logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Perempuan Cantik Era Turdor


Ilustrasi perempuan cantik

Membicarakan perempuan cantik memang tampak tidak membosankan. Tidak hanya bagi pria, tapi juga kalangan perempuan. Menyandang predikat perempuan cantik memang tampaknya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kaum perempuan. Di mana perempuan itu serasa disukai dan dikagumi oleh banyak orang.

Padahal, banyak yang bilang bahwa ukuran cantik bagi perempuan itu berbeda-beda. Itulah yang membuat perempuan seringkali diibaratkan sebagai alam, karena memiliki keindahan yang berbeda-beda.

Ada yang cantik tapi bisa membuat berdarah, seperti mawar. Ada perempuan yang liar dan tidak dapat dikendalikan, seperti ilalang. Ada yang dingin seperti gunung es, tegar seperti gunung yang tinggi, atau hangat laiknya mentari. Hal itu kemudian membuat para perempuan cantik ini menjadi inspirasi sastra, baik puisi, gambar, atau cerita.

Berbicara tentang perempuan cantik, mengingatkan kita pada kisah menarik berbagai perempuan cantik pada zaman Dinasti Turdor di Inggris. Tepatnya, ketika zaman pemerintahan Raja Henry VIII dari Inggris. Berdasarkan sejarah Inggris, Raja Henry VIII ini telah menikah sebanyak 6 kali. Di mana setiap istrinya memiliki karakter yang sangat unik.

Sebut saja Catherine of Aragon yang dijuluki Sang Pengkhianat (the Betrayed Wife). Kkemudian Anne Boleyn dengan julukan Sang Penggoda (the Temptress). Jane Seymour memiliki julukan Wanita Baik (the Good Woman). Anna the Cleves Si Buruk (the Ugly Sister). Katherine Howard Si Jahat (the Bad Girl). Dan yang terakhir, Catherine Parr dengan julukan Sosok Keibuan (the Mother Figure).

Di sini kita tidak akan membicarakan semua kisah para istri Raja Henry tersebut. Akan tetapi akan membahas para perempuan cantik yang tidak hanya secara fisik, tapi mereka mampu menjadi perempuan yang berpengaruh terhadap pemerintahan Inggris saat itu. Di mana hal itu terjadi juga karena sifat-sifat tamak wanita dari Raja Henry VIII ini.

Perempuan Cantik - Ratu Anne Boleyn

Seperti yang sudah dipaparkan sekilas di atas, perempuan cantik yang satu ini adalah istri kedua dari Raja Henry VIII. Bisa dikatakan selama sejarah pernikahannya, Anne adalah istri yang paling dicintai dan membuatnya sangat tergila-gila.

Perempuan cantik ini merupakan keponakan dari Duke of Norfolk yang bernama Thomas Howard. Pada awalnya, Raja Henry VIII telah memiliki seorang permaisuri bernama Catherine of Aragon, janda dari sang kakak. Sayangnya, Catherin tidak dapat memberikan seorang anak laki-laki yang diidamkan oleh Raja Henry VIII. Sehingga sang Raja mencari wanita lain untuk memberikan keturunan.

Untuk meningkatkan kedudukan, keluarga mereka kemudian mengajukan Anne Boleyn untuk menjadi selir Raja. Sayangnya, sang Raja kemudian lebih menyukai kakaknya, Mary yang lebih pendiam dan penurut. Sedangkan si Anne Boleyn ini di'buang' ke Perancis oleh keluarganya. Thomas Boleyn, ayah mereka langsung punya gelar Earl dan si Duke of Norfolk itu gelarnya jadi Viscount.

Anne Boleyn yang berambisi untuk menjadi orang yang berpengaruh di Inggris, dengan segala cara berusaha untuk memikat Henry VIII.  Kemudian, dengan kecantikannya berusaha untuk memilkat Raja Henry hingga menceraikan Catherine of Aragon.

Perceraian Raja Henry dan Catherine of Aragon ini bahkan sangat ditentang oleh gereja dengan ajaran Katolik Roma. Henry kemudian menyatakan bahwa pernikahannya dengan Catherine of Aragon tidak sah. Akhirnya, Catherine of Aragon dibuang dari istana dan dipisahkan dari anaknya. Hingga akhir hayatnya Catherine of Aragon tinggal di sebuah menara. 

Hal ini membuat  Ke-Kristen-an di Inggris menjadi terpecah hingga saat ini. Selain itu, pemicu perpecahan lainnya adalah ketika pada tahun 1545, Raja Henry VIII membolehkan adanya bunga uang meskipun tetap mengharamkan riba. Di mana, syaratnya bunga uang ini tidak boleh berlipat ganda, yaitu tidak lebih dari delapan persen.

Ketika mengandung, Anne Boleyn telah diangkat menjadi Queen Consort of England. Sayangnya, yang lahir adalah seorang anak perempuan yang dinamakan sebagai Elizabeth I. Anne kemudian hamil lagi dua kali, tapi keduanya keguguran.

Raja Henry VIII yang berambisi memiliki keturunan laki-laki sebagai penerusnya, akhirnya terpikat pada Jane Saymour. Di sinilah terjadi intrik hingga akhirnya Anne Boleyn dikatakan telah berkhianat dan melakukan inses (hubungan seksual antara 2 orang yang bersaudara dekat) dengan George Boleyn, adik kandungnya. Hingga pada akhirnya ia dihukum penggal, dan sang Raja memiliki permaisuri yang baru.

Perempuan Cantik - Ratu Bloody Marry

Perempuan cantik yang satu ini adalah putri Raja Henry VIII dengan Catherine of Aragon. Hidup Marry sejak kecil sangatlah keras, terutama sejak ibunya dicampakkan dan meninggal. Kemudian, Ayahnya selalu jatuh ke dalam pelukan berbagai wanita. Ia pun menjadi putri yang terbuang.

Hal itulah yang kemudian membentukanya menjadi wanita yang keras, pintar, dan penuh ambisi. Ratu Inggris yang merupakan seorang Katolik fanatik ini terkenal dengan kekejamannya. Di mana Para penganut ajaran Protestan yang masuk ke Inggris ketika pemerintahan ayahnya dihukum mati.

Itulah sebabnya ia disebut sebagai Bloody Mary. Untuk memperluas wilayah kekuasaannya, Ratu Marry I menikahi Raja Spanyol Philip II. Dan menggelari suaminya sebagai Raja Inggris. Sayangnya, Perempuan cantik ini tidak memiliki anak dan meninggal dalam usia 42 tahun. Pada akhirnya, tahtanya pun diberikan kepada adiknya, Elizabeth I.

Perempuan Cantik - Ratu Elizabeth I

Seperti halnya Anne Boleyn, Elizabeth I tumbuh menjadi perempuan yang sangat cantik dan juga cerdas. Kejadian yang dialami oleh sang ibu membuatnya belajar banyak mengenai kehidupan, termasuk pernikahan. Hal itulah yamg membuat dirinya  tidak menikah dan menjadi Virgin Queen.

Setelah sang ibu -Anne- dipenggal kepalanya, beberapa bulan Elizabeth yang baru berumur 3 tahun dinyatakan sebagai anak haram. Ini karena kaum Katolik Inggris menganggap bahwa perceraian Henry dengan Catherine tidak sah. Usia Elizabeth mencapai 13 tahun ketika Henry VIII wafat. Dan sebelas tahun setelah itu tidak ada pemimpin yang cakap dalam memimpin Inggris, bahkan Ratu Marry I membuat rakyat Inggris berada dalam situasi mencekam.

Elizabeth dinobatkan menjadi ratu Inggris pada usia dua puluh lima tahun, setelah Ratu Marry wafat. Menurut sejarah, Perempuan cantik ini dianggap sebagai pemimpin yang paling terkemuka, bahkan melebihi ayahnya. Dalam waktu empat puluh lima tahun pemerintahannya, dianggap sebagai zaman keemasan Inggris. Di mana berbagai sektor seperti ekonomi dan kesusastraan menjadi sangat maju. Bahkan, Armada laut Inggris menjadi armada laut nomor 1 di atas samudera.

Perempuan cantik ini digambarkan sangat cerdas dan merupakan politikus yang cakap. Ia tidak hanya tegas, tapi juga memiliki  pandangan luas, serta sangat berhati-hati dan konservatif.

Sebenarnya, Elizabeth sangat membenci peperang dan pertumpahan darah jika tidak terpaksa. Kesamaan model pemerintahannya dengan sang ayah adalah dalam menjalankan pemerintahan, ia selalu bekerja sama dengan parlemen dan bukan melawannya. Selain itu, dia juga yang menyatukan kehidupan rakyat pemeluk agama Protestan dan Katolik agar dapat hidup damai dan berdampingan di Inggris.

Mungkin banyak orang yang berpikir mengapa perempuan cantik ini tidak pernah menikah, padahal banyak sekali raja yang melamarnya? Apakah karena kehidupan ayahnya terdahulu? Namun, dia adalah perempuan yang gemar bergaul dengan pria. Hal itu dikarenakan sikapnya yang terlalu berhati-hati. Elizabeth tidak memnginginkan pernikahan politik dan kehidupan rumah tangga yang penuh dengan intrik.

Kisah mengenai para perempuan cantik di atas seolah menjadi cerminan bahwa perempuan cantik tidaklah hanya harus menjadi sebuah objek pria yang kemudian dikejar karena kecantikannya, dan dicampakan ketika sudah tidak dibutuhkan. Dibutuhkan kecerdasan dan keberanian untuk mengendalikan kehidupan. Di mana seorang wanita juga dapat mengendalikan kehidupan banyak orang dengan kecerdikannya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jenderal Basuki Rahmat, Saksi Supersemar
  • Profil Penyair Besar Yunani Homer
  • Tokoh Sastra Indonesia – Mustofa Bisri (Gus Mus)
  • Presiden Megawati, Meteor yang Hampir Dihancurkan
  • Biografi Budi Utomo: Organisasi Modern Pertama di Indonesia
  • Sandiaga: Tokoh Usahawan
  • Tokoh Pahlawan Kemerdekaan: Bung Hatta
  • Kisah Soeharto dengan Kejayaan Ekonomi yang Singkat
  • Tokoh-Tokoh Sufi Indonesia
  • Beberapa Tokoh Nasional dari Jawa Barat
  • Kisah Sahabat Nabi Sebagai Tokoh Pejuang Islam
  • Wawancara dengan Obama
  • Biografi Gusdur - Kisah Perjalanan Presiden Ke-4 Indonesia
  • Memahami Tingkah Presiden Gusdur
  • Presiden Argentina: Bola dan Maradona
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA