Peperangan Dunia Ke-1
Ilustrasi peperangan
Penulis ingin mendeskripsikan peperangan dunia pertama, di awali dengan apa penyebab perang dunia pertama. Perang selalu mendatangkan kesedihan dan kerugian di seluruh bidang kehidupan. Tak sedikit korban akibat perang di antaranya militer dan pihak sipil dari orang tua sampai anak-anak.
Pemicu Perang Dunia I
Peperangan terdahsyat pertama kali terjadi pada tahun 1914-1918, yang melibatkan sebagian besar negara-negara besar Eropa. Perang ini disebut dengan perang dunia I, bukan hanya Negara Eropa, perang ini menjalar ke Negara-negara lain, seperti Jepang, Cina, Amerika serikat, Kanada, Australia, dan Selandia baru. Pemicu terjadinya peperangan dunia pertama, yaitu sebagai berikut.
1. Terjadi pertentangan antara negara-negara Eropa Pertama
Negara Eropa berkembang dan mengalami kemajuan dalam bidang perdagangan. Untuk itu, ia ingin menjadikan negara jajahannya sebagai pemenuhan bahan baku indusrri, seperti negara Asia, Afrika, dan Amerika, sehingga negara lainnya ikut dalam peperangan tersebut.
Antara Inggris dan Perancis mengalami peperangan karena Napoleon Bonaparte ingin menguasai Inggris sedangkan Inggris menguasai lautan yang luas, sehingga terjadilah pertentangan. Saat Jerman datang, pertentangan kedua negara tersebut berhenti karena Jerman yang menguasai kedua negara tersebut.
Untuk mengalahkan kekuasaan Jerman, Inggris, dan Perancis bersatu karena menurutnya kekuasaan Jerman sangat berbahaya, dan dari segi politik sangat merugikan.
2. Munculnya berbagai persekutuan
Jerman melakukan persekutuan untuk melawan Uni Soviet. Persekutuan yang dilakukannya bersama beberapa negara, yaitu Austria dan Itali.
3. Terjadinya perlombaan senjata
Peperangan antara Uni Soviet sebagai negara sentral dengan negara sekutu semakin sengit, sehingga mereka berlomba untuk menyediakan senjata sebanyak mungkin.
4. Pembunuhan terhadap Putra mahkota Austria
Rusia mencetuskan gerakan pan-slavianisme, di mana suku bangsa slav memang sedang berperang melawan Austria. Pada tahun 1914 bulan Juni, Putra mahkota bersama istrinya mengunjungi tempat latihan. Pada saat itu, anggota slav juga turut datang dan berhasil menbunuh Putra makhkota beserta istrinya. Austria pun meminta agar pembunuh diserahkan, tetapi rusia membela dan menolak menyerahkan pembunuh tersebut. Sejak itu, terjadi perang dunia pertama pada juni 1914.
Dampak Perang Dunia I
Perang dunia I mengubah segala kehidupan dunia dari segi politik, ekonomi, dan sosial. Kemudian dibentuklah liga bangsa-bangsa untuk mendamaikan peperangan yang terjadi, tapi tidak juga berhasil karena posisi LBB sangat lemah, sehingga peperangan tersebut tetap berlanjut.
Perang dunia pertama ini disebut sebagai Great War karena tidak pernah terjadi perang sebesar ini. Austria melakukan kekacauan dunia dengan memberikan gencatan senjata dalam bidang kehidupan. Austria mengerahkan ribuan tentara dan korbannya pun juga ribuan. Senjata kimia dikerahkan untuk pertama kalinya, pemboman warga sipil dari udara dikerahkan, dan banyak pembunuhan massal berskala besar pertama abad tersebut.
Empat dinasti, yaitu habsburg, Romanov, ottoman, dan Hohenzollern yang memiliki kekuasaan hingga zaman perang salib, seluruhnya jatuh setelah perang.
Perang dunia satu ini juga memecahkan orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu revolusi Rusia, yang menginspirasi revolusi lainnya di negara lain, seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis perang dingin antara Uni Soviet dan AS. Kekalahan Jerman dan masalah yang masih menggantung yang menjadi sebab terjadinya perang dunia I ini dan menjadi dasar kebangkitan Nazi.
Pada abad ke 19 penjajahan tersebar luas, kekuatan bangsa Eropa, seperti Inggris dan Perancis, telah membangun kekuasaan penjajahan di keempat penjuru dunia. Jerman yang telah membangun kesatuan politiknya lebih lama dari negara-negara lainnya, bekerja keras untuk menjadi pelopor perlombaan ini.
Pada awal abad ke 20, hubungan yang didasarkan pada kepentingan telah membagi Eropa pada dua kutub yang berlawanan. Inggris, Perancis, dan Rusia berada dalam satu pihak, dan Jerman beserta kekaisaran Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman berada di pihak lain.
Ketegangan antara dua kubu ini semakin hari semakin meningkat. Pembunuhan yang terjadi adalah pemicu perang pada tahun 1914. Dalam kurun waktu yang amat singkat, hasutan dalam peperangan ini menyeret seluruh negara di benua Eropa.
Pertama Austria-Hungaria menyatakan perang kepada Serbia. Rusia yang menjadi sekutu Serbia pun menyatakan perang kepada Austria-Hungaria. Lalu, satu demi satu, Inggris, Jerman, dan Prancis memasuki peperangan dan sumbu telah dinyalakan. Bahkan sebelum perang dimulai, Jerman telah merencanakan memasuki Perancis secara mendadak dengan sebuah serangan.
Untuk mencapai hal ini Jerman mula-mula memasuki Belgia dan kemudian melintasi perbatasan memasuki Perancis. Menanggapi dengan cepat, pasukan Perancis menghentikan pasukan Jerman di tepi sungai Marne dan memulai suatu serangan balik.
Perang dunia menjadi terkenal dengan parit perlindungan, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan, dan hanya dapat bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi khususnya terhadap front barat. Telah 9 juta lebih jiwa yang meninggal akibat peperangan ini dan warga sipil meninggal karena kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam peperangan ini.
Perang parit menjadi strategi utama perang dunia pertama ini. Selama beberapa tahun berikutnya para serdadu hidup dalam parit-parit itu. Kehudupan di sana benar-benar sulit. Para prajurit hidup dalam ancaman, terus menerus dibom, dan mereka tiada henti menghadapi ketakutan dan ketegangan yang luar biasa.
Mayat mereka yang telah tewas dibiarkan di tempat-tempat ini dan para serdadu harus tidur di samping mayat-mayat itu. Bila turun hujan, parit-parit itu dibanjiri lumpur. Lebih dari 20 juta serdadu mengalami keadaan mengerikan di dalam parit-parit itu dan sebagian besar meninggal di sana.
Dalam beberapa minggu setelah serangan yang dilancarkan oleh Jerman, garis barat perang ini berada di jalan buntu. Para serdadu yang tinggal di parit hanya berjarak beberapa ratus meter dengan yang lainnya. Setiap serangan yang dilancarkan malah menelan korban jiwa yang semakin banyak.
Jerman pun memiliki strategi untuk menghadapi garis barat di tahun 1916. Rencana mereka adalah menyerang kota Verdun secara mendadak, yang dianggap sebagai kebanggaan orang Perancis. Tujuan penyerangan ini bukanlah memenangkan perang, melainkan menimbulkan kerugian yang besar pada tentara Perancis, sehingga melemahkan perlawanan mereka.
Kepala staf Jerman telah memperkirakan setiap satu tentara Jerman dapat melenyapkan 3 orang tentara Perancis. Serangan pun dilakukan tanggal 21 Februari, kepala staf Jerman memerintahkan serdadunya untuk bangkit dari parit, tapi yang ada serdadunya malah meninggal setiap tiga menit. Oleh karena itu, Jerman gagal menduduki kota Verdun. Secara keseluruhan kedua pihak kehilangan satu juta serdadu.
Dengan menyaksikan apa yang telah dilakukan Jerman, Inggris pun membalas serangan Jerman dengan sebutan perang somme. Pabrik di Inggris membuat ratusan selongsong meriam. Rencana jenderal di Inggris, mereka akan melakukan pengeboman selama satu minggu berturut-turut, yang diikuti dengan serangan infanteri. Dia yakin mereka akan maju sejauh 14 kilometer saja di hari pertama dan ia yakin akan langsung menghancurkan pertahanan jerman dalam satu minggu.
Serangan dimulai pada tanggal 1 Juni. Serdadu Inggris diperintahkan keluar dari parit. Namun, selama pengeboman, serdadu Jerman tetap berada di kedalaman parit sehingga tetap bertahan. Begitu serdadu Inggris melintasi garis depan pertahanan mereka, serdadu Jerman muncul dan langsung menyerang dengan senapan mesinnya. Sehingga total seluruhnya yang tewas adalah 20.000 serdadu Inggris.
Ternyata pertempuran ini tidak hanya berlangsung selama 2 minggu, tetapi selama berbulan-bulan, dan kedua pihak telah menghabiskan 900.000 serdadu. Hanya dengan 11 kilometer saja para serdadu dikorbankan. Kedua belah pihak selanjutnya terus melakukan serangan yang bertubi-tubi dan setiap serangan menjadi pembantaian terhadap diri sendiri.
Di kota Ipres, di Belgia, telah terjadi 3 kali pertempuran, yang menewaskan setengah juta serdadu untuk pertempuran ke tiga saja. Akibat peperangan pada setiap serangan berakibat sama, hanya dengan maju beberapa kilometer menghabiskan nyawa para serdadu.
Peperangan yang mengerikan ini tidak meiliki alasan yang jelas, banyak yang tewas dan terpaksa harus meninggalkan keluarganya bahkan terpaksa harus keluar dari rumahnya sendiri.

