logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Sejarah Islam

Pengaruh Penyebaran Agama Islam di Indonesia terhadap Sastra Lama


Ilustrasi penyebaran agama islam di indonesia

Agama Islam merupakan agama terbesar yang dipeluk umat manusia di dunia, termasuk di negara Indonesia yang juga mayoritas penduduknya menganut agama tersebut. Karena kebesarannya, maka agama tersebut juga sering kali dianggap sebagai sebuah fenomena dalam bidang keagamaan dan kepercayaan.

Bahkan dalam berbagai segi kehidupan pun, ada banyak hal yang mendapatkan pengaruh dari penyebaran agama Islam di dunia. Tidak terkecuali dalam hal kebudayaan dan kehidupan sosial masyarakat di dunia.

Banyak sekali kebudayaan dan kesenian yang terpengaruh oleh kebudayaan Islam sehingga akhirnya berkembang menjadi peradaban dengan pengaruh agama terbesar tersebut.

Hal ini juga menjadi bukti kuat bahwa penyebaran agama Islam di dunia dilakukan telah lama sehingga mampu memengaruhi banyak hal dalam aspek kehidupan manusia.

Oleh sebab itu, tidak heran jika para penggiat sejarah dan budaya melakukan banyak riset untuk menemukan bagaimana penyebaran agama Islam bisa sampai meluas ke berbagai penjuru di dunia.

Di Indonesia sendiri, penyebaran agama Islam tentu sangat diperhatikan oleh para sejarawan dan budayawan karena banyak sekali tradisi suku adat yang dianggap sebagai salah satu bukti mengenai jejak penyebaran agama islam di Indonesia.

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Beberapa pulau di Indonesia yang banyak dihuni oleh penganut agama Islam adalah pulau Jawa dan Sumatera. Kedua wilayah tersebut dipercaya sebagai tempat pertama yang berhasil menjadi tempat singgah para penyebar agama Islam.

Sumatera dan Jawa merupakan dua wilayah strategis yang banyak diincar oleh para pedagang dari Gujarat dan Persia. Banyaknya relasi hubungan dagang yang beragama Islam tentu membuat perubahan besar terhadap peradaban di Indonesia.

Salah satunya adalah penyebaran agama Islam yang juga dimulai di kedua daerah tersebut. Setelah itu, barulah penyebaran dilakukan oleh wali-wali yang merantau ke seluruh bagian pulau yang ada di Indonesia, seperti Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Dari beberapa asumsi, muncullah pendapat bahwa Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-2, ke-7, dan ke-13. Ada yang mengatakan bahwa faktor utama penyebaran agama Islam didasari oleh perniagaan, ada juga yang berasumsi bahwa penyebaran dilakukan atas kepentingan politik.

Belum jelas darimana agama Islam datang ke Indonesia. Masih banyak ahli yang saling memperdebatkan hal tersebut. Namun, menurut sejarah, berdirinya kerajaan Malaka merupakan awal agama Islam berkembang. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas pengaruh penyebaran agama Islam di Indonesia terhadap sastra lama.

Agama Islam yang mengajarkan untuk tidak membeda-bedakan sesama menjadi salah satu ideologi yang menarik masyarakat untuk memeluk Islam. Baik rakyat kecil maupun raja mempunyai derajat yang sama dan bersaudara.

Dengan adanya para pedagang yang memeluk Islam, ajaran agama Islam pun menyebar luas hingga ke timur Indonesia; dan sampai akhirnya menyebar ke seluruh Nusantara.

Akan tetapi, sebelum kita berbicara mengenai pengaruh penyebaran agama Islam terhadap sastra lama yang berkembang di Indonesia, terlebih dahulu kita pahami pengertian sastra lama itu sendiri, serta jenis-jenisnya.

Mengenal Sastra Lama Indonesia

Salah satu asumsi yang berhubungan erat dengan penyebaran agama Islam di Indonesia adalah munculnya sastra lama Indonesia berbarengan dengan masuknya agama Islam ke Indonesia, yakni pada abad ke-13.

Sastra lama adalah jenis kesusastraan yang berkembang menurut tradisi lisan, atau berkembang dengan cara diujarkan. Sastra lama sendiri memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan sastra modern. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut.

  • Anonim. Hampir seluruh sastra lama tidak diketahui siapa pengarangnya. Hal ini disebabkan oleh pada zaman dahulu, karya sastra dianggap sebagai milik bersama sehingga nama pengarang tidaklah penting. Yang penting adalah bagaimana amanat yang terdapat di dalam karya sastra bisa sampai kepada masyarakat.
  • Istana sentris. Karena pada zaman dahulu pihak istana atau kerajaan selalu mengintai dan mengawasi gerak-gerik rakyat, maka masyarakat menciptakan karya sastra yang selalu bertemakan kerajaan atau hal-0hal yang berhubungan dengan kebijakan pemimpin negara.
  • Cerita bersifat budaya lokal. Nuansa lokal dan adat yang kental menjadi salah satu ciri sastra lama karena kedua hal tersebut lebihy mudah diterima oleh masyarakat daripada nilai-nilai lain di luar kebudayaan dan adat setempat.
  • Bersifat statis. Karya sastra lama tidak bergerak dinamis seperti halnya sastra modern. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang geraknya terbatas oleh aturan istana dan kerajaan.
  • Menggunakan bahasa klise.  Bahasa yang digunakan pada karya sastra lama masih bersifat 'kedahuluan' atau menggunakan berbagai ungkapan dan peribahasa zaman dahulu.

Sastra Lama di Bawah Pengaruh Islam

Berkembangnya ajaran Islam juga membuat berkembangnya kesusastraan di Indonesia. Seiring perkembangan agama Islam, kesusastraan lama terpengaruh oleh Islam yang kemudian melahirkan sastra Islam. Kemunculan sastra yang berkaitan dengan nilai-nilai ajaran Islam ini menimbulkan polemik. Beberapa karya dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.

Namun, hal ini dimaklumi mengingat Islam masih mengalami perkembangan di dunia pada saat itu. Oleh karena itu, masih banyak pendapat-pendapat yang saling bertentangan yang kemudian dituangkan dalam karya sastra. Pengertian mengenai sastra Islam pun berbeda-beda. Fang (1991: 204) mengartikan sastra Islam dan sastra Islam Melayu.

Menurutnya, sastra Islam adalah “sastra tentang orang Islam dan segala amal salehnya”. Sementara sastra Islam Melayu adalah “sastra orang Islam yang ditulis di dalam bahasa Melayu di rantau ini”. Fang (1991: 205) juga menyebutkan bahwa sastra Islam Melayu memiliki dua ciri yang menonjol:

  1. Sebagian besar karya merupakan terjemahan atau saduran yang berasal dari bahasa Arab atau Parsi,
  2. Hampir semua karya tidak diketahui nama pengarang atau waktu penulisannya.

Dengan adanya ciri-ciri yang disebutkan Fang, sebuah karya sastra Islam sulit ditelusuri sejarahnya. Oleh karena itu, R. Roolvink membagi sastra Islam menjadi lima jenis. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut.

1. Cerita Al-Quran

Cerita jenis ini mengisahkan cerita nabi-nabi atau tokoh-tokoh yang namanya ada di Al-Quran. Cerita nabi yang paling terkenal adalah Qisas-al-anbiya yang disusun oleh al-Kisa’i sebelum abad ke-13.

Hingga sekarang, cerita atau kisah-kisah nabi juga masih banyak diproduksi oleh penerbit buku. Namun, mungkin sekarang sudah dilengkapi dengan gambar serta bahasa yang sudah disesuaikan dengan perkembangan zaman.

2. Cerita Nabi Muhammad

Cerita jenis ini dibagi menjadi cerita yang mengisahkan riwayat Nabi Muhammad, mukjizat Nabi Muhammad, dan cerita maghazi, cerita yang mengisahkan peperangan yang disertai Nabi Muhammad.

Kisah Nabi Muhammad ini dibedakan secara terpisah karena umat Islam memercayai bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang wajib menjadi panutan, serta nabi yang memiliki mukjizat paling besar dari Allah swt.

3. Cerita Sahabat Nabi Muhammad

Cerita jenis ini mengisahkan peperangan yang dilakukan sahabat Nabi Muhammad dan disertai pula kehadiran Nabi Muhammad di dalam setiap peperangan tersebut.

Banyak sekali suri tauladan yang bisa dijadikan pedoman dan contoh untuk ditiru dari para sahabat Nabi Muhammad sehingga kisah-kisah mereka pun dijadikan sebagai satu genre terpisah dalam sastra Islam.

4. Cerita Pahlawan Islam

Cerita jenis ini berkisah tentang tokoh-tokoh sejarah yang hidup sebelum munculnya Islam. Selain itu, cerita seperti ini juga diciptakan untuk menunjukkan perjuangan yang dilakukan tokoh-tokoh tersebut dalam memperjuangkan dan menegakkan agama Islam.

5. Sastra Kitab

Sastra kitab merupakan jenis sastra yang isinya mengandung ilmu kalam, fikih, dan tasawuf. Biasanya jenis ini diterjemahkan dari bahasa Arab oleh orang Indonesia yang tinggal di Mekah dan Madinah.

Selain kelima jenis sastra Islam tersebut, penyebaran agama Islam di Indonesia juga berpengaruh terhadap sastra lama yang berbentuk hikayat dan syair. Banyak dari hikayat dan syair tersebut menggunakan nama-nama tokoh Islam, meskipun cerita yang dihadirkan masih bersifat kehinduan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sejarah Agama Islam - Sebuah Peradaban yang Cemerlang
  • Memaknai Kilas Sejarah Dakwah Rasulullah
  • Zaid bin Tsabit Sang Sekretaris
  • Peta Penyebaran Agama Islam di Indonesia
  • Mekkah Dan Madinah - Pusat Sejarah Islam Dunia
  • Peninggalan Sejarah Islam dari Luar dan Dalam Negeri
  • Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia
  • Sejarah Islam dan Perkembangannya
  • Ilmu Laduni � Ilmu dari Tuhan atau Jin?
  • Sejarah Khalifah - Dari Khulafaur Rasyidin Hingga Bani Abbasiyah
  • Peta Penyebaran Islam di Indonesia
  • Pengertian Islam yang Terasingkan
  • Tentang Muhammad saw dan Sejarah Islam di Arab
  • Mengenal Asal Usul Agama Islam
  • Napak Tilas Sejarah Islam di Andalusia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA