Penyuluhan Diare

Hampir dua juta kasus penyakit diare terjadi setiap tahunnya. Diare kebanyakan terjadi di negara berkembang karena kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih kurang. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), diare menempati urutan ketiga penyebab kematian. Khususnya, pada balita. Setelah infeksi saluran pernapasan akut dan komplikasi saat melahirkan pada 1995 dan 2001 di Indonesia.
Untuk mengatisipasi hal itu, diperlukan penyuluhan kesehatan pada masyarakat, terutama penyuluhan diare. Penyuluhan tersebut bisa dilakukan dari satu rumah ke rumah yang lain atau di tempat-tempat umum yang strategis, seperti di Puskesmas, balai pertemuan, sekolah, pasar, dan tempat lain.
Isi Penyuluhan Diare
Materi penyuluhan kesehatan diare berisi hal-hal berikut ini.
1. Pengenalan Penyakit Diare
Diare atau mencret adalah pengeluaran feses lunak atau cair yang terjadi berulang-ulang dalam sehari (atau lebih dari tiga kali dalam sehari), dengan atau tanpa darah dan lendir pada feses.
2. Gejala Penyakit Diare
Gejala penyakit diare adalah bila seseorang buang air besar (BAB) dengan feses lunak atau cair lebih dari tiga kali sehari. Gejala tersebut berlangsung kurang dari 14 hari dan terjadi kurang dari empat kali per bulan.
Jika diare terjadi dibarengi kram, mual, muntah, dan dehidrasi, gejala ini sudah mengarah pada panyakit kolera. Jika fesesnya dibarengi lendir berdarah, ini adalah gejala penyakit disentri yang harus segera ditangani dokter.
3. Penyebab Terjangkit Penyakit Diare
Wabah diare disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit, yang ditularkan melalui makanan dan minuman atau air yang sudah terkontaminasi. Selain itu bisa juga akibat kontaminasi dari satu penderita ke orang sehat lain.
4. Pertolongan Pertama pada Penderita Diare
Hal yang membahyakan dari penyakit diare adalah dehidrasi, yaitu berkurangnya atau hilangnya cairan tubuh secara berlebihan yang mengakibatkan penderita lemas. Bahkan, sampai kehilangan nyawa. Jadi, pertolongan pertama yang harus diberikan adalah sebagai berikut.
- Memberikan cairan oralit (yang bisa diracik sendiri dari campuran air matang yang higienis, gula, dan garam dapur) sesering mungkin kepada penderita.
- Diet makanan dan minuman bergizi, termasuk meneruskan pemberian ASI kepada balita.
- Obat-obatan. Badan Kesehatan Dunia menganjurkan pemakaian dan tablet zink, berupa nutrisi tambahan yang sangat berguna bagi tubuh yang mengalami dehidrasi.
5. Pencegahan Penyakit Diare
Karena penyakit diare disebabkan oleh minimnya kebersihan lingkungan tempat tinggal, pencegahannya adalah membersihkan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya, memakan makanan atau minuman bergizi yang sudah dimasak sempurna, mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, terutama sebelum makan dan minum, dan melakukan vaksin rotavirus.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Artinya, jauh lebih baik jika mulai sekarang membiasakan makan dan minum yang bergizi dan higienis. Sadar kebersihan, baik kebersihan tempat tinggal maupun kebersihan diri, dengan rajin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas. Terutama, ketika akan makan dan minum.






