Benarkah Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki?
Seperti cerita-cerita tentang perahu Nabi Nuh ditemukan yang selama ini dimuat di berbagai buku, sejumlah film bahkan di kitab suci juga telah diceritakan bahwa pada sekitar empat ribu delapan ratus tahun yang lalu, banjir bandang menerjang bumi dan Nabi Nuh yang merupakan nabi dari tiga agama yaitu Islam, Yahudi dan Kristen ini diperintahkan oleh Allah untuk membuat sebuah kapal besar yang dapat menyelamatkan umat manusia dan makhluk bumi lainnya. Nabi Nuh menyelamatkan umatnya dengan cerita perahu Nabi Nuh ditemukan tersebut.
Kebenaran perahu Nabi Nuh ditemukan membuat para ahli sejarah penasaran dan berusaha mencari kebenaran apakah bisa perahu Nabi Nuh ditemukan. Dalam cerita kitab suci disebutkan bahwa perahu Nabi Nuh ditemukan tersebut digambarkan sebagai sebuah perahu yang besar yang dibuat dari kayu gofir yang kuat dan ditutup dengan pakal dengan ukuran panjang empat ratus lima puluh kaki dan lebar tujuh puluh lima kaki serta memiliki ketinggian empat puluh lima kaki. Perahu ini dibuat dengan geladak yang bertingkat tiga dan merupakan perahu terbesar yang pernah dibuat sebelum abad ke dua puluh.
Selama lebih dari dua dekade, pembuktian bahwa perahu Nabi Nuh ditemukan ini terus dilakukan. Puluhan bahkan lusinan ekspedisi di berangkatkan ke daerah Arafat di sebelah timur wilayah Turki untuk mencari pembuktian perahu Nabi Nuh ditemukan dan bisa membuktikan cerita sejarah yang tertulis di dalam kitab suci tersebut.
Perahu Nabi Nuh Ditemukan - Mengapa Ke Wilayah Arafat?
Dalam kitab Kejadian 8:4 dikatakan bahwa perahu Nabi Nuh kandas di pegunungan Arafat. Dan setelah seluruh penumpang perahu tersebut meninggalkan perahu, perahu Nabi Nuh tersebut tidak lagi disebut-sebut dalam bagian kitab suci yang lain dan tidak ada pula pernyataan dari penulis-penulis kitab suci yang mengatakan bahwa kapal Nabi Nuh masih bisa dilihat. Upaya untuk perahu Nabi Nuh ditemukan ini membuat para peneliti berusaha mencari berbagai petunjuk agar perahu Nabi Nuh ditemukan.
Di dalam kitab suci dikatakan tempat kandasnya perahu Nabi Nuh ditemukan tersebut adalah di pegunungan Arafat. Namun bisa pula bahwa Arafat tersebut sebenarnya menerangkan suatu daerah atau suatu kerajaan kuno dan bukan menunjukkan puncak gunung secara khusus. Dari berbagai gambar yang tersebar di internet, pegunungan tempat di mana perahu Nabi Nuh ditemukan tersebut terlihat seperti daerah pegunungan dengan dua puncak.
Dari sekian banyak laporan perahu Nabi Nuh ditemukan, semuanya bermula dari laporan penemuan sekitar abad 3 SM. Pada laporan tersebut dikatakan bahwa berita perahu Nabi Nuh ditemukan itu adalah benar dan sudah dibuktikan dengan berbagai foto pemandangan sampai penemuan kayu-kayu dari perahu Nabi Nuh ditemukan tersebut.
Dikatakan pula bahwa perahu Nabi Nuh ditemukan di suatu tempat di pegunungan Arafat tersebut di atas ketinggian sepuluh ribu kaki, dan perahu Nabi Nuh ditemukan terperangkap dalam gunungan salju dan es sepanjang tahun.
Ekspedisi Pembuktian Perahu Nabi Nuh Ditemukan
Banyaknya ekspedisi untuk membuktikan perahu Nabi Nuh ditemukan ini serta munculnya berbagai laporan yang menyatakan bahwa memang benar perahu Nabi Nuh ditemukan dan berada di pegunungan Arafat, maka sekelompok peneliti dari Cina dan Turki kembali mengadakan penelitian dan membentuk kelompok penelitian Noah’s Ark Ministries International yang berusaha mencari bukti perahu Nabi Nuh ditemukan di daerah pegunungan Arafat tersebut.
Hasil dari ekspedisi itu adalah pada tanggal 26 April 2010, kelompok ekspedisi ini memberikan pengumuman bahwa perahu Nabi Nuh ditemukan di Turki yang berada di ketinggian empat ribu meter di Gunung Agri atau di Gunung Arafat yang berada di wilayah Turki Timur.
Kelompok ekspedisi Cina dan Turki ini juga menyatakan bahwa penemuan sisa-sisa perahu Nabi Nuh ditemukan itu dibuktikan dengan berbagai foto yang mereka buat. Bahkan mereka menyatakan bahwa mereka juga berhasil memasuki bagian dalam perahu Nabi Nuh ditemukan tersebut.
Kelompok ekspedisi Noah’s Ark Ministries International yang berjumlah lima belas orang baik dari Hongkong maupun dari Turki ini memberikan kesempatan kepada media saat jumpa pers yang mereka gelar untuk melihat secara langsung specimen dari sisa-sisa perahu Nabi Nuh ditemukan tersebut yang berupa paku, pecahan kayu dan tambang.
Keraguan Akan Bukti Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki
Atas berita yang menyebar bahwa perahu Nabi Nuh ditemukan di Turki ini, masih banyak para peneliti di seluruh dunia yang membahas masalah penemuan ini. Mereka masih sangat meragukan bahwa perahu Nabi Nuh ditemukan di Turki ini masih menjadi suatu misteri dan tanda tanya besar yang harus dicarikan pemecahannya. Banyak peneliti-peneliti senior yang telah menghabiskan waktunya beberapa dekade terakhir ini untuk menyelidiki daerah pegunungan Arafat tersebut meragukan perahu Nabi Nuh ditemukan di Turki.
Pernyataan para peneliti senior ini akhirnya dibuktikan dengan hasil citra satelit pada tahun 2006. Hasil citra satelit yang sengaja diarahkan ke pegunungan Arafat tempat di mana perahu Nabi Nuh ditemukan tersebut ternyata memberikan hasil bahwa benda yang mirip kapal yang diduga sebagai perahu Nabi Nuh ditemukan itu ternyata hanya gunung yang dilapisi salju. Atau lebih tepatnya pegunungan yang berbentuk seperti kapal yang dilapisi oleh salju.
Ada lagi peneliti lain yang mengatakan bahwa setelah perahu Nabi Nuh ditemukan itu ditinggalkan oleh penghuninya setelah kandas dan menemukan daratan, lalu kapal tersebut akhirnya dibongkar dan dijadikan sebagai pemukiman penduduk di masa itu sehingga tidak ada lagi sisa dari perahu Nabi Nuh ditemukan.
Namun berbagai sanggahan dari peneliti senior tidak menyurutkan niat para peneliti yang tergabung dalam Noah’s Ark Minitries International untuk terus melanjutkan penelitiannya.
Bahkan salah seorang anggota peneliti dari kelompok ekspedisi tersebut menyatakan bahwa perahu Nabi Nuh ditemukan ini merupakan penemuan yang 99% bisa diyakini kebenarannya. Menurut peneliti tersebut mereka yakin bahwa contoh kayu yang mereka bawa dari hasil ekspedisi pembuktian perahu Nabi Nuh ditemukan tersebut memang berasal dari struktur perahu Nabi Nuh yang karam di gunung atau pegunungan Arafat pada sekitar tahun empat ribu delapan ratus tahun yang lalu itu, dan di ketinggian empat ribu meter.
Surat kabar terkenal di Amerika Serikat yaitu Straits Times bahkan pada tanggal 27 April 2010 melansir bahwa ketika perahu Nabi Nuh ditemukan atau lebih tepatnya ketika sisa-sisa perahu Nabi Nuh ditemukan di pegunungan Arafat tersebut disebutkan bahwa di bagian dalam perahu tersebut terdapat beberapa kompartemen yang dipercaya sebagai ruangan-ruangan untuk para penghuni bumi yang berhasil terselamatkan dari banjir bandang yang menimpa bumi pada empat ribu tahun yang lalu tersebut.
Berbagai penemuan ini akhirnya membuat pemerintah Turki mengajukan permohonan kepada UNESCO agar salah satu badan di PBB ini menjadikan gunung atau pegunungan Arafat tersebut sebagai salah satu cagar budaya yang harus dilindungi karena di sanalah tempat perahu Nabi Nuh ditemukan.
Paling tidak pegunungan Arafat itu dilindungi sampai para peneliti dan arkeolog dapat membuktikan bahwa memang di sanalah perahu Nabi Nuh ditemukan. Bukan hanya berita simpang siur penemuan yang sampai hari ini belum ada kejelasan sama sekali.






