logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Zakat    Perhitungan Zakat Penghasilan

Penghitungan Zakat Penghasilan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Bagi umat Islam mengeluarkan zakat justru menjadi kebutuhan pribadi guna membersihkan harta bendanya. Anda yang memiliki harta dan telah mencapai nishabnya diwajibkan berzakat berdasarkan firman Allah, “Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (QS. Al-Baqarah: 219)

Hendaknya sebagian dari Anda perlu mengetahui bagaimana cara perhitungan zakat penghasilan, agar mampu menghitungnya sendiri dan tanpa ragu mengeluarkan zakat penghasilan tersebut sesuai dengan perintah Allah SWT.


Makna Zakat Penghasilan

Zakat Penghasilan adalah zakat atas harta (maal) yang dimiliki oleh perorangan ataupun Lembaga dengan syarat-syarat yang ditetapkan secara hukum (syara’). Maal dalam bahasa Arab adalah harta.

Sebagai umat Islam, baiknya pahami benar makna dan perhitungan zakat penghasilan ini, untuk menyempurnakan ibadah Anda.


Syarat-syarat Harta Untuk Zakat Penghasilan

  1. Milik Anda penuh.
    Artinya benar-benar milik penuh perseorangan/Lembaga yang berzakat.

  2. Harta yang berkembang.
    Ia memiliki potensi berkembang bila diusahakan/diikhtiarkan secara baik.


  3. Mencapai nishab.
    Telah mencapai ukuran/jumlah/nishab terendah sesuai dengan ketetapan Agama (syara’). Harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dikeluarkan zakatnya.


  4. Telah melewati dari kebutuhan utama Anda.
    Dalam arti bila berzakat hendaklah kebutuhan utama hidup Anda sudah terpenuhi terlebih dulu.


  5. Bebas Hutang. Seumpama ada hutang Anda yang dalam pelunasannya menyebabkan tidak terpenuhinya nishab, dan akan dibayar pada waktu yang sama, maka ia bebas dari kewajiban berzakat.


Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW : “Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al Bani).


Kriteria Penerima Zakat

Allah SWT telah menyinggung dalam firmanNya pada QS At-Taubah ayat 60. Yakni mereka yang :

  1. Fakir : orang yang sengsara hidupnya. Tidak berharta dan tenaga untuk memenuhi hajat hidupnya.

  2. Miskin : orang yang tidak cukup dalam kehidupannya serta kekurangan.

  3. Pengurus Zakat (amil zakat) : yang bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat.

  4. Muallaf : yang baru masuk Islam dan imannya masih lemah, hingga perlu Anda rengkuh dalam dakwah bil haq, dengan cara membagikan zakat ini.

  5. Yang memerdekakan budak. Juga mereka yang melepaskan muslim tawanan orang kafir.

  6. Yang berhutang di jalan Allah SWT, untuk kepentingan bukan maksiat serta tak sanggup melunasinya.

  7. Yang berjuang di jalan Allah SWT (fisabilillah). Untuk keperluan kaum muslimin. Termasuk juga yang menyangkut maslahat umat. Seperti mendirikan rumah sakit, membangun madrasah/mesjid/pesantren ataupun sekolah.

  8. Musafir. Yang dalam perjalanan bukan untuk bermaksiat. 


Kriteria Yang Wajib Berzakat

  • Beragama Islam
  • Merdeka
  • Berakal dan baligh
  • Telah sampai nishab


Nishab dan Cara Perhitungan Zakat Penghasilan

  1. Emas
    Nishabnya 20 dinar Islam atau setara 85gr emas murni. Dalilnya berdasarkan HR.Abu Daud, Tirmidzi.


    Perhitungannya, diambil 2,5% atau 1/40 dari nishabnya. Contoh : 100gr emas murni Anda selama setahun, zakatnya yakni 1/40 x 100gr atau uang senilai harga emas tersebut.


  2. Perak
    Nishabnya adalah 200 dirham, setara 595gr perak. Perhitungannya, diambil 2,5% atau 1/40 dari nishab tersebut.


  3. Binatang Ternak
    • Onta, nishabnya 5 ekor
    • Sapi, nishabnya 30 ekor, bila kurang tidak wajib berzakat.
    • Kambing, nishabnya 40 ekor, bila kurang tidak wajib berzakat.

    Syarat wajib zakat binatang ternak sama dengan zakat penghasilan, ditambah dengan syarat lain, yakni digembalakan di padang rumput yang mubah. Dasarnya adalah, “Dan dalam zakat kambing yang digembalakan di luar, kalau sampai 40 ekor sampai 120 ekor…” (HR.Bukhari)


  4. Hasil pertanian
    Nishabnya ialah 5 wasaq, berdasarkan sabda Rasulullah SAW, bahwa “Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq.” (HR. Muttafaqun ‘alaihi). Dalil lain berdasarkan firman Allah SWT di dalam firmanNya di Surat QS Al-An’am : 141.


    5 Wasaq sama dengan 900kg hasil pertanian. Dan zakat yang dikeluarkan adalah, 1/20 (5%) bila hasil pertanian tersebut dengan cara pengairan. Dan 1/10 (10%) jika dengan cara tadah hujan.


    Berdasarkan Sabda Rasulullah SAW : “Pada yang disirami oleh sungai dan hujan, maka sepersepuluh (1/10); dan yang disirami dengan pengairan (irigasi), maka seperduapuluh (1/20).” (HR. Muslim)


  5. Barang Dagangan
    Sama dengan nishab/ukuran emas. Plus 3 syarat lainya :


    • Memilikinya tidak dipaksa, seperti dengan membeli atau menerima hadiah.
    • Berniat untuk perdagangan.
    • Telah sampai nishab.
      Perhitungan zakatnya : ( Modal – Hutang + Laba ) x 2,5%
  6. Harta Karun
    Nishabnya berdasarkan sabda Rasulullah Muhammad SAW :  “Dalam harta temuan terdapat seperlima (1/5) zakatnya.” (HR. Muttafaqun ‘alaihi)
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Pengertian Zakat Maal
  • Pengertian Zakat Fitrah dan Penerimanya
  • Pengertian Zakat Produktif: Sasaran Zakat
  • Sejarah, Hukum, Jenis, dan Manfaat Zakat
  • Zakat Fitrah adalah Penyempurna Ibadah Ramadhan
  • Memahami Jenis Zakat Profesi
  • Macam-Macam Zakat
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA