Perkembangan Agama Hindu di Indonesia
Keeksotisan India menyimpan beragam cerita. Kebudayaan yang beragam serta sistem kepercayaan yang dimiliki India seolah menasbihkan arti baru dari kekayaan sebuah negara yang sebenarnya. Agama Hindu, misalnya, yang sangat berakar kuat di India. Bahkan, 'kekuatannya' menyebar dan berkembang hingga negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.
Perkembangan agama Hindu di Indonesia dimulai sejak ratusan tahun lalu. Agama Hindu dibawa langsung dari India dan Tiongkok oleh seorang resi dari India, Maha Resi Agastya, dan Musafir Budha Pahyien dari Tiongkok. Pada awal kedatangannya di Indonesia, kedua tokoh tersebut memang sudah bertujuan untuk menyebarkan Dharma Hindu atau ajaran-ajaran baik di seluruh Indonesia.
Perkembangan Agama Hindu di Indonesia
Kerajaan Kutai
Agama Hindu untuk pertama kalinya berada di Indonesia sekitar 100 hingga 400 M. Bukti keberadaan agama Hindu di Indonesia pertama kali banyak ditemukan di Kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai terletak di sekitar Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di kerajaan ini, terdapat sedikitnya tujuh buah prasasti yang semuanya bertuliskan huruf Pallawa. Huruf ini biasa digunakan oleh penduduk dari India bagian selatan.
Nama raja Kerajaan Kutai saja sudah menunjukkan bahwa kerajaan ini adalah sebuah kerajaan Hindu. Ia adalah Aswawarman. Aswawarman adalah putra Kudungga. Kudungga adalah seorang pemimpin sebuah suku di Indonesia yang kemudian berubah menjadi sebuah kerajaan, yaitu Kutai.
Raja Aswawarman dinobatkan menjadi raja Kutai melalui upacara keagamaan Hindu, yaitu vratyastoma. Aswawarman mempunyai tiga orang putra, salah satunya menjadi raja Kutai yang sangat disegani. Ia adalah Mulawarman. Diceritakan bahwa ia adalah seorang raja yang baik hati. Ia menyedekahkan sapi sebanyak 20.000 ekor pada para Brahmana.
Resi dan musafir penyebar ajaran agama Hindu di Indonesia tersebut, nyatanya bukan hanya menyebarkan Dharma Hindu di kerajaan Kutai. Kerajaan lain di Indonesia, seperti Tarumanegara pun, tidak luput dari ajaran Hindu yang mereka bawa.
Kerajaan Tarumanegara
Keinginan dan niat untuk berbagi Dharma ajaran agama Hindu seolah tidak mengenal jarak. Saat itu, Maha Resi Agastya dan musafir dari Tiongkok sepertinya memang benar-benar keliling Indonesia. Dari Kalimantan Timur, ajaran itu pun secara bersamaan dianut oleh sebuah kerajaan di Jawa Barat. Kerajaan tersebut adalah Tarumanegara.
Bukti perkembangan agama Hindu di Kerajaan Tarumanegara terlihat dari beberapa prasasti yang ditemukan. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja bernama Purnawarman. Beberapa buah prasasti banyak ditemukan di daerah Bogor. Dari tujuh buah prasasti yang ditemukan, lima di antaranya terdapat di kota hujan tersebut. Sama halnya dengan prasasti yang terdapat di Kalimantan Timur, prasasti ini menggunakan huruf Pallawa.
Salah satu prasasti yang semakin menunjukan identitas kehinduan dari kerajaan ini adalah prasasti yang terdapat di daerah Ciaruteun Bogor. Prasasti ini menggambarkan telapak kaki Raja Purnawarman. Gambar telapak kaki Raja Purnawarman dilukiskan sebagai gambar telapak kaki Dewa Wisnu.
Dari tujuh buah prasasti yang dimiliki Kerajaan Tarumanegara, prasasti Tugulah yang dinilai merupakan prasasti paling penting. Prasasti ini ditemukan di daerah Cilincing, Jakarta. Pada prasasti ini, Raja Purnawarman menuliskan beberapa kepentingan rakyatnya. Ia juga menyedekahkan 1000 ekor sapi pada para Brahmana.
Kedua kerajaan yang terdapat di Indonesia itu ibarat sebuah gerbang yang mempersilakan ajaran agama Hindu masuk ke wilayah Indonesia. Terbukti dengan banyaknya kerajaan Hindu lain di Indonesia. Seperti, Kerajaan Mataram, Kerajaan Singosari, Kerajaan Majapahit, dan Kerajaan Udayana di Bali.






