Perkebunan Karet

Pada tanaman karet, energi yang dihasilkan seperti oksigen, kayu, dan biomassa dapat digunakan untuk mendukung fungsi perbaikan lingkungan seperti rehabilitasi lahan, pencegahan erosi dan banjir, pengaturan tata guna air bagi tanaman lain, dan menciptakan iklim yang sehat dan bebas polusi. Pada daerah kritis, daun karet yang gugur mampu menyuburkan tanah. Daur hidup tanaman karet yang demikian akan terus berputar dan berulang selama satu siklus tanaman karet paling tidak selama 30 tahun.
Di Indonesia, industri pengolahan kayu karet skala besar mulai berkembang sejak akhir tahun 1980-an, seperti di Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, dan Jawa. Pada awalnya, kayu karet banyak dimanfaatkan untuk kayu pertukangan, terutama kayu yang berdiameter besar, namun akhir-akhir ini kayu karet berdiameter kecil pun banyak digunakan untuk keperluan pabrik.






