Penyebaran Islam di Nusantara
Penyebaran Islam di nusantara melalui proses yang panjang. Sayangnya, sejarah ini sering terlupakan, bahkan memang sering dilupakan. Orang jaman sekarang, khususnya anak-anak muda tak banyak yang tahu tentang sejarah penyebaran Islam di nusantara.
Di sekolah-sekolahpun, kalau diajarkan pelajaran tersebut kadang hanya di singgung sedikit saja. Untuk itulah kita perlu mengetahui sejarah ini agar kita menjadi tahu bagaimana peran orang jaman dulu dalam menyebarkan agama Islam.
Di dalam buku-buku sejarah, memang banyak sekali versi mengenai penyebaran Islam di nusantara. Namun, setidaknya proses panjang itu bisa diringkas dalam beberapa periode:
1. Periode kesultanan
Pada periode kesultanan ini, di nusantara banyak berdiri kerajaan-kerajaan Islam. Memang sebelumnya telah muncul kebudayaan yang sangat berpengaruh yaitu kebudayaan Hindu-Budha, hampir seluruh nusantara terwarnai. Hanya sedikit yang belum tersentuh.
Diantara kecenderungan pengaruh tersebut, ada daerah-daerah tertentu yang sedikit sekali tersentuh oleh kebudayaan Hindu Budha, tetapi corak yang lebih dominan adalah kebudayaan islam. Daerah-daerah tersentub misalnya Aceh, Minangkabau, atau kalau yang ada di pesisir Jawa, daerah Banten adalah daerah yang sedikit sekali tersentuh kebudayaan Hindu Budha. Di daerah-daerah tersebut nuansa keislamannya begitu kental
Karena komunitas Islam baru sedikit, maka kemudian banyak tokoh-tokoh agama atau yang sering disebut ulama bahu membahu menyebarkan Islam ke seluruh nusantara. Yang paling terkenal adalah kiprah para Walisongo yang melakukan dakwah penyebaran Islam di nusantara khususnya di tanah Jawa.
Para Walisongo ini, mereka punya metode yang cukup unik yaitu dengan berbaur hidup bersama masyarakat dan pelan-pelan mewarnai kehidupan mereka dengan nilai-nilai keIslaman atau yang disebut dengan Islamisasi. Memang tugas ini belum selesai, dan kemudian diteruskan oleh generasi muda Islam selanjutnya.
2. Periode penjajahan
Pada periode ini adalah saat persinggungan dengan kedatangan kebudayaan Kristen. Awalnya nusantara, dengan kebudayaan Hindu budha dan Islam damai-damai saja. Sejak kedatangan kebudayaan kristen kehidupan masyarakat nusantara sering terjadi pergesekan antara masyarakat pribumi dengan kaum pendatang.
Awalnya kaum pendatang itu melakukan usaha perdagangan. Mereka dari bangsa Portugis, Spanyol, Belanda maupun Inggris. Tapi lama-lama mereka turut mencampuri urusan kaum muslimin. Mereka juga melakukan aksi misionaris, melakukan penyebaran agama Kristen.
Tak hanya itu, mereka juga mencoba untuk mengusai tanah-tanah di nusantara. Mencampuri urusan kerajaan-kerajaan Islam. Akhirnya, kemudian sering terjadi pergesekan kepentingan. Bahkan peperangan juga terjadi. Inilah periode tersebut yang kemudian mereka dengan dukungan teknologi dan peralatan yang cangkih mulai menguasai daerah-daerah di nusantara secara perlahanlahan.
3. Periode organisasi Islam
Periode ini adalah periode pengorganisiran umat Islam dalam sebuah wadah formal. Berdiri gerakan dan organisasi seperti Budi Utomo, Syariat Islam (SI), Muhammadiyah, NU, maupun partai politik Islam seperti Masyumi.
Corak ini sampai sekarang masih berlanjut. Organisasi yang tersebut diatas beberapa diantaranya masih berdiri. Sementara, sebagai pengganti Masyumi, ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mewakili sebagai partai Islam yang cukup berpengaruh di nusantara.
Itulah sejarah penyebaran Islam di nusantara. Semoga kaum muda di tanah air semakin mengerti akan akar sejarah bangsanya. Sehingga, anak-anak muda khususnya generasi muda Islam akan meneruskan semangat para pendahulunya. Harapannya begitu.






