logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah

Ingat, Perjuangan Para Pahlawan Belum Tamat!


Ilustrasi perjuangan para pahlawan 

Tahukah Anda perjuangan para pahlawan untuk meraih kemerdekaan? Kemerdekaan sebuah negara tidak lepas dari nasionalisme rakyatnya. Nasionalisme dan rasa memiliki terhadap sebuah negara sangatlah penting bagi keutuhan setiap bangsa. Jika rakyat sudah tak acuh terhadap bangsanya, negara lain akan dengan mudah memasukkan idealismenya. Begitupun, Indonesia yang sudah sejak lama merdeka, pasti tidak ingin kembali dimasuki idealisme negara lain.

Makna Perjuangan

Perjuangan untuk meraih sesuatu yang baik itu harus dilakukan oleh setiap orang yang hidup. Ia harus berusaha sekuat tenaga mewujudkan kebaikan itu. Entah nanti usahanya akan dinilai sebagai satu usaha yang diposisikan sebagai satu nilai kepahlawanan atau tak dinilai apa-apa karena tak ada satu orang pun yang tahu, semua itu tak menjadi satu masalah. Yang penting adalah bahwa perjuangan itu harus ikhlas dan membawa kebaikan tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk orang lain. Bila inilah yang dirasakan selama dalam perjuangan itu, maka pahala surga akan didapatkan.

Begitupun dengan apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan kemerdekaan atau pahlawan nasional. Apa yang mereka lakukan adalah sebagai bentuk pengabdian semasa hidupnya. Mereka telah menemukan ladang mendapatkan pahala syahid. Mereka melakukannya dengan ikhlas. Pengorbanan jiwa yang telah mereka ketahui pun tidak ditakutkan. Ketika saat ini nilai-nilai kemerdekaan itu terasa kurang menggema karena berbagai faktor, rasanya perjuangan pahlawan itu tak akan sia-sia. Mereka telah menyelesaikan tugasnya dan mereka telah menikmati hasilnya di alam keabadian sebagai bagian dari amal ibadahnya.

Sedangkan makna perjuangan para pahlawan itu harus diambil contoh dan dijadikan satu teladan agar semangat untuk terus meraih yang terbaik bagi bangsa dan negara itu terus berkobar. Saat rasa nasionalisme berkurang atau terasa berkurang, sesungguhnya hal itu hanyalah efek dari rasa kecewa dengan penyelenggara negara yang lebih banyak mementingkan kepentingan sendiri daripada memberikan segenap daya upaya untuk kesejahteraan rakyat.

Jangan-jangan yang masih mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi itu adalah rakyat kebanyakan. Mereka masih mengakui diri sebagai rakyat Indonesia. Walaupun mereka tidak tahu nama para pahlawan, apa yang mereka lakukan sama dengan perjuangan para pahlawan. Rakyat tetap cinta Indonesia dan mengakui kedaulatan bangsa Indonesia. Mereka tetap tahu kalau tanah tumpah darahnya adalah Indonesia dan berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi Indonesia. Terkadang memang pemerintah Indonesia yang seolah tak peduli dengan apa yang telah dilakukan oleh rakyatnya sendiri.

Begitu banyak ilmuwan muda nan cerdas yang pergi mengadu nasib ke negara lain karena tidak mendapatkan fasilitas yang memadai di tanah air sendiri. Lihatlah apa yang mereka lakukan, mereka tetap bangga sebagai anak Indonesia. Mereka merasa bahwa perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan itu tetap merasuki jiwa. Rasa itu akan sangat menyentuh ketika mereka menyanyikan lagu kebangsaan atau lagu nasional lainnya di tanah orang lain. Mereka tahu kalau tanpa perjuangan, mereka tak akan mungkin bisa membanggakan Indonesia.

Keharuman nama bangsa harus dipertahakan hingga kapanpun. Itulah mengapa kebanyakan orang Indonesia yang berada di luar negeri berusaha untuk menjadi warga negara yang baik dan taat hukum. Betapa memalukannya bila berurusan dengan pihak berwajib ketika berada di luar negeri. Kisah perjuangan para pahlawan itu tak akan luncur walaupun semua juga tahu bahwa kemerdekaan itu juga berarti merdeka dari kemiskinan yang kini masih saja menghantui negeri tercinta ini. Semangat perjuangan itu harus dibangkitkan lagi agar semua bergerak membasmi kemiskinan dan ketergantungan sektor ekonomi kepada bangsa lain.

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang terpilih sebagai pengurus negara, rakyat kini masih saja berteriak karena perut mereka lapar. Jangan sampai kelaparan ini membuat rakyat saling bunuh dan malah juga membunuh para pemimpinnya sendiri. Bangsa ini memang harus terus berupaya tidak menjadi jajahan bangsa lain secara ekonomi. Bangsa ini harus bisa berdiri di atas kakinya sendiri.

Indonesia Adalah Indonesia

Indonesia adalah Indonesia. Bukan negara yang bisa diacak-acak lagi oleh negara lain. Indonesia merdeka sejak 1945 dan sejak itu pula kita bebas menjadi negara yang tidak dijajah dan didikte negara lain. Kemerdekaan ini lahir berkat para pejuang yang mempunyai rasa memiliki dan nasionalisme tinggi terhadap bangsa. Setelah beberapa puluh tahun ke belakang, rasanya rasa memiliki ini sudah mulai luntur. Bangsa ini mungkin belum kehilangan haluan, tetapi bangsa ini berusaha sendiri-sendiri berusaha untuk mencari penghidupan yang layak. Terkadang terlihat bahwa setiap orang merasa berhak melakukan apapun yang ingin ia lakukan. Tetapi ketika persatuan dibutuhkan demi satu tujuan, mereka juga mau berjuanga. Hanya saja memang keadaan ekonomi membuat setiap elemen bangsa seperti berjalan sendiri-sendiri.

Tak bisa dipungkiri bahwa setelah kejatuhan Orde Baru, bangsa ini seolah merasa lega dan puas dan mereka berhak atas semua kebebasan yang sebebas-bebasnya. Padahal kebebasan itu ada batasnya. Tanpa batas, kebebasan hanya akan membuat manusia terjun ke jurang tanpa ada yang bisa menghalangi. Bangsa ini tak bisa jatuh hanya karena kebebasan yang tanpa batas itu. Kemakmuran itu milik bersama walaupun setiap individu berhak mendapatkan hasil dari kerja kerasnya.

Idealisme Pancasila yang menjadi falsafah negara sudah sangat jauh dari rakyatnya. Bahkan mungkin tidak banyak yang tahu kelima sila Pancasila itu lagi. Kejatuhan Orde baru itu membuat anak bangsa tak mau lagi didikte. Mereka ingin menentukan nasibnya sendiri. Apakah Anda merasakan hal yang sama? Kenapa ini bisa terjadi? Apakah karena merasa sudah merdeka hingga kita terlena dengan kemerdekaan ini dan merasa tidak perlu lagi mempertahankan kemerdekaan yang telah digenggam? Padahal, setelah merdeka, bukan berarti kita harus bersantai begitu saja. Penduduk Indonesia kemungkinan sudah lupa bahwa setelah selesai suatu masalah akan timbul masalah lain. Bahkan, mungkin lebih pelik dari sebelumnya.

Penjajahan Ideologi

Penjajahan bukan sekadar perang fisik seperti dahulu. Kemajuan negara lain harus diimbangi oleh rakyat Indonesia. Jika kita tertinggal lagi, bukan tidak mungkin posisi rakyat dan negara ini akan terjepit dan kembali menjadi bulan-bulanan negara lain. Dalam arti, penjajahan sekarang sudah bukan lagi fisik, melainkan sudah merasuk ke ideologi. Indonesia sudah terkenal sejak dulu dengan keramahtamahan dan gotong royongnya. Hal yang klasik dan merupakan tradisi ini sudah mulai luntur. Kenapa bisa terjadi?

Inilah yang disebut pergeseran. Tata dasar pemikiran kita yang penuh dengan sifat ramah-tamah dan lainnya sudah mulai disusupi paham individualisme dari negara lain. Jangan sampai semua ini terjadi. Jika sudah seperti ini, idealisme Pancasila yang kita agung-agungkan akan pudar. Bahkan, hilang. Jangankan idealismenya, bahkan ada rakyat Indonesia yang terpelajar masih belum tahu jika ditanya Pancasila.

Apakah Anda pernah melihat acara "Jhon Pantau"? Dalam acara itu, pernah ketahuan bahwa banyak artis, calon pejabat, bahkan pejabatnya pun, masih bingung dengan Pancasila. Itu hanya silanya. Apalagi, jika ditanya tentang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Yang paling penting dan patut kita contoh dari perjuangan para pahlawan adalah semangat memiliki negara. Selain itu, Bhineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan negara jangan dilupakan karena dengan semboyan inilah Indonesia bisa bersatu.

Jangan sampai bangsa ini kehilangan karakternya. Melihat fenomena betapa begitu banyak remaja yang tergila-gila dengan apapun yang berbau Korea, jangan-jangan mereka malah lebih tahu tentang Korea daripada Indonesia. Kalau ini terus berlanjut, suatu saat anak-anak bangsa ini akan sangat tahu dengan kebudayaan negara lain, tetapi mereka tidak tahu apapun tentang Indonesia. Sangat disayangkan bila hal ini terjadi. Kebudayaan Indonesia itu dianggap sebagai sesuatu yang kuno dan tidak berkelas.

Sungguh suatu hal yang akan membuat para pahlawan menangis dikuburnya karena jerih payah pengorbanan mereka tidak dimanfaatkan dengan sebaiknya. Adalah tanggung jawab semua individu yang telah berwawasan luas untuk menularkan kisah perjuangan para pahlawan yang begitu menggebu untukk melihat anak cucunya hidup tanpa kekangan. Tetapi kalau keadaan seperti ini terus, bangsa ini akan hidup terkekang lagi di negerinya sendiri. Mereka harus membeli produk tertentu karena produk itu berasal dari negara yang memberikan utang terbesar kepada republik ini. Betapa malangnya bila hal ini berlangsung begitu lama.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sejarah Penemuan Ban Tubeless
  • Sejarah Uni Eropa dan Masa Pembentukannya
  • Inilah Alasan Belanda Menjajah Indonesia
  • Sejarah Terbentuknya TNI
  • Kisah Dewa-Dewa Yunani yang Penuh Intrik
  • Peradaban Lembah Sungai Mekong
  • Lubang Buaya: Sekelumit Misteri, Sekelumit Politik
  • Sejarah Manusia Purba di Indonesia
  • Membaca Sejarah Achilles, Pahlawan Legendaris Bangsa Yunani Klasik
  • Pengertian Sejarah dan Nilai Pentingnya
  • Sejarah Rokok Kretek
  • Sejarah pendidikan Indonesia
  • Pasang Surut Kutai Kartanegara
  • Rakyat Bengkulu dan Kisah Ular n′Daung
  • Mesopotamia, Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA