logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah

Sejarah dan Dampak Perang Dunia 1


Ilustrasi perang dunia 1 

Perang selalu mendatangkan kesedihan dan kerugian di semua bidang kehidupan. Tak sedikit korban akibat perang, di antaranya militer dan pihak sipil dari orang tua sampai anak-anak. Perang terdahsyat pertama kali terjadi pada 1914–1918 yang melibatkan sebagian besar negara-negara Eropa yang disebut Perang Dunia 1.

Perang itu mengerikan dan sangat mengerikan. Menghindarinya lebih baik daripada mengalaminya. Pemenang dan yang kalah semua tak ada yang diuntungkan. Apalagi rakyat yang tak bisa apa-apa selain mengikuti arah yang telah ditetapkan oleh para pemimpin. Rakyatlah yang akan menderita. Mereka akan dibunuh dan yang wanita akan diperkosa.

Di zaman yang sudah sangat canggih dan modern, akan sangat menakutkan jika ada dua negara atau lebih yang mengalami perselisihan. Ya, berbagai negara senantiasa menganjurkan jangan sampai kejadian lagi perang dunia ke-3. Ada banyak sekali ketakutan jika perang dunia ke-3 ini sampai terjadi. Mengapa?

Dalam perang dunia 1 dan 2 saja yang notabene persenjataan perangnya masih belum terlalu canggih seperti saat ini, korbannya bisa mencapai jutaan orang. Apalagi, jika perang dunia ke-3 terjadi yang persenjataan perangnya sudah sangat canggih, bisa-bisa korbannya tidak terhitung. Sungguh mengerikan!

Perang Itu Sadis

Perang itu adalah ajang pertunjukkan kesadisan. Semua orang akan berubah menjadi bagai srigala haus mencabik-cabik tubuh musuh. Tak ada lagi yang bisa menghalangi hati yang telah bertekad menghabisi setiap orang yang berpihak kepada musuh. Menghabisi semua mahluk yang bergerak yang dimiliki oleh musuh dan mengambil semua barang yang berharga milik musuh.

Wanita-wanita yang merupakan bagian dari musuh juga harus dirusak dengan cara memperkosanya berkali-kali hingga ia hamil dan akan melahirkan anak yang menjadi seperti dirinya. Kalaupun wanita itu tak mau mempertahankan anak dalam kandunganya, mereka pun tidak peduli. Wanita itu menjadi depresi itu bukan satu hal yang harus dipikirkan. Malah mereka akan merasa senang. Itu artinya mereka bisa menghancurkan musuhnya dari dalam.

Wanita dianggap sangat penting sebagai orang yang akan melahirkan generasi selanjutnya. Satu negara yang tak memiliki wanita-wanita tangguh hanya akan menjadi bangsa yang kerdil. Pasti hal inilah yang paling dinanti dan diharapkan oleh musuh. Bagaimana mungkin manusia bisa merasa bahagia ketika melihat orang lain menderita? Bukan manusia yang sebenarnya kalau sudah seperti itu. Tapi itulah perang.

Bahkan anak-anak musuh diculik dan dididik seperti ala mereka dan bahkan anak-anak kecil itu dijadikan mesin pembunuh bangsanya sendiri karena otaknya telah dicuci.

Kisah itu benar-benar terjadi. Ketika satu desa kecil diserang oleh musuhnya, para penyerang memperkosa dan langsung membunuh setiap wanita di desa itu. Lalu memenjarakan setiap laki-laki dewasa yang amsih hidup. Sedangkan anak-anak terutama anak-anak laki-laki dididik agar bisa menjadi seorang pembunuh bangsanya sendiri kelak.

Apa yang sebenarnya menyebabkan Perang Dunia 1 itu terjadi? Alasan pendudukan dan perluasan wilayah kekuasaankah? Atau hanya ingin menunjukkan bahwa negaranya adalah yang terkuat di dunia? Untuk mencari tahu jawabannya dan membuat Anda tidak bertanya-tanya lagi, sebaiknya bacalah sejarah tentang perang yang cukup mengerikan tersebut.

Sejarah Perang Dunia 1

Perang Dunia 1 merupakan salah satu perang terbesar yang pernah terjadi di dunia pada rentang waktu 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918 yang melibatkan dua blok besar di dunia, yakni blok sekutu dan blok sentral.

Meski terbilang singkat, kekejian dan kengerian perang ini sangatlah besar dengan banyaknya korban yang meninggal di kedua belah pihak. Para korban itu meninggal dengan cara yang cukup mengerikan untuk digambarkan satu per satu.

Negara yang tergabung dalam blok sekutu adalah Rusia, Prancis, Britania Raya, Kanada, Italia, dan Amerika Serikat. Sedangkan blok sentral dihuni oleh negara-negara, seperti Austria-Hungaria (sekarang Austria), Jerman, Kekaisaran Ottoman, dan Bulgaria.

Korban meninggal dari blok sekutu mencapai 5.520.000 jiwa, sedangkan dari blok sentral mencapai 4.386.000. Korban yang terluka dan hilang dari kedua belah pihak mencapai kira-kira 28.000.000 jiwa lebih.

Sungguh semua angka yang tak bisa dilihat dari angka saja. Setiap jiwa itu pasti mempunyai orang-orang yang dikasihinya yang akan menderita sekali ditinggalkan oleh orang yang dicintainya dengan cara yang sangat mengenaskan.

Apa sebenarnya yang memicu Perang Dunia 1 hingga meledak dan mampu menewaskan jutaan jiwa tak berdoasa ini? Percaya atau tidak, perang dunia pertama ini sebenarnya dipicu oleh kematian satu orang saja.

Ya, kematian satu orang. Namun, tentu saja orang tersebut adalah orang yang memiliki kedudukan penting di satu negara. Satu orang yang sangat berpengaruh terhadap satu peradaban. Orang yang sangat penting.

Adalah kematian Pangeran Frans Ferdinand yang dibunuh oleh salah seorang tokoh nasionalis Serbia di Sarajevo-lah yang menyebabkan awal terjadinya peperangan besar ini.

Pembunuhan Frans Ferdinand yang merupakan putra mahkota sekaligus penerus tahta kerajaan Austria-Hongaria ini kemudian dianggap sebagai aksi dan bentuk perlawanan Serbia terhadap Austria-Hungaria. Pembunuhan yang dianggap sebagai pembangkangan yang harus dibalas dengan harga yang sangat mahal.

Ketika Austria-Hungaria menyatakan perang terhadap Serbia, Rusia langsung mendeklarasikan keinginannya untuk membantu Serbia yang tak lain dan tak bukan adalah sekutu abadinya. Mengetahui Rusia turut campur tangan, maka Jerman yang berada satu blok dengan Austria-Hungaria langsung menyatakan perang kepada Rusia.

Demikianlah perang itu berlangsung dan semakin banyak melibatkan negara-lain yang memang memiliki dendam sendiri-sendiri terhadap negara yang tengah berperang.

Dendam yang telah begitu lama terpendam itu ternyata menemukan salurannya sehingga tanpa diperintah mereka pun ikut dalam perang yang mungkin saja telah dinanti-nantikan. Tetapi sebelumnya mungkin belum mempunyai keberanian. Setelah ada yang memulainya, maka pecahlah perang itu.

Selain meninggalnya Pangeran Frans Ferdinand, ada beberapa hal yang memicu terjadinya Perang Dunia 1. Yaitu:

1. Terjadi Pertentangan Antara Negara-negara Eropa

Setelah negara-negara Eropa mengalami perkembangan dan kemajuan kemudian bermaksud menjadikan negara-negara jajahan sebagai sumber bahan baku industri, terjadilah perebutan negara-negara jajahan di Asia, Afrika, dan Amerika, yang mengakibatkan negara yang satu berhadapan dengan negara lain.

Pertentangan antara Inggris dengan Prancis semakin memanas ketika Kaisar Napoleon I Bonaparte berkuasa di Prancis. Perluasan wilayah oleh Bonaparte dianggap merugikan Inggris sebagai negara yang meguasai lautan. Pertentangan Inggris dan Prancis berakhir setelah Jerman menjadi negara kuat di Eropa yang mengalahkan Inggris dan Prancis.

Kemudian, kedua negara tersebut membentuk Entene Cordiale pada 1904 sebagai upaya membendung kekuasaan Jerman. Jerman di mata negara tetangga, khususnya sesama negara industri, tidak hanya dipandang sebagai saingan dalam perdagangan. Wilayah politik Jerman dianggap mengganggu ketertiban dunia.

2. Munculnya Berbagai Persekutuan

Persekutuan antarnegara untuk mendapatkan kekuatan dalam menghadapi negara lain awalnya dilakukan Jerman ketika menghadapi Uni Soviet (Rusia) pada 1978. Drie Bund (Triple Aliance) adalah sebutan untuk persekutuan antara Jerman, Austria, dan Italia. Ketiga negara tersebut berada di kelompok sentral, yaitu yang terletak di pusat Benua Eropa.

3. Terjadinya Perlombaan Senjata

Peperangan antarnegara sentral dengan negara-negara sekutu semakin sengit sehingga mengakibatkan persiapan dengan penyediaan senjata. Keberhasilan Jerman dan Amerika Serikat dalam mensuplai senjata menjadi penting.

Dampak Perang Dunia 1

Perang Dunia 1 memiliki dampak yang luar biasa bagi perkembangan dunia di kemudian hari. Tak hanya dampak negatif, ternyata setiap peperangan juga menghadirkan dampak positif. Namun, tentu saja jumlah positifnya tidak akan sesuai dengan dampak negatif yang dihasilkan perang tersebut.

Salah satu dampak positif yang dilahirkan dari perang dunia yang pertama ini adalah dengan terbentuknya negara-negara baru. Perjanjian Versailes yang merupakan penyudah perang dunia pertama  ini mengharuskan negara-negara yang berada dalam kekuasaan Jerman, seperti Denmark, Cekoslovakia, Polandia, dan Belgia, untuk segera dimerdekakan.

Sementara dampak negatif perang ini, di samping banyaknya korban jiwa, dan kerugian dana yang sangat besar adalah dengan munculnya faham-faham ekstrem seperti diktatorisme, fasisme, dan komunisme yang pada akhirnya menyebabkan pecahnya perang dunia ke-2.

Perang Dunia ke-1 menimbulkan perubahan di segala bidang kehidupan, politik, sosial, maupun ekonomi. Di samping itu, mendorong terbentuknya Liga Bangsa Bangsa (LBB) yang didirikan berdasarkan 14 pasal prakarsa perdamaian yang diajukan Presiden Woodrow Wilson pada 1919 yang bertujuan untuk menjadi penengah dalam perundingan-perundingan mengenai pertikaian negara anggotanya.

Namun, posisi LBB sangat lemah sehingga tidak berhasil menciptakan kedamaian. Cerita tentang kelamnya peperangan yang terjadi antara negara-negara di Eropa tersebut sungguh sebuah pelajaran yang berharga tentang betapa indahnya perdamaian.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Situs-Situs Peninggalan Kerajaan Cirebon
  • Sumbangsih Peradaban Cina Terhadap Peradaban Manusia
  • Sejarah Jam di Dunia
  • Fungsi Kantor Pos yang Mulai Terlupakan
  • Fakta Sekitar Perjanjian Renville
  • Perjuangan di Balik Hari Pahlawan
  • Peta Plato Menuju Kerajaan Atlantis
  • Ingat, Perjuangan Para Pahlawan Belum Tamat!
  • Akankah Keroncong Perjuangan Lahir Kembali?
  • Mengenal Sejarah Organisasi Budi Utomo
  • Perjalanan Sejarah Ilmu Pengetahuan
  • Makalah Manusia dan Peradaban: Adam dan Adapa
  • Tekad dan Latar Belakang Sumpah Pemuda
  • Menelusuri Sejarah Candi Borobudur Lengkap
  • Misteri Atlantis Kota yang Hilang
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA