Peran Humas Pemerintah dalam Menyambut Obama
Ilustrasi peran humas pemerintah
“Pulang kampung nih!” seru Obama saat kuliah umum di Universitas Indonesia. Obama melanjutkan “Sateee... basoooo... enak yah!”. Semua terkekeh-kekeh mendengarkan pidato Obama yang akrab di telinga masyarakat itu. Sebagian masyarakat takjub, tersihir, dan memuja Obama. Namun, ada yang terselip dari kegiatan yang meriah ini. Bagaimana peran humas pemerintah?
Peran humas pemerintah tersebut bisa dilihat melalui departemen luar negeri, kementerian komunikasi dan informasi, maupun juru bicara presiden. Tidak dipungkiri lawatan Obama yang tidak lebih dari 1 x 24 jam ini berlangsung lancar. Namun sebelum itu terjadi, Obama telah membatalkan kehadirannya ke Indonesia selama dua kali.
Peran Humas Pemerintah
Idealnya, semestinya semua departemen atau kementerian bertugas sebagai corong humas. Namun, agar lebih spesifik kita akan khususkan kepada tiga saja, yaitu departemen luar negeri, kementerian komunikasi dan informasi, dan juru bicara Presiden. Semuanya saling terintegrasi.
Berikut ini adalah apa yang humas pemerintah lakukan terkait penyambutan Obama.
- Departemen Luar Negeri
Ketika itu menteri luar negeri, Marty Natalegawa dapat memaklumi pembatalan yang dilakukan Presiden Obama. Bahkan setelah pembatalan yang kedua kalinya terjadi. Departemen Luar Negeri cenderung positif menanggapi kejadian tersebut. Tidak seperti sikap sebagian orang yang geram dan menganggap ini pelecehan.
- Kementerian Komunikasi dan Informasi
Yang satu ini tidak begitu terdengar gaungnya. Kementerian yang dikawal Tifatul Sembiring ini tidak begitu terlihat banyak berkomentar. Terlihat dalam rasio (jumlah) pemberitaan di media yang tidak mengutip suara kementerian ini.
- Juru Bicara Presiden
Peran humas pemerintah yang dilakukan juru bicara presiden ini lebih kepada realitas psikogis atau suasana kebatinan yang dialami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika pembatalan terjadi. Serupa dengan Departemen Luar Negeri, nada positif sering keluar.
Kedatangan Obama
Ketika kedatangan Obama benar-benar terjadi, publik pantas memberi apresiasi pada peran humas pemerintah ini. Setidaknya peran humas pemerintah mampu menjelaskan penjelasan yang simpatik (memahami) dan optimistik. Sehingga kebatalan yang dibuat Obama, tidak membuat rasa ketersinggungan publik melebar.
Apa saja indikatornya?
- Kedatangan Obama disambut (sangat) ramah. Bahkan antusiasme yang ia dapat luar biasa.
- Kerja sama strategis. Obama tidak datang sekadar untuk mencicip sate, bakso, atau emping. Namun juga meneken kerja sama strategis dengan pemerintah Indonesia.
- Suara positif dari media. Tone dari media yang lebih menampilkan sisi positif. Tidak seperti dugaan sebagian orang yang akan menampilkan sisi dari keburukan Amerika Serikat. Semisal kontrak migas.

