Perangko Langka
Ilustrasi perangko langka
Mungkin orang zaman dahulu tidak akan menyangka bahwa perangko yang pernah mereka gunakan akan menjadi perangko langka. Namun terbukti dengan semakin berkembangnya teknologi. Apalagi dengan adanya internet, maka perangko langka semakin diburu.
Hal ini terjadi seiring dengan pesatnya perkembangan surat elektronik atau e-mail. Email membuat banyak orang berpaling dari cara pengiriman surat konvensional yang menggunakan perangko dan memakan waktu berhari-hari. Dengan email surat yang anda kirim akan tiba ke tempat tujuan hanya dalam hitungan detik.
Namun hal ini tak membuat pesona perangko memudar. Malah membuat perangko menjadi bahan koleksi para kolektor. Terutama perangko langka yang memiliki kriteria tersendiri. Seperti halnya perangko bergambar artis Hollywood Audrey Hepburn. Perangko langka ini terjual seharga tigaratus delapan puluh ribu poundsterling.
Sejarah Perangko
Sejarah perangko berawal di Inggris pada tahun 1840. Yaitu dengan diterbitkannya perangko pertama yang dikenal dengan nama The Penny Black. Perangko ini berbentuk persegi yang dicetak dengan tinta berwarna hitam. Di dalamnya terpampang gambar wajah Ratu Victoria dari samping dengan tulisan one penny pada bagian bawah dan kata postage di bagian atasnya.
Setelah Inggris perangko juga diterbitkan oleh negara-negara lain seperti Swiss, Prancis, Amerika dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia.Di Indonesia sendiri perangko dikenalkan pertama kali oleh Belanda yang saat itu masih menjajah negara kita. Tepatnya 1 April 1864, perangko Hindia Belanda diterbitkan dengan nominal harga 10 sen dengan gambar profil Raja Willem III.
Menyimpan Perangko Langka
Perangko langka walau sudah anda simpan dengan baik tetap membutuhkan perawatan. semua ini bertujuan agar gambarnya tidak pudar dan perangkonya awet. Terutama untuk perangko bekas yang butuh perawatan lebih telaten daripada perangko baru. Berikut langkah-langkah yang bisa anda ikuti dalam merawat perangko langka.
- sediakan album khusus untuk menyimpan perangko. Pisahkan album untuk menyimpan perangko baru dengan album untuk menyimpan perangko bekas.
- jika perangko baru anda beli dalam keadaan belum terpotong-potong dan masih dalam satu seri,sebaiknya perangko tersebut anda lapisi dengan plastik pembungkus sebelum disimpan dalam album khusus perangko
- jagalah jangan sampai album koleksi perangko anda terletak di tempat yang lembab. karena hal ini akan menyebabkan perubahan warna pada koleksi perangko Anda.
- bila masih ada kertas yang menempel pada bagian belakang perangko bekas Anda, sebaiknya anda bersihkan dulu dari sisa kertas yang menempel sebelum perangko Anda simpan dalam album koleksi.
Cara membersihkan bagian belakang perangko bekas dari sisa kertas yang menempel adalah dengan cara merendam perangko dalam sebuah wadah berisi air. Diamkan hingga kertas bekas amplop yang menempel pada bagian belakang perangko terlepas. Setelah itu angkat perangko dari dalam air dengan menggunakan pinset khusus dan letakkan di atas kertas koran. Kertas koran akan menyerap air dengan cepat sehingga prangko akan lekas kering. Jangan lupa untuk melakukan proses ini dengan hati-hati agar perangko tidak robek.

