Peradaban Lembah Sungai Kuning
Sekitar 4000 SM, peradaban Lembah Sungai Kuning (Hueng He) berkembang di Cina. Peradaban Lembah Sungai Kuning merupakan awal mula kekaisaran Cina. Sungai Kuning melintasi Cina membentang dari Mongolia hingga Samudra Pasifik.
Kerajaan Cina dipimpin oleh seorang raja. Kerajaannya terbagi menjadi beberapa wilayah yang dipimpin oleh pemimpin militer. Raja memiliki kekuasaan penuh untuk mengangkat atau memberhentikan pemimpin militer. Secara berurutan, dinasti yang menguasai Cina adalah Dinasti Syang, Dinasti Yin, Dinasti Chou, Dinasti Han, Dinasti Tang, dan Dinasti Sung.
Kehidupan di Lembah Sungai Kuning
Dalam kebudayaan Cina, keluarga sangat penting. Otoritas keluarga sepenuhnya ada di tangan ayah. Ayah mengatur pernikahan putrinya, mengontrol pendidikan anaknya, serta memilih karier bagi putranya.
Mata pencaharian utama peradaban Lembah Sungai Kuning adalah pertanian. Mereka menanam padi, gandum, jagung, teh, dan kedelai. Jalan Sutra membantu perekonomian Cina berkembang. Orang berdatangan melalui Jalan Sutra untuk barter dagangan sekaligus membawa budaya mereka.
Di daerah Yunan, terdapat bahan tambang, seperti emas, tembaga, timah, besi, dan batubara. Penduduk Lembah Sungai Kuning sudah mampu membuat perhiasan, alat rumah tangga, dan senjata, seperti tombak, pedang, pisau, dan lain-lain.
Ajaran dan Kepercayaan
Menurut sejarah, ada 3 tokoh legendaris yang mengajarkan penduduk Cina tentang peradaban. Mereka adalah Fu Xi yang mengajari menulis, berburu, dan memancing; Shen Nong yang mengajari pertanian; dan Yellow Emperor yang mengajari sistem pemerintahan dan filosofi Tao.
Filsafat Cina berkembang pada masa Dinasti Chou. Ada tiga ahli filsafat Cina, yaitu Lao Tse, Kong Fu Tse, dan Meng Tse. Lao Tse terkenal dengan ajarannya yang bernama Taoisme. Kong Fu Tse juga mengajarkan Tao dan muridnya, yaitu Meng Tse, melanjutkan ajaran gurunya.
Penduduk Cina mempercayai bahwa ada tiga Raja Sage yang meneruskan ajaran tiga tokoh legendaris. Mereka adalah Yao (2350 SM), Shun (2250 SM), dan Yu (2205 SM). Menurut sejarah, Raja Sage yang terakhir mendirikan dinasti Xia. Dinasti Xia memerintah dengan bijaksana dan kebaikan. Pada 1766 SM, Dinasti Xia runtuh. Kemudian, lahir dinasti baru, yaitu Dinasti Shang.
Peninggalan Kebudayaan
Pada masa Dinasti Chin, dibangun Tembok Besar Cina. Tembok ini dibangun untuk melindungi perbatasan kerajaan. Karena banyak tembok lama yang runtuh, Dinasti Ming memutuskan untuk mendirikan tembok baru. Dinasti Ming ingin mengamankan Cina dari tentara Mongol.
Dinasti Ming juga ingin memindahkan sebagian tembok ke arah selatan. Di selatan, tembok dapat berfungsi untuk melindungi ibukota Cina, yaitu Beijing. Saat ini, Tembok Besar Cina merupakan objek wisata paling populer di Cina.






