logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Perkembangan Anak

Yang Kreatif untuk Perkembangan Anak Usia 2 Tahun


Ilustrasi perkembangan anak usia dua tahun

Setelah melewati fase bayi yang rentan, mulailah balita kita memasuki fase baru perkembangannya, saat usianya menginjak dua tahun. Perkembangan anak usia dua tahun tentu berbeda dari perkembangan sebelumnya, saat mereka masih tergolong sebagai bayi yang sangat tergantung pada orang tua.

Perkembangan Kognisi Anak

• Pengembangan Senses Visual dan Auditory: Indra penglihatan dan pendengaran adalah yang pertama dikembangkan pada anak-anak dari bayi hingga balita. Untuk meningkatkan indra orang tua dan wali harus memastikan anak terkena warna yang berbeda, bentuk, dan suara.

Anda dapat menggantung berbeda jelas berwarna dan berbentuk lonceng di atas buaian anak yang memiliki daya tarik visual dan suara berirama lembut yang akan membantu mengembangkan visi anak dan indra pendengaran.

• Pengembangan Keterampilan Bahasa: dari bayi, Anak mulai mendeguk beberapa suara dan bergerak ke beberapa bersuku satu seperti ma, pa, da-da, dll tua harus mengembangkan keterampilan berbicara dengan berbicara kepada anak dan mendorong dia untuk berbicara.

Membacakan puisi dengan suara keras dan menyanyikan lagu nina bobo dan membantu dalam proses. Meskipun bayi mungkin tidak mengerti artinya, tetapi akan dapat memahami suara yang berbeda dari kata-kata, mendaftarkan mereka dalam otaknya untuk referensi di masa mendatang.

• Pengembangan Keterampilan Motor: Otak anak mulai mendapatkan kontrol dari otot-otot. Anak mulai bergerak lengan dan kakinya ke segala arah main-main dan ini adalah bagian dari latihan fisik dan pengembangan keterampilan motorik.

Anak mulai memegang jari dan mainan pegang, sehingga membantu dalam keterampilan halus nya motor tangan, jari, jari kaki dan kaki. Orang tua harus membantu anak dengan kegiatan fisik yang akan membantu dalam pengembangan fisik tubuh dan otak.

• Pengembangan Emotional Quotient dan Sosial: Sehat hangat, peduli lingkungan, dan mencintai anak, memainkan peran penting dalam pengembangan keterampilan anak emosional dan sosial. Hal ini sangat penting bagi orang tua untuk menjaga lingkungan yang sehat di rumah, sebagai anak sangat rentan terhadap emosi negatif di sekelilingnya.

Anak mengembangkan emosi kebencian, kemarahan, ketakutan, dll semudah cinta, kepercayaan dan empati dengan belajar dari lingkungannya. Dengan demikian, memberikan anak dengan emosi positif yang cukup dan keterampilan sosial yang akan membantu dia menyesuaikan ke dalam masyarakat dengan mudah.

Kemampuan Anak dua Tahun

Secara umum, perkembangan anak usia dua tahun dari segi kemampuan motorik kasarnya ialah, ia sudah bisa berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya dengan satu kaki saja. Kemampuan motorik halusnya juga berkembang hingga ia mampu menggambar mengikuti garis lurus.

Anak usia dua tahun yang normal juga sudah mampu mengutarakan kemauannya dengan bahasa yang jelas. Misalnya: mau makan, minta minum, mau bobo, dan berbagai keinginan dirinya sendiri. Kebiasaannya ngompol karena tidak mampu mengatakan rasa ingin buang airnya juga sudah mulai berkurang. Ia mampu mengatakan bahwa ia ingin pipis atau pup, saat ia merasa demikian.

Rangsangan Untuk Pertumbuhan

Tentu saja orang tua harus terus memberikan stimulasi agar kemampuan buah hatinya itu terus berkembang. Misalnya, mengajak sang anak bermain dengan permainan yang merangsang kemampuan otot motorik kasarnya agar meningkat. Bisa dengan mengajak anak bermain lompat kodok, atau lompat jauh. Tentunya menyesuaikan dengan kemampuan si anak.

Untuk motorik halusnya, beri permainan yang mewajibkan ia menggunakan jari-jemarinya. Misalnya menyusun kotak kayu bergambar, atau memasukan balok ke dalam keranjang, atau bisa juga mengurutkan balok dari kecil ke besar.

Untuk kemampuan verbalnya, gunakan kartu bergambar yang mewajibkan ia menyebutkan nama gambar yang tertera di dalam kartu itu. Juga biasakan anak untuk meminta dengan kata-kata, apa yang jadi keinginannya. Jangan berikan benda apa yang ia mau jika anak hanya menunjuk saja tanpa mau berkata-kata.

Gizi dan Kasih Sayang

Perkembangan anak usia dua tahun tentu saja akan maksimal jika pemenuhan kebutuhan gizi dan kasih sayang dari orang tua sesuai dengan kebutuhannya. Makanan untuk anak dua tahun sudah seperti makanan orang dewasa, hanya tentu jangan berikan ia makanan yang terlalu pedas dan keras. Susu sebagai tambahan jumlahnya juga sudah lebih berkurang dibandingkan dengan masa bayi. Sehingga anak akan lebih banyak mengkonsumsi makanan padat.

Mainan yang Cocok

Mainan yang cocok untuk anak usia dua tahun harus sederhana, sementara pada saat yang sama memungkinkan bayi untuk belajar sesuatu. Pada usia dua-dua setengah tahun anak mulai belajar hal-hal tentang dunia di sekitar mereka.

Mereka cukup kuat untuk melakukan aktivitas fisik sederhana seperti melompat, melempar benda, mendaki, mendorong benda beroda, dll balita memiliki tangan yang baik dan koordinasi jari pada saat mereka mencapai usia dua setengah-tiga tahun.

Para balita dengan demikian, membutuhkan mainan pembelajaran kreatif pada usia tender untuk membentuk proses berpikir mereka, kemampuan untuk hal-hal yang kreatif dari benda-benda sederhana, dll

Ada banyak mainan yang bisa diberikan kepada anak usia dua tahun untuk pengembangan kreativitas mereka. Mainan mungkin termasuk mainan pendidikan dan jenis-jenis mainan yang membantu anak-anak dalam belajar sesuatu.

  • Buku kayu: Buku-buku kayu adalah sarana melalui mana anak-anak bisa dibuat sadar dari hewan, tanaman dan benda-benda lain dari dunia nyata. Buku-buku ini mudah untuk dimainkan anak-anak yaitu dapat dengan mudah membuka flip halaman. Tidak ada risiko dari buku-buku yang hancur karena bayi mengunyah.
  • Mainan konstruksi: mainan konstruksi umumnya termasuk potongan kayu yang akan dipasang bersama-sama untuk membentuk suatu struktur tertentu dari mereka. Beberapa mainan kreatif untuk balita dapat terdiri dari cincin plastik yang berpaut dengan baut dan mur plastik lainnya yang digunakan untuk memperbaiki mereka dengan benar. Mainan tersebut mungkin berisi batu bata plastik untuk diperbaiki bersama-sama untuk membangun struktur.
  • Mainan manipulatif: Mainan ini termasuk mainan yang saling cocok bersama-sama, mainan bersarang, domino gambar, dll mainan bersarang mungkin termasuk mainan barel dengan gerakan bercinta. Mainan tersebut membantu anak-anak untuk belajar gerakan dasar, gerakan dan kegiatan fisik sehari-hari kehidupan. Menghitung papan yang datang dengan pasak adalah mainan kreatif untuk balita yang membantu mereka belajar.
  • Boneka: Meskipun boneka tampaknya tidak menjadi mainan kreatif rupanya, menyajikan mereka sebenarnya adalah cara yang baik untuk membuat anak-anak menyadari hewan (kucing, anjing, dll) mereka datang di dalam sehari-hari kehidupan. Boneka mungkin termasuk mainan boneka, mainan berbicara, dll boneka atau wayang dengan mudah harus masuk ke tangan bayi.
  • Bahan Kerajinan: Bahan kerajinan membantu anak-anak dalam mengekspresikan diri. Kegiatan seperti menulis, bermain dengan krayon, cat, dll membantu mereka melepaskan energi mereka. Orang tua dapat mengamati apa yang anak mereka tidak pada usia ini, memahami dan membentuk naluri kreatif perlahan.

Kewaspadaan Sementara pada Mainan Kreatif

Mainan yang satu memberikan kepada anak usia dua tahun harus aman bagi mereka untuk dimainkan. Mainan dengan tepi tajam, dengan poin logam, dll tidak boleh diberikan kepada anak-anak. Bahan yang digunakan dalam penyusunan mainan harus non-beracun di alam, balita memiliki kebiasaan mengunyah benda-benda yang ada di tangan mereka.

Bagian-bagian dari mainan tidak boleh terlalu kecil sehingga akan tertelan dalam tenggorokan, terhirup hidung atau masuk dalam telinga. Mainan tidak boleh memiliki sambungan listrik, yang bisa menjadi berisiko bagi anak-anak saat sedang difungsikan. Dan bagian dari mainan tidak boleh menjebak atau mencubit jari-jari bayi atau tangan saat dimainkan.

Pada mainan kreatif untuk perkembangan anak usia 2 tahun yang disebutkan dalam artikel di atas memberikan gambaran tentang bagaimana mainan disajikan kepada mereka membentuk naluri kreatif mereka dan memungkinkan untuk belajar hal-hal baru.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Melatih Kemampuan Bahasa Pada Anak
  • Pengertian Prestasi Belajar Siswa, Faktor yang Mempengaruhi
  • Masa Pertumbuhan Anak Usia Tahun ke 6 Sampai 12 Tahun
  • Kecil Kecil Punya Karya, Pesona Anak Berprestasi
  • Pertumbuhan dan Perkembangan pada Anak
  • Mengulik Fenomena Aktivasi Otak Tengah
  • Pengertian Prestasi Belajar Menurut Para Ahli
  • Anak dan Prestasi
  • Mengenal Teori Perkembangan Anak dari Erik Erikson.
  • Kecil-Kecil Punya Karya - Wadah Pengembangan Bakat Menulis Anak
  • Pendapat Pakar tentang Perkembangan Anak Usia 6 12 Tahun
  • Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini
  • Mengenal Perkembangan Anak Usia 3 Tahun
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA