logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Ibadah Haji    Perjalanan Ibadah Haji

Kisah Perjalanan Ibadah Haji

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kisah tentang perjalanan ibadah haji dari masa ke masa ternyata berbeda. Ibadah haji termasuk rukun Islam yang ke-5, hukumnya wajib bagi orang yang mampu. Berbeda dengan kewajiban syariat Islam yang lainnya, kewajiban menunaikan ibadah haji bisa dikatakan cukup berat.

Resiko Perjalanan Ibadah Haji

Bagi orang yang menunaikan ibadah haji ke tanah suci, mereka menghadapi resiko berat. Mulai kesengsaraan di perjalanan, ancaman kematian karena berdesakan, hingga terinjak-injak oleh sesama jemaah haji saat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Bahkan tahun 2008 jamaah haji asal Indonesia pernah  mengalami kelaparan akibat manajemen yang kurang baik dari panitia penyelenggara haji. Hal-hal yang tersebut di muka merupakan resiko yang dialami oleh jamaah haji pada zaman modern ini. Lalu bagaimanakah resiko yang dihadapi oleh jamaah haji ratusan tahun yang lalu?

Tentu kita tahu para jamaah haji di zaman dulu tidak naik pesawat terbang sebagai transportasi haji. Transportasi darat yang diandalkan saat itu hanyalah unta dan kuda.

Bisa kita bayangkan, betapa berat ujian yang harus diterima oleh jamaah haji yang bertempat tinggal jauh dari tanah suci seperti Indonesia. Sehingga pada masa  dahulu,  perjalanan ibadah haji selalu dilepas kepergiannya dengan tangisan, karena khawatir tidak akan kembali lagi ke tanah air.

Dulu perjalanan haji dari Indonesia menuju Mekah bisa jadi harus mencapai 2 hingga 6 bulan. Perjalanan menyeberangi pulau-pulau hanya bisa dilakukan dengan kapal layar sederhana.

Untuk melaksanakan perjalanan ibadah haji, sesorang harus mempersiapkan segala kemungkinan terburuk. Saat itu jamaah haji ada yang ditemukan tertunda sampai di tanah suci karena kehabisan bekal ataupun menderita sakit.

Para bajak laut,  perampok, angin topan dan badai juga cukup mengancam, maka diperlukan kewaspadaan yang tinggi bagi para kafilah haji. Dalam masa-masa semacam ini mereka tinggal di negara-negara tempat perahu layar mereka singgah.

Beratnya perjuangan untuk menunaikan perjalanan ibadah haji pada masa itu, membuat kita yang hidup di zaman modern ini bisa memahami mengapa bila di masa lalu seorang muslim yang telah berhasil melaksanakan ibadah haji bisa mendapatkan kedudukan terhormat di kalangan masyarakat begitu kembali ke negeri asalnya.

Mereka  kemudian mendapatkan gelar “haji” ataupun “hajjah” di depan nama panggilannya. Sebuah gelar yang umum disandang para jemaah haji yang tinggal jauh dari Baitullah, seperti mereka yang berasal dari Negara Indonesia ataupun Malaysia. Sedangkan gelar ini tidak populer di negara-negara di Timur Tengah yang dekat dengan Baitullah.

Kapankah Kaum Muslim Di Indonesia Mulai Melakukan Perjalanan Ibadah Haji?

Jawabannya adalah sejak Islam menyebar di Indonesia lewat para kafilah dagang yang mampir dan berniaga di Nusantara, artinya semenjak para juru dakwah menyebarkan Islam ke masyarakat di Indonesia. Hal ini termaktub dalam naskah kuno yang sempat ditemukan, yaitu naskah ‘Carita Parahiyangan’ yang mengisahkan tentang pemeluk agama Islam yang pertama kali di tanah Sunda.

Sedangkan naskah kuno yang memuat kisah tentang perjalanan ibadah haji  orang-orang  zaman dulu selain ‘Carita Parahyangan’ adalah ‘Carita Purwaka Caruban Nagari’ dan  juga naskah-naskah yang berisi tradisi di Cirebon seperti ‘Wawacan Sunan Gunung Jat’i, ‘Wawacan Walangsungsang’ dan ‘Babad Cirebon’.

Beberapa catatan tentang kaum muslimin Indonesia yang pada zaman dulu yang telah berhasil menunaikan perjalanan ibadah haji, memperlihatkan kenyataan pada zaman itu ternyata ibadah haji merupakan ibadah yang hanya terjangkau kaum elit, yaitu orang-orag dari kalangan istana atau keluarga kerajaan.

Nampaknya pada zaman itu, perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji memerlukan pengorbanan harta yang sangat besar. Selain karena menurut syariat bahwa orang yang melakukan perjalan ibadah haji harus meninggalkan keluarganya dalam kondisi mampu, dalam arti jangan sampai keluarganya justru menderita kelaparan karena seluruh harta telah dipakai perjalanan haji.

Seorang yang melakukan perjalanan haji juga harus mempersiapkan biaya hidup yang tidak sedikit untuk perjalanan ibadah hajinya yang bisa jadi butuh waktu berbulan-bulan lamanya.

Perjalanan Ibadah Haji Saat Ini

Saat ini perjalanan ibadah haji dapat dilakukan dalam waktu singkat. Seorang yang berencana melaksanakan perjalanan ibadah haji tinggal mempersiapkan dana yang dikenal dengan nama ‘ONH' (Ongkos Naik Haji). Nilai ONH besarnya ditentukan pemerintah. dalam nilai rupiah, nilai tiap tahunnya berbeda tergantung nilai kurs mata uang yang berlaku saat itu. 

Beberapa lembaga KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) di bawah supervisi pemerintah di bawah manajemen Departemen Agama, mereka membantu mengkoordinir penyelenggaraannya.

Namun saat ini tiap tahunnya para calon jama’ah haji harus mengantri untuk bisa  melakukan perjalanan ibadah haji, karena jumlah kuota jemaah haji tiap negara per tahunnya dibatasi oleh Pemerintah Arab Saudi. Hal ini dilakukan dengan harapan para jama’ah haji bisa difasilitasi dengan baik.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Manfaat dan Cara Memilih Tempat Bimbingan Manasik Haji
  • Manfaat Mengikuti Kelompok Bimbingan Ibadah Haji
  • Pentingnya Melaksanakan Ibadah Kurban
  • Informasi Haji: Informasi Seputar Perjalanan Ibadah Haji
  • Pedoman Manasik Haji
  • Agar Tersesat Tidak Menjadi Tema Cerita Haji Anda
  • Ibadah Haji dan Revolusi Kepribadian Kaum Muslimin
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA