logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Binatang Peliharaan    Burung    Merawat Burung

Cara Perawatan Burung Cucak Ijo


Ilustrasi perawatan burung cucak ijo

Perawatan burung Cucak Ijo sedikit berbeda dengan perlakuan burung lainnya yang tidak termasuk jenis burung kontes. Burung Cucak Ijo ini termasuk dalam jenis burung kontes yang sering diperlombakan karena kemerduan suaranya. Keistimewaan inilah yang membuat pemiliknya harus memberikan perlakuan khusus guna menjaga performa kicauannya. 

Cucak hijau merupakan burung kicauan papan atas yang banyak digemari oleh penggemar burung ocehan. Cucak hijau menjadi salah satu primadona kontes burung, karena memiliki variasi suara yang beragam. Selain itu penampilan fisiknya pun enak dilihat yakni seluruh tubuhnya dibalut bulu berwarna hijau cerah.

Perawatan Burung Cucak Ijo - Mengulas Cucak Hijau  

Sebelum mengulas lebih jauh tentang cara perawatan burung cucak ijo.  Ada baiknya kita melihat dahulu lebih jauh tentang cucak ijo atau cucak daun.  Walaupun namanya sama dengan cucak rowo, ternyata kalau dirunut secara ilmiah, perbedaannya sangat jauh dengan cucak hijau.  Burung ini memiliki nama latin Chloropsis sonnerati masuk dalam golongan Chloropseidae.

Antara burung cucak hijau jantan dan betina bisa dibedakan dari postur tubuh dan warna bulunya.  Burung jantan dibalut warna hijau tua pada sekujur tubuhnya, sedangkan pada bagian paruh dan bawah kepala ditumbuhi bulu warna hitam legam.  Postur tubuhnya lebih besar dan tegap. Sedangkan burung betina seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu hijau muda, pada bagian bawah cenderung warna kuning.  Pada lingkar mata ditumbuhi kulit berwarna kuning juga. Postur tubuh burung betina lebih kecil.

Sedangkan variasi suara pada burung jantan lebih lengkap dan nyaring dari, gerakannya pun agresif dari pada burung betina yang cenderung pasif. Tentu harga burung jantan lebih mahal dari pada burung betina.  Namun ada kalanya burung betina harganya terdongkrak ketika dia dipakai untuk diternakan, apalagi burung betina yang pernah menetaskan telurnya.

Burung ini habitat aslinya ada di lereng-lereng gunung terutama di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara dan hutan-hutan di Sumatera dan Kalimantan.  Di habitat aslinya burung cucak ijo adalah pemakan serangga dan buah-buahan. Di pagi hari kawanan burung cucak ijo keluar dari sarangnya untuk mencari makan sepanjang hari hingga petang.

Perawatan Burung Cucak Ijo - Tip Merawat Burung Cucak Ijo

Bagi Anda yang masih pemula menjadi penggemar burung kicauan jangan takut gagal. Agar burung kesayangan Anda cepat berkicau kuncinya adalah selalu memerhatikan perawatannya, jangan sampai terabaikan.   Tak hanya sekedar menjaga makanan burung Cucak Ijo ini agar selalu tersedia di kandang.  Namun lebih dari itu saja, berikut ini cara-cara mudah merawat burung Cucak Ijo bagi pemula:

1. Kandang 

 Karakter burung Cucak Ijo yang gesit dan sering melompat-lompat selain itu postur tubuhnya tergolong besar untuk ukuran burung kicauan. Sebaiknya siapkan kandang agak besar dan diletakan dua bilah palang tangkringan agar burung bisa bertengger nyaman. Kandang burung biasanya berbentuk segi empat terbuat dari bambu dan kayu. 

Kalau untuk kontes sebaiknya gunakan kandang model Sanghai yang berbentuk bundar memanjang. Di kandang sediakan tempat pakan berjumlah dua  untuk pakan voer dan kroto. Selain itu, sediakan tempat air minum burung. 

Namun ketika burung akan dikawinkan guna diambil keturunannya, sebaiknya letakan pada pada kandang permanen yang agak luas.  Kandang permanen dipakai agar burung tak lekas stress dan cepat kawin. 

2. Pakan Burung 

Makanan utama burung Cucak Ijo di alam adalah serangga, biji-bijian dan buah-buahan. Jadi, jika Anda memelihara burung Cucak Ijo sebaiknya selalu menyediakan makanan tersebut dalam kandang. Namun, agar teratur sebaiknya dijadwal pemberian pakannya. Untuk pakan utama jangan dilupakan diberi voer, belalang, dan ulat bambu sebagai proteinnya. Pakan buah-buahan berupa pisang kepok dan papaya masak. 

Perhatikan juga saat musim hujan, pada musim ini biasanya burung rawan diserang penyakit, pencegahannya sebaiknya sering-sering diberikan pakan kroto dan jangkrik hidup. Pastikan air minum selalu penuh. Jangan sampai tempat air minum kering. Untuk air minum burung sebaiknya menggunakan air minum matang, agar lebih sehat.

3. Mandi 

Burung cucak hijau merupakan burung yang gemar mandi. Agar si burung bisa melampiaskan kegemaran membersihkan diri, sebaiknya sediakan kandang khusus untuk mandi. Kandang buat mandi berisi wadah/ nampan plastik yang diberi air bersih secukupnya.  

Waktu yang tepat memandikan burung di pagi hari antara pukul 8:30 sampai 10:00, sedangkan sore hari pukul 15:00 – 16:30. Namun, jika pagi dan sore cuacanya mendung/ tidak ada sinar matahari sebaiknya aktivitas mandi diurung saja menunggu hari cerah. Air untuk mandi burung sebaiknya menggunakan air bersih yang diambil dari sumur atau air ledeng. 

 Setelah tempat kandang tempat mandi dipakai, sebaiknya dibersihkan kembali, airnya dibuang. Kemudian diisi lagi untuk burung berikutnya, jadi setiap burung menggunakan air yang berbeda agar, kebersihannya terjamin, dan tak menularkan penyakit. 

4. Penjemuran 

Biasakan setelah burung dimandikan, selalu dijemur di bawah terik matahari pagi agar terhindar dari penyakit burung. Penjemuran bisa dilakukan pagi hari dan sore hari. Ketika matahari sudah naik. Sebaiknya letakan sangkar burung di tempat yang terhalang sinar matahari. 

Sinar matahari pagi mengandung vitamin D yang bisa membantu pertumbuhan tulang, dan bulu. Kegiatan ini bermanfaat untuk burung muda, dan burung yang tengah mabung atau bulu rontok. 

Lakukan tiap hari sembari burung di jemur, bersihkan kandang dari kotoran burung dan sisa makanan, agar tak mengundang bakteri dan lalat.

5. Kebersihan Sangkar

Salah satu kegiatan yang harus diperhatikan dalam merawat dan memelihara burung adalah kebersihan dan sanitasi. Agar burung Cucak Ijo Anda selalu sehat dan terhindar dari penyakit, pastikan sangkar burung rutin dibersihkan. Setiap dua hari sekali bersihkan kandang dari kotoran burung.

Kotoran burung ada ada di dasar kandang jangan dibiarkan menumpuk sampai tinggi. Bersihkan dengan air mengalir lantas semprot sedikit kandang burung dengan cairan pembasmi kuman yang sering digunakan untuk membersihkan kamar mandi. Kemudian bersihkan juga tempat makan dan minum burung, buang sisa makanan yang membusuk, kemudian bersihkan agar terhindar dari jamur dan lumut yang menumpuk pada tempat minum burung. Setelah itu, jemur sangkar burung Anda di bawah sinar matahari pagi sampai kering. 

Perawatan Burung Cucak Ijo - Cara Merawat Burung Sakit 

Burung yang sakit tak boleh didekatkan dengan burung sehat, agar tak tak ketularan. Sebaiknya burung yang sakit dipisahkan dengan burung-burung lain. Masukkan burung yang sakit di sangkar soliter, dan diberi penghangat dari lampu bolam 5 watt.

Berikan vitbrid yang dilarutkan pada air minumnya dan berikan makanan yang kaya nutrisi dan protein seperti jangkrik hidup, kroto dan voer.   Selain itu di pagi sekitar pukul 07:00 dijemur langsung di bawah sinar mata hari pagi. 

Perawatan Burung Cucak Ijo - Harga Burung Cucak Ijo di Pasaran

Harga burung Cucak Ijo di pasar burung beragam tergantung levelnya. Burung muda harganya masih murah antara 75 rb sampai 150 rb, tapi kalau burungnya sudah gacor ngoceh, tentu harganya mahal kisaran 200 rb sampai 1 jt.

Namun perlu diketahui, kalau Anda hendak membeli Cucak Ijo sebaiknya yang masih anakan, keuntungannya selain harganya murah, performa burung bisa kita bentuk menjadi burung yang jago berkicau.

Perawatan Burung Cucak Ijo - Plus Minus Membeli Burung Tangkapan Liar dan Burung Ternak 

Burung yang dijual di pasar berasal dari dua sumber yakni dari hasil budidaya yang dilakukan oleh peternak burung cucak ijo. Kelebihan membeli bakalan burung dari hasil ternak adalah, bisa dipastikan dari keturunan juara. Burung jawara biasanya menghasilkan keturunan yang bermental jawara pula. Selain itu bakalan burung hasil dari ternak mudah dijinakan dan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Ini berbeda dangan burung hasil tangkapan alam yang cenderung liar dan sulit dijinakan.

Sumber kedua dari tangkapan dari alam liar. Pemburu burung cucak ijo dalam menangkap buruannya menggunakan jaring dan pulut yang terbuat dari getah pohon nangka. Burung liar dipancing dengan burung cucak betina, agar mau mendekat dan hinggap pada dahan yang sudah diolesi pulut.

Harga burung hasil tangkapan biasanya lebih murah dari pada burung ternak. Kelemahan burung tangkapan adalah burung jenis ini lebih cepat stress dan panik, dan sulit dijinakan. Kalau sudah stress burung enggan makan dan secepat mati. Jadi  butuh perhatian lebih untuk menjinakan burung liar.  

Demikianlah sekilas tentang tips cara perawatan burung cucak ijo agar cepat gacor. Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA