Perencanaan Humas untuk Keberhasilan Seorang PRO

Perencanaan humas diperlukan untuk keberhasilan seorang Humas atau Public Relations dalam menjalankan tugasnya sebagai Public Relations Officer (PRO). Sebuah perencanaan ini akan menjadi pegangan bagi seorang PRO untuk menentukan kebijakan dan prosedur seperti apa yang akan dilakukan. Kebijakan dan prosedur dalam menjalankan kegiatan komunikasinya untuk menjaga hubungan baik dengan pihak internal maupun external.
Oleh karena itu, hendaknya seorang PRO mengetahui dengan pasti prinsip-prinsip yang diperlukan untuk membuat sebuah perencanaan. Perencanaan yang matang yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan program kerja PRO itu sendiri. Perencanaan humas untuk keberhasilan PRO yang pada prinsipnya haruslah bertujuan untuk keberhasilan komunikasi yang akan dilakukannya.
Hal-Hal yang Dibutuhkan
Menurut Cutlip and Center perencanaan komunikasi ini membutuhkan seorang PRO untuk:
- Memperhatikan dengan penuh kesungguhan akan situasi yang terjadi pada saat itu.
- Melihat lebih mendalam terhadap validitas fakta dan opini yang ada.
- Menilai dengan tepat kondisi yang ada pada publik saat itu.
- Melihat jauh ke depan akan apa yang akan terjadi, sehingga kita dapat mengantisipasinya.
Prinsip-Prinsip Perencanaan
Dalam melakukan perencanaan komunikasi haruslah memenuhi prinsip-prinsip berikut ini.
1. Menentukan Tujuan yang Akan Dicapai
Hal ini diperlukan agar kegiatan yang dulakukan menjadi terfokus, sehingga akan lebih efektif hasilnya.
2. Memastikan Bentuk Komunikasi Apa yang Harus Dilakukan
Bentuk komunikasi ini harus ditentukan agar mengetahui apa yang diperlukan selanjutnya untuk kegiatan komunikasi ini.
3. Memastikan Media yang Akan Digunakan
Jika sudah dipastikan media yang digunakan bisa disiapkan jauh-jauh hari sebelum kegiatan tersebut.
4. Memastikan Terget Komunikasi
Ini diperlukan untuk pencapaian target yang efektif. Jika kita mengetahui publiknya, maka kita dapat melakukan pemilihan sipa komunikator yang tepat agar tujuan komunikasi pada publik tersebut dapat tercapai.
5. Memastikan Pesan Apa yang Akan Disampaikan
Ini penting karena tujuan komunikasi akan disampaikan di sini. Kita harus menentukan terlebih dahulu jenis, struktur atau isi dari pesan yang akan disampaikan.
6. Menentukan Konteks Komunikasi yang Tepat
Ini diperlukan agar komunikasi yang dilakukan menjadi lebih mudah dalam pelaksanaannya. Kita dapat melihat dari konteks fisik, sosial budaya, psikis, dan lain sebagainya.
7. Menetapkan Efek Komunikasi yang Dikehendaki
Menetapkan efek komunikasi yang diinginkan, apakah ingin mencapai perubahan opini saja, sikap atau perubahan pada perilakunya.
8. Menetapkan Schedule dan Anggaran
Hali ini diperlukan untuk mempermudah dalam melakukan pengadaan dana yang dibutuhkan terhadap kegiatan-kegiatan komunikasi yang akan dilakukan.






