logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support
Beranda

Standar Kebutuhan Gizi Bayi

Oleh: AnneAhira.com Content Team
 

ASI merupakan gizi bayi terbaik, sumber makanan utama dan paling sempurna bagi bayi usia 0-6 bulan.

ASI eksklusif menurut WHO (World Health Organization) adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain baik susu formula, air putih, air jeruk, ataupun makanan tambahan lain.

Sebelum mencapai usia 6 bulan sistem pencernaan bayi belum mampu berfungsi dengan sempurna, sehingga ia belum mampu mencerna makanan selain ASI.

Setelah masa ini, bayi mesti dikenalkan dengan makanan pendamping ASI. Contohnya bubur susu, bubur saring, dan nasi tim. Mulai usia ini kapasitas pencernaan, enzim pencernaan, dan kemampuan metabolisme bayi sudah siap untuk menerima makanan lain selain ASI.

Kebutuhan gizi bayi tidak tercukupi dari ASI saja. Sekitar 70% kebutuhan gizi bayi tercukupi dari ASI dan 30% dari makanan pendamping ASI.

Agar bayi memiliki memori yang memudahkan dia mengonsumsi aneka bahan makanan bergizi, maka perlu dikenalkan tekstur dan rasa sejak dini. Kesulitan pemberian makan akan jarang terjadi karena anak sudah terbiasa dengan beragam bahan makanan sejak dini, sehingga gizi bayi tidak terpenuhi.

Pendisiplinan pemberian makan secara teratur juga membentuk kebiasaan yang baik Disiplin ini penting untuk pertumbuhan fisik dan pembentukan pola hidupnya kelak.

Adapun standar kebutuhan gizi bayi adalah sebagai berikut :

  • Kalori: 100-120 per kilogram berat badan.
    Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya: 8 x 100 /120 = 800/960 kkal
  • Protein: 1,5-2 gram per kilogram berat badan
    Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya 8 x 1,5/2 = 12/16 : 4 = 3/4 gram
  • Karbohidrat: 50-60 persen dari total kebutuhan kalori sehari
    Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 50%-nya = 400 : 4 = 100 gram
  • Lemak: 20 persen dari total kalori
    Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 20%-nya = 160 : 40 = 40 gram

Oh ya, mengingat tubuh bayi rentan terhadap penyakit dan untuk memenuhi gizi bayi, maka setiap kali mengolah makanan, lakukan hal-hal berikut:

  • Cuci semua bahan makanan seperti buah dan sayur sampai bersih.
  • Gunakan peralatan makan dan minum yang steril, yakni dicuci bersih di air mengalir dan direndam di air mendidih atau dimasukkan ke dalam alat steril selama 5 menit.
  • Pastikan tangan sudah dicuci bersih. Gunakan sendok yang berbeda ketika Anda ingin mencicipinya. Hal ini untuk menghindari perpindahan virus atau kuman yang mungkin ada di mulut Anda ke mulut bayi.
  • Cuci peralatan makan bayi setiap kali selesai dipakai. Buang sisa makanannya karena enzim yang berasal dari ludah bayi akan mulai mencerna makanan itu, mengubahnya menjadi berair, dan cepat busuk.

Beri rating untuk artikel di atas
Tolong SHARE
halaman ini

facebook

Twitter

Linkedin
Google +1
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
MENU TOPIK
Perawatan Bayi
  • Tips Mengatasi Masalah Biang Keringat Bayi
  • Pemberian Kebutuhan Gizi Bayi
  • Waspada Terhadap Bayi Kuning
  • Tips Memandikan Bayi Yang Tepat
  • Standar Kebutuhan Gizi Bayi
  • Memilih Makanan Bayi
  • Tips Merawat Bayi Dengan Benar
  • Petunjuk Perkembangan Bayi
  • Bayi Cegukan
Artikel Terkait
  • Mengatasi Bayi Sembelit
  • Pertumbuhan Berat Badan Bayi Ideal
  • Pencegahan Bayi Muntah
  • Menumbuhkan Bayi Sehat
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA