logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah

Perjuangan Indonesia Pasca Kemerdekaan 1945


Ilustrasi perjuangan indonesia

Memaknai Hakikat Kemerdekaan

 

Secara fisik perjuangan Indonesia saat ini dalam mewujudkan sebuah negara berdaulat yang sejahtera memang tak seperti era kemerdekaan dulu. Dahulu musuh-musuh yang dihadapi bangsa ini bersifat nyata dan jelas terlihat, tapi saat ini musuh tersebut telah berubahn menjadi bentuk yang abstrak dan sulit terlihat. Puluhan tahun sudah Indonesia merdeka, bahkan jauh lebih tua usia kemerdekaannya ketimbang negara jiran Malaysia.

 

Namun fakta memprihatinkan justru tampak dari kehidupan sehari-hari bangsa ini. Keterpurukan ekonomi dan krisis sosial politik yang berkepanjangan mengantarkan negara ini ke deretan negara-negara miskin yang berada jauh di bawah Malaysia sebagai salah satu negara maju.

 

Setiap tahun Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan di tengah aneka macam kondisi dan permasalahan bangsa. Persoalan politik, ekonomi dan penegakan hukum terkadang menjadi pertanyaan besar tentang hakikat kemerdekaan yang sebenarnya. Kemerdekaan yang dicapai Indonesia saat ini tak lebih hanyalah kemerdekaan fisik semata.

 

Perjalanan dan proses perjuangan kita ini dalam mengisi dan mempertahankan hakikat kemerdekaan ternyata memberi catatan pekerjaan rumah yang tak kunjung usai. Istana negara telah berulang kali berganti penghuni, namun agaknya menghilangkan budaya korupsi dan ketidak adilan hukum masih sangat sulit terjalankan.

 

Perjuangan Indonesia yang Belum Usai

 

Ada banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah serius para pemimpin dan elit politik bangsa ini. Perjuangan kita ini untuk menuju sebuah negeri yang merdeka secara fisik dan hakikat menuntut seluruh rakyat negeri ini untuk saling bahu membahu mewujudkan sebuah negeri impian. Berikut perjuangan panjang yang masih harus terus kita perjuangkan dan tegakkan di tanah air Indonesia;

 

1. Perjuangan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan

 

Hal ini terkait erat dengan sistem penegakan hukum dan kebijakan ekonomi pemerintah. Penegakan hukum yang tebang pilih terkadang menyisakan derita di hati rakyat jelata. Di Indonesia banyak sekali pengadilan, namun rakyatnya masih sedikit yang merasakan keadilan.

 

Hukum yang ada di Indonesia saat ini seakan sangat mudah untuk dibeli, terutama bagi siapa yang berduit. Sedangkan hukum memang seakan hanya berlaku untuk rakyat bawah yang tak mampu untuk membeli hukum itu sendiri.

 

Kita tentunya sebagai masyarakat banyak sekali tersentak dengan beberapa kasus hukum yang ada. Yang semakin menunjukan ketidak berpihaknya hukum kepada kalangan yang tak punya. Sedangkan hukum akan terasa lebih ringan jika menyangkut kasus pejabat atau yang punya banyak uang.

 

Ada banyak sekali contoh kasus mengenai hal ini. salah satu contoh kasus tentang bagaimana hukum masih begitu mudah bagi para pejabat atau pun kroninya adalah kasus hukum yang menjerat anak dari besan presiden kita sekaligus menteri perekonomian Hatta rajasa. Di mana anaknya Muhammad Rasyis Amrullah atau yang lebih dikenal dengan Rasyid Rajasa yang mobilnya menabrak mobil lainnya sampai menyebabkan dua orang meninggal.

 

Setelah proses persidangan berlangsung maka pihak majelis hakim memang memberikan hukuman bersalah kepada Rasyid. Namun apa yang menjadi hukumannya sungguhlah semakin memperlihatkan lemahnya hukum di hadapan orang berduit. Hukuman yang diberikan kepada Rasyid adalah hukuman enam bulan penjara.

 

Sementara itu, hukuman ini bisa jadi adalah hukuman percobaan saja. Sehingga anak laki laki Hatta rajasa ini tidak akan sampai merasakan dingin dan tak nyamannya hidup di dalam sel penjara.

 

Semua pihak memang menyayangkan bagaimana ketidakadilan hukum yang terjadi. Namun semua pihak ini hanyalah sebagai pihak yang tak punya wewenang hukum untuk sampai melakukan tindakan protes akan hal ini. namun hal ini akan semakin menunjukan kepada masyarakat Indonesia bagaiman ketidak adilan hukum bagi semua warga Indonesia.

 

Selain proses tidak adanya keadilan di hadapan hukum bagis emua warga negara ini. ada pula kasus lain yang juga merupakan bukti bahwa perjuangan kita sebagai negara masih belum mencapai tahap akhir. Yaitu banyaknya kasus korupsi yang terjadi atau dilakukan oleh pihak yang berwenang atau yang merupakan pilihan sebagai wakita dari rakyat.

 

Lagi-lagi persoalan yang menjadi hambatan perjuangan yang satu ini adalah budaya tak bermoral para pejabat dan pemimpin yang suka mengkorupsi uang rakyat. Hukum dibungkam dengan uang, kesejahteraan masyarakat dipotong untuk kepentingan sendiri.

 

Tinggallah keadilan dan kesejahteraan hanya menjadi slogan normatif pidato para elit politik dan pemimpin negeri. Rakyat tak butuh orasi dan pidato, tapi aplikasi nyata dari janji-janji para elit saat kampanye. Perjuangan kita ini dalam mewujudkan sebuah negara yang berkeadilan dan berkesejahteraan tak akan ada artinya jika penyakit korupsi para pengelola negeri ini masih terjangkit secara akut.

 

Kasus korupsi yang dilakukan oleh para wakil rakyat ini semakin nyata saja. Dari hari ke har, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK semakin banyak mengungkap para pejabat dari kalangan DPR, menteri atau bahkan pihak Polri yang terjerat kasus korupsi.

 

Seakan mereka semua terlupakan dan silau akan indahnya gelimah harta dan melupakan bagaimana nasib rakyat. Uang yang seharusny dipergunakan untuk membuat rakyat menjadi sejahtera namun hanya masuk ke kantong pribadi mereka.

 

Sehingga rakyat tetap berada di dalam kondisi yang sangat terpuruk. Tindakan korupsi ini tidak hanya terjadi di kalangan atas saja, namun seakan sudah menjadi darah dan daging di sistem pemerintah kita. Tak ada birokrasipun yang terbebaskan dari adanya korupsi.

 

Lebih parahnya lagi, siapa saja yang terjerat kasus korupsi dan kemudian dinyatakan bersalah dan masuk ke dalam bui, masih saja dapat merasakan manisnya uang yang mereka lahap. Lita tentu banyak dikagetkan dnegan banyaknya fakta yang terungkap bahwa para koruptor ini selama berada iddalam penjara masih dapat merasakan kenyaman dan banyaknya fasilitas yang ada.

 

Sampai ada istilah yang dimunculkan bahwa para terdakwa koruptor ini telah menyulap sel penjara mereka untuk menjadi istana mereka. Ada televisi, lemari es, televisi layar datar bahkan sampai ada yang mengatakan bahwa ada seorang terdakwa korupsi wanita yang mempunyai pembantu di dalam penjara.

 

Inilah bukti nyata betapa sangat lemahnya sistem hukum dan peradilan di Indonesia. Ketiak banyak rakyat yang berusaha dengan sekuat tenaga dan mati matian untuk bertahan hidup justru ada sebagian kalangan yang telah menjadi wakil rakyat dengan memikul amanah yang begitu besar, hidup dengan bergelimang uang haram.

 

2. Perjuangan meningkatkan ketahanan nasional

 

Menjaga dan meningkatkan ketahanan nasional merupakan tanggung jawab setiap warga negara. Setiap kita harus menjaga kesatuan atau integritas bangsa. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia yang sempat memanas memberikan teguran kepada Indonesia untuk memperhatikan dan meninjau kembali kondisi ketahanan negara ini.

 

Pihak luar kerap mengusik eksistensi Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas. Pihak luar terkadang menganggap remeh Indonesia karena kondisi kesulitan ekonomi dan kekacauan politik yang kerap terjadi. Namun demikian, soal nasionalisme dan patriotisme rakyat negeri ini tak perlu diragukan. Setiap tangan siap mengangkat senjata setiap ada seruan perang.

 

Hal ini juga dapat disebabkan oleh lemahnya sistem peradilan yang ada di Indonesia. Pihak pemerintah seakan tak punya taring ketika menghadapi pihak pemerintah negara lain. sehingga kita seakan menjadi negara yang begitu lemah.

 

3. Perjuangan mengusir ‘penjajah’ budaya dan ekonomi

 

Bentuk perjuangan kita ini yang lain adalah melawan segala macam bentuk penjajahan budaya dan ekonomi yang dilakukan pihak asing. Indonesia merupakan negara dengan keragaman budaya yang sangat menarik.

 

Namun faktanya, generasi muda lebih mencintai budaya asing seperti barat. Lambat laun kebudayaan bangsa sendiri akan terkikis dan tergantikan dengan budaya asing. Demikian juga dalam hal ekonomi. Ketergantungan Indonesia dengan pinjaman luar negeri merupakan salah satu bentuk penjajahan ekonomi bangsa ini.

 

Di bidang ekonomi, Indonesia juga masih terkategori negara berkembang atau dengan kata lugasnya adalah negara miskin. Banyak sekali rakyat Indonesia yang hidup dalam keadaan yang sungguh memprihatikan. Mereka berusaha untuk makan saja sudah mengalami banyak kesulitan. Apalagi bagi penduduk yang berada di kota besar, seakan kehidupan mereka telah tergerus oleh perkembangan jaman yang begitu pesat.

 

Itulah gambaran bagaimana sejatinya perjuangan Indonesia belumlah tuntas atau mencapai titik akhir. Banyak persoalan yang justru muncul di era merdeka ini. itulah yang kemudian menjadikan Indonesia sebagai negara yang masih buruk keadaannya.

 

 

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Peninggalan Sejarah Agama Hindu di Indonesia
  • Benarkah Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki?
  • Mengenang Perjuangan Indonesia Merebut Irian Barat
  • Mengenal Metode Penelitian Sejarah
  • Catatan Biografi Ki Hajar Dewantara
  • Sejarah Kerajaan Majapahit
  • Menelusuri Sejarah Internet di Indonesia
  • Sejarah dan Kisah Pertempuran Ambarawa
  • Di mana Peradaban Tertua di Dunia?
  • Sejarah Sepeda Onthel
  • Sekilas Sejarah Kerajaan Kahuripan
  • Jenderal Sudirman - Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
  • Perjuangan di Balik Hari Pahlawan
  • Sejarah Uang Kertas di Masa Pendudukan Hindia Belanda dan Jepang
  • Teori dan Bantahan Invasi Bangsa Arya ke Peradaban India Kuno
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA