebat yang turun tidak sesuai dengan siklusnya dalam frekuensi yang terus meningkat. Dapat dipastikan, hal-hal tersebut akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya.
Pada 2009 akhir, kondisi kaki Gunung Mount Everest terlihat cukup memprihatinkan. Es dan salju yang membentuk gletser pada puncak Mount Everest telah mencair hingga membentuk danau es. Kejadian ini mencemaskan para penduduk Nepal yang ada di sekitar kaki gunung.
Untuk membicarakan hal tersebut kepala pemerintah Nepal bersama para perdana menterinya berdiskusi dengan cara berkumpul di kaki Gunung Everest. Tindakan ini merupakan inisiatif pemerintah terhadap perubahan iklim yang ternyata bukan hanya mempengaruhi kondisi geografis Nepal, namun juga kondisi bumi secara keseluruhan.
Hasil pembahasan ini dibawa ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB di Kopenhagen, Denmark dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim Internasional.
Dalam konferensi itu disepakati beberapa hal untuk menghentikan perubahan iklim global. Di antaranya pengakuan mendesak bahwa suhu bumi tidak boleh naik 2 derajat Celcius, bantuan finansial untuk negara berkembang dalam bentuk dana iklim senilai 100 miliar dolar mulai tahun 2020, dan pengawasan terhadap janji mengurangi emisi CO2 namun prosentase kadar emisinya tidak ditentukan sampai batas tertentu.
Untuk bisa melakukan semua ide tersebut dibutuhkan kerja keras seluruh pihak baik pemerintah maupun warga masyarakat tanpa terkecuali sebagai penduduk bumi. Memulai sesuatu memang tidak mudah, tapi dengan tekad yang kuat dan konsep yang tepat dan terarah, panas bumi dapat diturunkan hingga batas normal.
Efek Rumah Kaca
Perlu diketahui bahwa faktor utama penyebab terjadinya perubahan iklim global adalah adanya efek rumah kaca yang banyak digunakan untuk kegiatan industri yang dimulai sejak Revolusi Industri sejak abad 19. Lahan hijau banyak yang diratakan dengan tanah untuk dijadikan kawasan industri dengan dibangunnya bangunan-bangunan untuk kegiatan produksi dan pemukiman penduduk.
Hal ini membuat penduduk dunia di berbagai belahan bumi berbondong-bondong melakukan migrasi dari desa ke kota untuk ambil bagian dalam kegiatan industri tersebut. Radiasi sinar matahari leluasa dipancarkan ke bumi dan terperangkap dalam rumah-rumah kaca. Hal ini menyebabkan peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi.
Atmosfer pun mengalami peningkatan suhu. Penggunaan aerosol dan emisi gas nuangan yang tidak sesuai semakin menambah jumlah emisi yang terperangkap dalam rumah kaca.
| Beri rating untuk artikel di atas |








