logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Dinamika Sosial

Waspadai Aksi Perampokan Sadis


Belakangan ini perampokan sering terjadi, dan tak segan-segan

Daftar Isi
  1. Tega pada korban
  2. Tak segan membunuh
  3. Tewas terbunuh

Tingginya angka pengangguran di Indonesia menyebabkan tingginya pula berbagai tindak kejahatan yang terjadi, diantaranya perampokan. Pada mulanya, tindak kejahatan bisa terjadi karena faktor keterpaksaan atau kesempatan. Namun lambat lain prilaku buruk ini dijadikan pilihan sebagai jalan termudah mencari nafkah oleh para kriminal.

Kejahatan sudah tidak lagi memandang siapa korbannya, bisa orang tua atau wanita, orang kaya maupun miskin. Bahkan untuk memuluskan dan melancarkan jalannya operasi kejahatan agar dapat berlangsung cepat, para kriminal ini tak segan untuk melukai bahkan membunuh korban. Akibatnya masyarakat merasa semakin jauh dari rasa aman.

Pelaku Kejahatan Tega Memperkosa Korban

Perampokan sadis lainnya terjadi di Sukabumi. Dimana perampok bertopeng yang beraksi di Sukabumi ini tergolong cukup berani. Selain merampok, pelaku juga memperkosa korban yang merupakan istri dari seorang anggota TNI. Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Surade, Sukabumi ini, tak ayal jadi perbincangan ramai.

Peristiwa perampokan tersebut terjadi pada dini hari, suami korban sedang berdinas di Bandung. Pelaku perampokan masuk melalui jendela ruang tamu, setelah mengambil uang tunai sebesar 700 ribu rupiah dan tiga buah handphone, pelaku selanjutnya memperkosa korban.

Bahkan korban yang juga berprfesi sebagai guru ini juga dianiaya hingga kritis. Sayang hingga kini, pelaku masih belum berhasil ditangkap.

Seorang ibu paruh baya menjadi korban perkosaan penjahat yang melakukan aksi perampokan di rumahnya, kawasan Kunciran, Tangerang. Selain memperkosa korban, kawanan rampok ini juga berhasil menggasak harta korban berupa handphone Blackberry dan cincin kawin yang dikenakan korban.

Perampokan ini terjadi pada pukul 08.00 pagi, pelaku yang tak lain adalah tetangga korban berhasil masuk ke dalam rumah setelah melompati pagar. Aksi nekat ini terjadi setelah kedua pelaku mengetahui bahwa suami korban sedang mudik lebaran ke Palembang. Ketika masuk rumah korban, kedua pelaku berpapasan dengan korban yang hendak mandi.

Kedua bandit ini selanjutnya menodongkan senjata tajam ke tubuh korban dan minta korban untuk menyerahkan cincinnya, sementara pelaku lain mengambil Handphon Blackberry di atas kulkas.

Pelaku yang mengancam korban dengan golok, selanjutnya menggelandang korban yang berwajah cantik itu ke ruang tengah dan memperkosanya. Setelah puas, kedua pelaku kabur.

Korban kemudian melaporkan kejahatan yang menimpanya ke Polsek Cipondoh. Polsek Cipondoh segera melakukan pengejaran kepada dua pelaku dan berhasil meringkusnya di kos-kosan mereka yang tak jauh dari rumah korban. Kedua pelaku, Sadam Abduh dan Rio Sabran Prabowo, diringkus petugas saat hendak berangkat mudik ke Yogyakarta.

Pelaku Kejahatan Tak Segan Membunuh Korbannya

Malang benar nasib Agusni Bahar (60) dan anaknya, Dodi Hertanto (23). Mereka dibunuh perampok sadis ketika sedang menjalankan ibadah sholat mahgrib.

Minggu sore, 15 April 2012 lalu, sekawanan penjahat sadis memasuki rumah korban untuk melakukan perampokan terhadap harta benda keluarga ini. Namun, entah kenapa kawanan rampok ini malah membunuh kedua korban yang tengah sholat dan kemudian kabur.

Perampokan yang terjadi di Kecamatan Duri Raya, Pekanbaru ini baru terungkap dua hari kemudian. Pengejaran terhadap pelaku perampokan sadis inipun dilakukan. Pada  tanggal 19 April 2012, polisi berhasil meringkus tiga dari empat orang pelakunya yaitu, Dwi Trisna Firmansyah (25), Andi Paula (25), dan Candra Purnama (23). Sedangkan satu pelaku lagi yang identitasnya telah dikantongi petugas, masih buron.

Kejadian serupa juga terjadi di Boyolali, Jawa Tengah. Namun, dalam kejadian ini pelaku tidak menyatroni rumah korban, namun mencegatnya di jalan. Pada 26 Maret 2012 lalu sekitar jam 03.00 pagi, korban Muh. Susanto mengendarai sepeda motor memboncengkan istri dan anaknya melintas jalan Klego, Simo.

Para pelaku itu tanpa belas kasihan membunuh para korban.

Namun, mendadak ada seorang lelaki berdiri di tengah jalan mencegatnya.Karena dicegat, korban pun berhenti. Namun tanpa diduga, pelaku langsung mengayunkan sebatang linggis besi sepanjang satu meter ke kepalanya.

Korban pun jatuh tersungkur, pelaku lantas membawa kabur sepeda motor korban ke arah Simo. Anak istri korban yang melihat kejadian ini hanya bisa berteriak histeris dan menangis.

Setelah beberapa waktu mendapat perawatan di RS. Yarsis, Solo, akhirnya Korban Muh. Susanto meninggal dunia. Selain mengakibatkan meninggalnya korban Muh. Susanto, perampokan sadis ini juga mengakibatkan anak korban yang masih berumur 4 tahun luka-luka. Hidung Andika Fajar Ramadhan, putra korban, retak akibat peristiwa itu.

Peristiwa ini di kota kecil ini cukup menarik perhatian. Maka Polres Boyolali berusaha keras untuk dapat mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya. Kerja keras polisi inipun membuahkan hasil. Seminggu kemudian, ketiga pelaku berhasil dibekuk berikut seorang penadahnya. Ironisnya, sepeda motor korban tersebut hanya laku dijual seharga 500 ribu rupiah saja. Betapa kejahatan telah menghargai nyawa seseorang dengan sebegitu murahnya.

Pelaku Kejahatan Tewas Terbunuh

Bambang (40), tewas ditembak polisi pada hari Sabtu, 28 April 2012 lalu. Pentolan komplotan perampok ini tewas dengan dua luka tembak di dada. Petugas Tim Resmob Polda Metro Jaya terpaksa melumpuhkan pelaku dengan tembakan karena ketika hendak ditangkap pelaku melakukan perlawanan. Bambang beberapa kali menembakkan pistolnya ke arah petugas, sebelum tewas tertembak di jalan Lebak Bulus Raya, Kebayoran Lama.

Upaya penangkapan Bambang dilakukan dengan aksi kejar-kejaran seperti dalam film action. Pengejaran ini berawal di Tol Cikarang sejak pukul 16.00 sore. Bambang dan komplotannya kala itu sedang mengendarai mobil Avansa menuju Tol Cikarang dan selanjutnya mengambil arah ke Tol Cikampek. Sesampai Tol Cikampek, kelompok Bambang baru menyadari bahwa mereka tengah dibuntuti, akibatnya mereka memutar arah dan keluar tol melalui pintu Bekasi Barat.

Mobil komplotan pelaku perampokan sadis ini selanjutnya melaju ke arah tol dalam kota. Mereka  melintasi jalan Kapten Tendean, Jalan Wijaya, dan jalan Lebak Bulus. Sedianya komplotan ini mau mengarah ke pintu Tol Pondok Pinang. Namun karena jalanan macet, Bambang memutuskan keluar dari mobil sambil menembak ke arah polisi yang mengejarnya dan berusaha melarikan diri.

Petugas Resmob Polda Metro Jaya yang berusaha menangkap pelaku pun turun dari mobil dan mengejar. Bambang tidak menghiraukan perintah untuk berhenti. Bahkan ketika petugas memberikan tembakan peringatan, Bambang justru malah balas menembak.

Melihat keselamatan dirinya terancam, maka petugas tidak punya pilihan lain selain mengarahkan tembakan kepada pelaku. Bambang pun tersungkur meregang nyawa. Pada kesempatan itu, polisi juga berhasil membekuk empat kawanan perampok koplotan Bambang, dan menyita beberapa barang bukti, antara lain senjata api jenis FN beserta empat butir peluru, senjata air soft gun, senjata api replica, borgol, dan pisau.

Sementara itu di Medan, seorang perampok bersenjata api tewas di tangan korbannya yang seorang wanita. Perampok bernama Budi Santoso ini dikenal selalu berbuat sadis setiap kali menjalankan aksinya. Namun kali ini dia ketemu batunya, Budi Santoso tewas dihajar seorang wanita yang akan dijadikan mangsa. Alhasil, penjahat ini pun terkapar meregang nyawa di pinggir Jalan Nusa Indah, Medan Selayang.

Petugas kepolisian yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) langsung melakukan  penggeledahan terhadap jenazah pelaku. Dalam penggeledahan itu, polisi berhasil menemukan sepucuk pistol jenis revolver dan pisau. Pistol tersebut ternyata milik seorang anggota polisi yang dirampok Budi beberapa waktu sebelumnya. 

Saksi mata menuturkan bahwa kejadian bermula saat korban dalam perjalanan pulang dari menjalankan shalat subuh di masjid bersama ibunya. Korban yang juga atlet Kempo dan peraih medali emas tingkat nasional ini tidak menyadari bahaya yang mengintainya. Dia baru tersadar, manakala Budi dan seorang temannya, secara tiba-tiba menodongkan senjata dan memintanya untuk melucuti perhiasan.

Mendapat ancaman ini, korban marah dan langsung menghajar korban. Beberapa warga yang mengetahui peristiwa itu, lantas turut membantu korban untuk menghajar penjahat ini hingga tewas di tempat. Namun, sayangnya rekan pelaku perampokan yang turut serta melakukan kejahatan ini berhasil kabur dan masih dalam pengejaran polisi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Gaya Hidup dengan Teknologi
  • Pulang Kampung Lancar Berkat Info Mudik
  • Menarikkah Gaya Hidup uptodate
  • April Mop adalah Hari Dijaili dan Menjaili Sedunia
  • Dinamika Masyarakat Bagai Roller Coaster
  • Menggalang Semangat Cinta Indonesiaku
  • Serba-serbi Pernikahan Beda Agama
  • Tragedi Black Dahlia - Kasus Pembunuhan Sadis yang Tidak Terpecahkan
  • Pengertian Inovatif dan Pentingnya dalam Kehidupan
  • Tasripin, Fakta Kehidupan Kaum Marjinal di Indonesia
  • Gaya Hidup Mewah - Ajang Beli Gengsi
  • Artikel Gaya Hidup Semakin Digandrungi
  • Pijat Plus Anti Capek
  • Fenomena Jakarta Undercover
  • Perubahan Gaya Hidup di Indonesia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA