Mesir Kuno, Peradaban Lembah Sungai Nil

Sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia. Lembah sekitar Sungai Nil sangat subur. Di daratan ini, pernah berdiri sebuah peradaban kuno yang termasyhur, yaitu Mesir Kuno. Mesir Kuno adalah kerajaan di Afrika Utara yang kaya dan kuat. Peradaban lembah Sungai Nil atau Mesir Kuno berlangsung selama 3.000 tahun, yaitu dari 3300 SM hingga 30 SM.
Kehidupan Mesir Kuno
Wilayah Mesir Kuno membentang sepanjang 1.100km arah selatan Laut Mediterania. Sebagian besar wilayah Mesir Kuno berupa gurun panas, kering, dan berdebu. Bangsa Mesir menyebut wilayah mereka Deshret (daratan merah). Bangsa Mesir menyebut daerah tepi sungai sebagai Kemet (daratan hitam).
Mesir sering disebut dengan “hadiah Sungai Nil”. Kehidupan Mesir Kuno bergantung pada sungai. Petani menggali parit untuk mengalirkan air sungai ke ladang. Bangsa Mesir Kuno membangun rumah dari lumpur yang telah dikeringkan. Perajin menghasilkan berbagai tembikar dari lumpur Sungai Nil. Mereka pun membuat pakaian dari tumbuhan rami yang terdapat di sepanjang sungai.
Kebudayaan Mesir Kuno
Bangsa Mesir Kuno mempercayai sihir. Mereka juga memiliki banyak dewa. Bangsa Mesir Kuno membangun kuil dan patung untuk dewa. Patung paling terkenal adalah patung Sphinx di Giza. Patung besar ini berwujud badan singa dengan kepala manusia. Hingga kini, Sphinx menjadi tujuan wisata Mesir.
Mesir Kuno memiliki sistem penulisan yang terkenal dengan sebutan hieroglyph. Bentuk tulisan ini menyerupai kolom-kolom dengan gambar-gambar kecil. Para penulis menulis hieroglyph di papirus, semacam kertas yang terbuat dari daun lontar. Papirus berisi puisi, lagu, cerita, matematika, sains, dan astronomi.
Raja Mesir dikenal dengan sebutan pharaoh. Bangsa Mesir menganggap pharaoh sebagai anak dewa. Pharaoh adalah penghubung antara surga dan bumi. Pharaoh biasanya merupakan pendeta, pembuat undang-undang, atau komandan tentara di kerajaan.
Pharaoh membuat perjanjian dan mengontrol perdagangan dengan kerajaan lain. Seluruh bangsa Mesir Kuno harus membayar pajak untuk pharaoh atau bekerja untuk proyek mereka. Beberapa pharaoh memiliki piramid yang mewah. Piramid merupakan makam batu berukuran sangat besar.
Bangsa Mesir Kuno mempercayai bahwa tubuh harus tetap utuh setelah mereka mati. Tubuh seseorang yang meninggal akan diawetkan menjadi mumi. Mumi diawetkan, dikeringkan, dan dibungkus dengan kain. Dengan perlakuan itu, mereka berharap roh tetap hidup.
Mumi pharaoh ditempatkan dalam sebuah piramid atau makam besar yang dikelilingi oleh harta semasa hidupnya. Mereka menganggap harta itu dapat digunakan untuk kehidupan sesudah mati.
Akhir Mesir Kuno
Peradaban Mesir Kuno yang kaya menarik perhatian para penjajah. Namun, peradaban Mesir Kuno mampu bertahan selama beribu-ribu tahun. Pada 30 SM, pharaoh Mesir Kuno yang terakhir, Ratu Cleopatra, memilih bunuh diri daripada menyerah kepada Romawi.
Hingga kini, beberapa mumi masih terawat baik. Mumi- mumi tersebut disimpan di museum. Peninggalan kebudayaan Mesir Kuno, seperti monumen dan piramid, masih berdiri kokoh hingga kini.






