logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Amerika Serikat

Perekonomian Amerika Serikat yang Kuat dan Makmur


Ilustrasi perekonomian amerika serikat

Perekonomian Amerika Serikat merupakan perekonomian negara terbesar di dunia, dengan Produk Domestik Bruto pada tahun 2011 silam diperkirakan melebihi 15 miliar Dolar, kira-kira seperempat nominal PDB Standar dunia. Daya beli masyarakatnya adalah yang tertinggi di dunia. Dengan PDB per kapita senilai $48.450, Amerika Serikat menjadi salah satu negara makmur dunia. Amerika Serikat juga sangat aktif melakukan perdagangan internasional. Mitra ekspornya yang paling besar adalah Kanada, Meksiko, Cina, dan Jepang.

Sekilas tentang Perekonomian Amerika Serikat

Sistem ekonomi yang digunakan di Amerika Serikat adalah sistem ekonomi campuran. Pertumbuhan PDB-nya stabil, angka penanggurannya sedang-sedang saja, dan investasi di bidang keuangan di sana sangat tinggi. Sejak tahun 1890-an, perekonomiannya sudah menjadi perekonomian terbesar di dunia. Di tahun 2012 saja negeri ini menjadi negeri industri terbesar di dunia yang memenuhi 1/5 kebutuhan industri dunia.

Dari 500 perusahaan besar dunia, 133 di antaranya bermarkas di Amerika Serikat. Jumlah ini dua kali lebih banyak dari jumlah perusahaan besar di negara mana pun. Sektor yang paling berperan dalam menyukseskan perekonomian negara ini adalah sektor jasa. Dalam indeks persaingan industri teknologi dan informasi, Amerika Serikat menduduki peringkat pertama. Pasar tenaga kerja di Amerika Serikat telah menarik banyak imigran dari berbagai penjuru dunia, sehingga peringkat migrasi di negara ini menjadi yang tertinggi di dunia.

Sekitar 60% cadangan mata uang global diinvestasikan dalam bentuk Dolar Amerika Serikat, sedangkan 24% lainnya diinvestasikan dalam Euro. Negara ini memiliki pasar keuangan terbesar dan paling berpengaruh. Investasi asing yang dibuat di Amerika Serikat bernilai $2,4 juta, jauh lebih besar dari negara mana pun. Sementara itu invesitasinya di negara-negara asing mencapai nilai $3,3 triliun.

Perekonomian Amerika Serikat: Mata Uang dan Bank Sentral

Dolar Amerika adalah mata uang yang nilai tukarnya cukup tinggi. Dolar Amerika merupakan mata uang yang paling banyak digunakan dalam berbagai transaksi internasional. Beberapa negara lain menggunakan Dolar sebagai mata uang resminya, sedangkan beberapa lainnya menggunakannya sebagai mata uang de facto.

Bank sentral Amerika Serikat berusaha menerapkan kebijakan moneter (pengendalian atas jumlah uang melalui mekanisme seperti mengubah tingkat suku bunga) dan kebijakan fiscal (pajak dan pengeluaran) untuk mempertahankan status inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi tinggi, dan angka pengangguran yang rendah.

Bank sentral swasta di sana, yakni Federal Reserve, dibentuk pada tahun 1913 untuk menyediakan mata uang yang stabil dan melaksanakan kebijakan moneter. Meskipun negara ini mengalami kerugian yang signifikan karena inflasi, Dolar sebagai mata uang Amerika Serikat masih dianggap sebagai mata uang yang paling stabil di dunia. Melalui berbagai hambatan dan rintangan, sejauh ini Dolar Amerika tetap kuat dan menjadi mata uang yang paling banyak digunakan dalam perdagangan internasional. 2/3 kegiatan pertukaran mata uang di dunia terjadi dalam Dolar Amerika, dan ini membuat posisi Dolar semakin kuat. Namun, utang nasional Amerika Serikat yang melonjak baru-baru ini dikhawatirkan akan menggoyahkan status Dolar yang kuat tersebut.

Perekonomian Amerika Serikat: Penghasilan dan Tingkat Kesejahteraan

Menurut Biro Sensus Amerika Serikat, rata-rata penghasilan masyarakat kelas menengah di Amerika Serikat sebelum dipotong pajak pada tahun 2007 adalah $50.233. Besarnya penghasilan masyarakat di sana cukup beragam, tergantung usia, gender, dan jenis pekerjaan. Rumah standar di Amerika Serikat cukup luas, dengan lebih dari 203 meter per orang.

Adapun mereka yang dianggap miskin bisa menempati rumah yang luasnya 121 meter per orang. Luas tersebut cukup besar, bahkan dibandingkan dengan rumah kelas menengah di Eropa. Selain itu, sebagian besar masyarakat Amerika Serikat memiliki perangkat elektronik yang paling canggih dibandingkan masyarakat negara lain.

Ekonomi Amerika Serikat terus naik, terutama pada tahun 1996 sampai tahun 2005. Akan tetapi resesi global yang terjadi pada 2007 - 2008 menyebabkan nilai aset Amerika Serikat di berbagai negara merosot turun. Semua aset mengalami penurunan nilai sekitar seperempatnya. Tingkat kesejahteraan di negeri Paman Sam itu pun menurun $14 triliun.

Terpuruknya Perekonomian Amerika Serikat

Tanyakankah kepada anak-anak remaja sekarang, bila mereka mempunyai uang dan waktu, ke manakah mereka akan pergi? Jawabannya, Amerika. Mengapa Amerika? Polesan depan dunia Amerika begitu menggoda. Kehidupan 'wah' yang penuh canda tawa sangat membius. Namun, tahukah kita bahwa gaya hidup materialistik tersebutlah yang menyebabkan terpuruknya perekonomian Amerika Serikat?

Tidaklah sulit menemukan berita banyak wanita mati karena komplikasi operasi plastik yang telah dilakukannya. Pemujaan akan fisik yang sempurna telah membutakan mata rakyat Amerika. Lihatlah reaksi masyarakat ketika mengetahui Britney Spears yang masih memiliki lemak di sekujur tubuhnya, berani tampil di show-nya hanya dengan dua helai kain penutup bagian vitalnya. Berita yang tersorot adalah tentang lemak yang dimiliki Britney Spears, bukan membahas tentang ketidaksopanannya memakai 'bikini' di acara tersebut.

Belum lagi, tingkat stres masyarakat yang tinggi karena ketiadaan pekerjaan dan hutang yang semakin menumpuk. Masyarakat yang 'gila dan sakit' seperti ini semakin memperparah perekonomian Amerika. Pertama, pengeluaran uang obat semakin tinggi, terutama untuk pembelian antidepresan. Kedua, peredaran obat-obatan terlarang semakin merajarela.

Bahkan, ada wacana untuk melegalkan peredaran drugs. Belum lagi, semakin banyaknya penyakit baru yang berkaitan dengan penggunaan antibiotik berlebihan. Semua hal tersebut, mau tidak mau, berkaitan langsung dengan kondisi perekonomian Amerika saat ini. Barack Obama yang sangat diharapkan oleh jutaan rakyat Amerika mampu membawa mereka dari resesi ekonomi yang telah menyebabkan tingkat pengangguran mencapai 9,6%. Namun, kefrustasian itu malah semakin menjadi. Keadaan ini membuat rakyat Amerika beralih ke partai Republik, partai saingan Demokrat. Pada pemilihan wakil rakyat bulan lalu, Demokrat kalah hingga Republik menguasai federal. Kini, Obama harus berjuang keras mewujudkan programnya.

Dengan berkurangnya dukungan di kongres, itu berarti semakin terhambatlah program pemulihan ekonomi yang telah dirancang Obama. Partai Republik akan berusaha menarik simpati rakyat, terutama dalam rangka mengambil tampuk pemerintahan pada pemilihan presiden berikutnya. Pemerintahan Obama telah berusaha membuka 151.000 lowongan kerja. Namun, hal tersebut masih belum mampu mengeluarkan Amerika dari jerat resesi ekonominya. Kekalahan telak malah dialami Amerika dari Cina. Kini, Yuan Cina semakin kuat. Perekonomian Cina mendominasi perekonomian dunia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup masyarakat Cina yang sederhana dan gemar menabung telah membantu pembangunan ekonomi Cina dengan pesat. Sementara rakyat Amerika yang terkenal dengan the big spender, kurang bisa menopang perekonomian bangsanya. Partai Republik, bahkan, berniat mengucurkan dana sebesar $600 juta dolar ke bidang perbankan.

Kebijakan ini membuat khawatir berbagai pihak di dalam maupun di luar negeri Amerika. Bila uang segar terlalu banyak beredar di perbankan, dikhawatirkan uang tersebut akan menjadi pemicu resesi ekonomi tahap kedua. Hal ini disebabkan tabiat masyarakat Amerika yang selalu haus uang. Bukti kehidupan yang terlalu materialistik adalah jutaan dolar yang habis dipakai di meja operasi plastik dan tingkat penjualan barang-barang penunjang kehidupan materialistik yang terlalu banyak. Misalnya, penjualan obat terapi hormon.

Selain itu, kehidupan serba cepat, serba besar, serba bagus, juga akan membuat rakyat Amerika tidak peduli berapa tingkat utang kartu kreditnya. Ditambah pertumbuhan ekonomi yang masih sangat lamban dan pengangguran yang masih tinggi, potensi kredit macet sangat tinggi. Apalagi, pemerintahan Obama sudah menaikkan pajak. Keterpurukan perekonomian Amerika Serikat ini bukannya tidak mungkin akan semakin menjadi bila rakyatnya tidak mengubah gaya hidup dan pemerintahnya tidak sigap mengambil kebijakan strategis. Lalu, masihkah kita bermimpi untuk hidup di Amerika?

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pesona Keadaan Alam Amerika Serikat
  • Kekuatan Mata Uang Dunia
  • Pulau Hawai - Negara Kepulauan di Lautan Pasifik
  • Air Terjun Niagara Tetap Memesona Hingga Kini
  • The Amish, Melihat Budaya Amerika Serikat dari Sisi Lain
  • Tokoh Anti-Perbudakan: Kisah Presiden Amerika Serikat ke-16
  • The Stars and Stripes, Bendera Amerika Serikat
  • Patung Liberty - Simbol Kebebasan Dunia
  • Kebudayaan Amerika Serikat
  • Filosofi Dasar Negara Amerika Serikat
  • Misteri Sejarah Amerika Serikat dalam Film Apocalypto
  • Amerika Serikat (AS), Negara Adikuasa
  • Amerika Serikat - Sang Negara Adi Daya
  • Fakta di Balik Kode Negara Amerika
  • Adam Smith - Bapak Ekonomi yang Murah Hati
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA