Menelusuri Penyebab Perang Suku di Papua

Pada beberapa suku penghuni bumi Cendrawasih, atau sekarang lebih dikenal dengan Papua, perang suku di Papua adalah hal yang masih sering dilakukan. Namun, beberapa suku lain yang telah maju dan menerima pembaharuan di bidang agama dan pendidikan, perang suku telah lama menjadi hal yang ditinggalkan.
Penyebab Perang Suku di Papua
Berikut adalah beberapa penyebab mengapa dua suku di Papua dapat berperang hingga memakan waktu yang lama, dan juga konsekwensi yang harus dibayar untuk menghentikan peperangan tersebut.
1. Membawa lari anak perempuan orang lain (menikahi tanpa ijin).
Jika itu dilakukan tanpa persetujuan pihak keluarga si perempuan, maka perang antar suku dapat terjadi. Hukuman untuk si pembawa lari adalah membayar denda berupa beberapa ekor babi kepada keluarga si perempuan.
2. Selingkuh
Perselingkuhan rupanya juga dapat terjadi di kalangan suku di Papua. Jika ketahuan, maka denda yang harus dibayar oleh pihak lelaki yang selingkuh adalah babi beberapa ekor. Jika tidak, maka perang suku dapat terjadi.
3. Pencurian benda berharga
Misalnya kulit kerang maskawin dari seorang lelaki dari suatu suku di curi. Masalah dapat dianggap selesai jika si pencuri mengembalikan dan membayar denda berupa babi.
4. Pencurian hewan ternak
Jangan heran jika masalah ini dapat menyebabkan perang suku. Hewan ternak adalah harta yang berharga bagi masyarakat tradisional. Maka jika tertangkap siapa yang mencurinya, akan dikenai denda berupa babi, tapi jumlahnya tidak sebanyak denda pada kasus-kasus di atas.
5. Sakit setelah bertemu
Rasa curiga yang dimiliki oleh kebanyakan suku primitif amat besar. Keterbatasan ilmu pengetahuan dan logika membuat mereka mencurigai setiap hal yang membuat mereka sakit.
Misal, setelah bertemu dengan seseorang dari suku lain kemudian mereka mengalami sakit, maka kecurigaan bahwa orang dari suku lain itu lah penyebab timbulnya sakit mereka.
Hal tersebut juga berlaku untuk anak-anak mereka. Jika setelah usai bermain dan salah satu anak menderita sakit, maka teman-teman anak yang sakit itu dicurigai sebagai penyebab. Hal tersebut dapat memicu perang suku di Papua.
Satu-satunya cara jitu untuk mengurangi terjadinya perang suku di Papua adalah memberikan pendidikan agama dan juga ilmu pengetahuan umum kepada semua suku yang ada di Papua secara merata. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka juga akan membuat kehidupan primitif suku-suku tersebut perlahan akan hilang, berganti dengan kehidupan yang lebih baik.






