Mesopotamia, Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris

Mesopotamia adalah peradaban lembah Sungai Eufrat dan Tigris yang terkenal. Mesopotamia berasal dari kata mezo yang berarti 'sungai' dan kata potamus yang berarti 'sungai'. Saat ini, Mesopotamia dikenal dengan nama Irak. Mesopotamia terletak di antara sungai Eufrat dan Tigris. Tanah di antara kedua sungai ini sangat subur. Hal ini merupakan penentu kemajuan sebuah peradaban.
Banyak suku mendiami Mesopotamia. Mereka hidup dari beternak dan menanam gandum, barley, serta kurma. Orang-orang Mesopotamia telah belajar membuat parit dan waduk. Permukiman Mesopotamia semakin besar dan berkembang sehingga menjadikan wilayah tersebut kaya dan kuat.
Kota Pertama
Sekitar 6000 tahun lalu, penduduk Mesopotamia yang menyebut dirinya bangsa Sumeria membangun kota-kota pertama di dunia. Kota-kota tersebut adalah Eridu, Erech, Ur, dan Nippur. Bahan bangunan saat itu adalah balok-balok dari lumpur. Mereka juga membangun kuil besar untuk memuja dewa. Kuil tersebut dikenal dengan nama ziggurat.
Kota merupakan pusat transaksi warga sekitarnya. Mereka menukarkan hasil panen dengan pakaian, senjata, perhiasan, alat pertanian, dan sebagainya. Selanjutnya, bangsa Akkadia dan Babilonia membangun kota-kota berikutnya. Kota di Mesopotamia sudah memiliki pusat keramaian, seperti toko dan restoran.
Mereka juga membangun perumahan dan pabrik. Penduduk Mesopotamia mengembangkan astronomi dan matematika. Mereka menemukan satuan pengukur waktu berdasar 60 menit. Dari situlah, satu jam memiliki 60 menit dan satu menit terdiri dari 60 detik.
Hukum dan Kepercayaan
Peradaban Mesopotamia mengembangkan tulisan pertama di dunia yang berbentuk huruf paku (cuneiform). Mereka menggunakan alang-alang sebagai pena dan lempengan tanah liat sebagai media untuk menulis. Mereka juga belajar mengenai organisasi pemerintah. Hal ini ditunjukkan dengan pendataan surat, puisi, pajak, dan hukum.
Kepercayaan pada peradaban Mesopotamia berasal dari kepercayaan bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria memuja Dewa Anu (Dewa Langit), Dewa Ea (Dewa Air), dan Dewa Enlil (Dewa Bumi). Ketiganya adalah dewa tertinggi bangsa Sumeria. Selain itu, bangsa Sumeria menyembah Dewa Samas (Dewa Matahari), Dewa Sin (Dewa Bulan), Dewa Istar (Dewa Perang dan Asmara), dan Dewa Tammuz (Dewa Tumbuh-tumbuhan).
Undang-undang yang terkenal pada peradaban Mesopotamia adalah Undang-undang Hammurabi pada masa pemerintahan Raja Hammurabi bangsa Babilonia Lama. Undang-undang ini merupakan undang-undang tertulis pertama di dunia yang berisi pengaturan di bidang pertanian, agama, perdagangan, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Ada 300 pokok dalam Undang-undang Hammurabi.
Serbuan dari Luar
Peradaban Mesopotamia yang termasyhur menarik perhatian bangsa lain. Penduduk Mesopotamia harus bertempur untuk mempertahankan wilayah mereka. Akhirnya, sekitar 3000 tahun lalu, bangsa Assyria berhasil merebut Mesopotamia. Selanjutnya, Mesopotamia diduduki oleh bangsa Persia.
Pada tahun 641, Mesopotamia direbut oleh Muslim. Mereka membangun ibukota di Baghdad. Namun, pada 1258, ibukota itu dihancurkan oleh tentara Mongol. Mesopotamia kehilangan pun kejayaannya.






