Perekonomian Eropa Dilihat dari Sepak Bola

Perekonomian Eropa sedang genting. Namun, itu tidak akan berlangsung berlarut-larut. Keyakinan ini selalu saja tampak ketika ada kekhawatiran mengenai ekonomi Eropa. Sejak krisis Yunani dan Irlandia, krisis ekonomi terus berlangsung. Meskipun demikian, dari sejarah dapat dipelajari bahwa negara-negara Eropa adalah negara-negara dengan fundamental ekonomi yang sangat kuat sehingga krisis ekonomi ini tidak akan sampai berpengaruh terlalu dalam terhadap perekonomian dunia. Lihatlah sepakbola Eropa yang selalu menarik disimak.
Ekonomi Eropa dalam Permainan Sepakbola
Jangan pernah lupa bahwa Eropa adalah tempat kekayaan dunia, intelektual hingga peninggalan sejarah. Bangsa Eropa adalah bangsa yang menjajah hampir seluruh permukaan bumi. Kekuatan intelektual, komitmen hidup, dan perundang-undangan, bangsa Eropalah jagonya. Permasalahan ekonominya hampir sama dengan industri sepakbolanya.
Regenerasi
Bangsa Eropa sangat paham bagaimana mendidik generasi muda untuk melanjutkan, meneruskan, bahkan mengembangkan tradisi juara yang sudah mengakar di sanubari bangsa Eropa. Ketika Italia menjadi juara dunia 2006, kebanyakan orang berharap Prancislah yang lebih pantas juara. Namun, darah muda yang mengalir di tim Italia telah membuat Italia menang walau lewat penalti. Begitupun, di sektor ekonomi. Eropa telah mempunyai banyak pakar ekonomi muda yang akan mampu mengatasi keruwetan perekonomiannya.
Salah Urus
Bangsa Eropa adalah bangsa yang sangat disiplin. Mereka sangat yakin bahwa keberhasilan itu didapatkan dari kedisiplinan. Masih pada Piala Dunia 2006 dan Piala Dunia 2010, tim Inggris bertabur bintang pengalaman dari berbagai liga yang ada di negaranya. Namun, mismanagement dan intrik yang terdengar dari luar lapangan membuat tim Inggris terseok dan akhirnya kalah. Jadi, perekonomian Eropa yang sedang agak tidak stabil saat ini diyakini membutuhkan penanganan manajemen yang lebih profesional.
Tak Mungkin Menang Bila Tak Yakin
Pada 2006, tim Spanyol telah menjadi favorit juara. Namun, ternyata mereka tidak terlalu percaya diri sehingga menelan kekalahan yang cukup menyakitkan. Akan tetapi, pada 2010, tim Spanyol yang bertabur pemain yang secara individu adalah pemain-pemain terbaik di tempatnya masing-masing, sangat yakin kemenangan akan mereka raih dan pengalaman 2006 benar-benar menjadi pengalaman yang memecut hati untuk teguh bahwa kemenangan ada di tangan mereka. Terutama, setelah Paul, sang gurita peramal, memang meramalkan bahwa Spanyollah yang akan menang.
Perekonomian Eropa pun begitu. Tanpa rasa percaya diri, krisis ini akan semakin melebar. Namun, sepertinya bangsa Eropa telah menyadarinya dan semakin tampak rasa percaya diri yang semakin tumbuh dalam mengatasi krisis ekonomi tersebut.
Eropa Tetap Mendominasi
Brazil dan Argentina boleh saja semakin hebat. Namun, sejarah panjang persepakbolaan Eropa yang sudah menjadi industri bertabur permata tidak bisa dilupakan begitu saja. Inggris, Jerman, Spanyol, Portugal, Italia, Perancis, adalah negara-negara dengan potensi pemain sepak bola yang tak ada habisnya. Begitupun, perekonomiannya. Walaupun bangsa Eropa lebih dipandang sebagai bangsa yang tidak terlalu ngoyo dalam bekerja, mereka tetap fokus dalam meraih target dan tujuan yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, tidak heran mereka masih tetap bisa mendominasi industri persepakbolaan dan tetap akan menjadi tulang punggung perekonomian dunia walaupun mungkin sekarang pertumbuhan ekonominya agak dikalahkan oleh Cina, India, dan Jepang.






