Perencanaan dan Pengembangan Karier Wanita

Bila kita telaah lebih jauh, sesungguhnya perencanaan dan pengembangan karier untuk wanita jauh lebih rumit dibanding laki-laki. Mengapa? Kita semua tentunya tahu bahwa wanita tak hanya dituntut untuk mengurusi dirinya sendiri, tetapi keluarga (bila sudah berkeluarga). Sekalipun belum berkeluarga, kiprah seorang wanita memang tidak hanya berkutat untuk diri mereka sendiri, tetapi orang lain.
Karier Wanita
Berbicara tentang perencanaan dan pengembangan karier untuk wanita, tentunya tak mungkin bisa terlepas dari peran wanita yang begitu kompleks. Wanita sebagai dirinya sendiri, wanita sebagai anak, wanita sebagai istri, wanita sebagai ibu, dan wanita sebagai partner. Beragam peran tersebut menuntut wanita untuk bekerja total dan baik. Itu sebabnya dibutuhkan trik dalam hal perencanaan dan pengembangan karier untuk wanita.
Tentunya, setiap wanita memiliki kondisi yang berbeda-beda. Wanita yang masih lajang tentu memiliki rencana berbeda dengan wanita yang sudah berumah tangga. Pun wanita yang sudah berumah tangga dan belum memiliki momongan, tentunya juga berbeda dengan wanita yang sudah memiliki momongan. Setiap peran harus dinikmati. Tak ada yang salah dengan peran-peran tersebut. Jangan sampai Anda berpikir bahwa peran yang saat ini dijalani menghambat kemajuan. Itu salah besar!
Merencanakan dari Sekarang
Bagaimana cara membuat perencanaan dan pengembangan karier untuk wanita? Mungkin cara-cara berikut ini bisa dilakukan.
- Wanita lajang. Gunakan masa lajang Anda sebaik-baiknya dengan menggali berbagai macam ilmu dan pengetahuan. Bila Anda adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan, bekerjalah dengan sebaik-baiknya agar target-target Anda tercapai. Bila tujuan Anda adalah studi, maka sejak lulus S1 Anda harus aktif mencari beasiswa. Bila mungkin ingin menjadi wiraswasta, Anda bisa merintisnya sejak sebelum lulus kuliah. Intinya, pergunakan waktu sebaik mungkin karena Anda masih sendiri dan belum ada tanggungan.
- Wanita yang sudah berkeluarga dan belum memiliki anak. Menikah bukanlah penghalang bagi seorang wanita untuk berkreativitas. Apapun bisa Anda lakukan asalkan positif. Toh, banyak jalan menuju Roma. Terlebih, bila belum memiliki momongan, Anda bisa bekerja, kuliah lagi, atau membuka usaha.
- Wanita yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Anak juga bukanlah penghalang bagi seorang wanita untuk berkreativitas. Justru, keberadaan anak bisa dipergunakan sebagai inspirasi. Bergantung Anda menilainya dan memperlakukannya seperti apa.
Status seorang wanita, lajang atau menikah, tidak menjadi masalah untuk berusaha dan berkarya. Semua wanita memiliki karier, karyawan, guru, ibu rumah tangga, ibu, dan lain-lain. Semuanya bergantung bagaimana Anda memperlakukannya. Fokuslah untuk menggapai target kesuksesan apapun karier atau profesi yang Anda pilih. Satu lagi, jangan terpengaruh dengan orang lain karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda. Semoga berhasil!






