logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Artikel Umum Ilmu Pasti    Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dari Masa ke Masa

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Perkembangan ilmu pengetahuan alam menjadi sebuah cerita yang panjang untuk diceritakan. Tidak berbeda jauh ketika kita membicarakan perkembangan ilmu lain yang ada di dunia. Selain menawarkan berbagai “keajaiban” yang dapat membuat cara pandang manusia berubah terhadap sesuatu khususnya alam, perkembangan ilmu pengetahuan alam pun menjadi semacam bukti bahwa ilmu pengetahuan itu terus berkembang.

Ilmu pengetahuan alam merupakan hasil usaha manusia untuk memecahkan misteri yang tersebar di alam raya. Konon, usaha ini sudah mulai dilakukan sejak zaman sebelum Socrates (seorang filsuf besar yang tinggal di Yunani). Memang, perkembangan ilmu pengetahuan alam tidak dapat dilepaskan dari kegiatan berfilsafatnya manusia.

Hal yang harus mulai disadari setiap manusia adalah proses itu ada. Sebuah kesalahan, pembelajaran itu mutlak ketika menginginkan sebuah perubahan atau perkembangan. Tidak berbeda jauh dengan perkembangan ilmu pengetahuan alam. Perkembangan ilmu pengetahuan alam tersebut pada prosesnya juga pasti mengalami hal-hal tersebut.

Pemahaman manusia terhadap keadaan yang terjadi di sekitarnya terutama perihal keilmuan alam pada kenyataannya memang perlu diremajakan mengikuti keadaan alam yang terus berubah. Maksudnya adalah ketika sebuah fenomena alam terjadi di sekitar masyarakat, masyarakat dapat segera memahami itu dan tidak lantas cepat panik.

Kejernihan berpikir memang diperlukan ketika menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan. Bisa saja ilmu yang selama ini dianggap benar tiba-tiba berubah karena alam yang juga berubah. Pro dan kontra bisa saja terjadi dalam hal ini. Namun, ilmu pengetahuan alam pada dasarnya akan tetap berkembang.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam

1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Sebelum Socrates

Perkembangan ilmu pengetahuan alam berjalan sering perkembangan zaman. Diawali sejak zaman sebelum Socrates, para filsuf banyak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan asal-usul alam raya. Awalnya, kegiatan ini dilakukan karena adanya kekaguman dan keingintahuan manusia terhadap segala hal yang mereka lihat dalam hidupnya.

Arche atau asal muasal menjadi fokus utama perdebatan para filsuf sebelum datangnya Socrates. Bisa dibilang bahwa kegiatan ini menjadi cikal bakal dari perkembangan ilmu pengetahuan alam yang ada di dunia ini. Sebut saja Phytagoras, seorang filsuf dan juga ahli matematika menyatakan bahwa alam ini tersusun dari angka-angka.

2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Kehidupan Yunani Dikuasai Mitos

Alam kehidupan Yunani memang sangat dikuasai oleh mitos-mitos. Banyak dewa yang dihubungkan dengan segala fenomena alam yang terjadi pada saat itu. Baik fenomena alam yang menguntungkan maupun yang merugikan. Bagi kaum filsuf, keberadaan dewa hanyalah imajinasi atau proyeksi atas kelemahan manusia.

Mereka percaya bahwa manusia mampu menjawab teka-teki alam ini menggunakan akal mereka. Di sanalah, ilmu pengetahuan alam mulai berdiri, di atas rasio akal manusia, dan meninggalkan segala macam mitos yang tidak berguna. Mitos pun pada akhirnya menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan alam itu sendiri.

3. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Copernicus

Memasuki abad pertengahan, ketika kekuasaan gereja sangat besar, perkembangan ilmu pengetahuan seolah berhenti dari aktivitasnya. Segala hal yang bertentangan dengan Tuhan dan kekuasaan-Nya cepat-cepat disingkirakan oleh gereja. Ilmu pengetahuan alam dan filsafat pun dianggap memasuki masa kegelapan pada saat itu.

Usaha keras dilakukan pula oleh Copernicus, seorang fisikawan yang berani menentang pemikiran gereja. Ia menolak argumen gereja yang menyatakan bahwa pusat jagat raya adalah bumi. Menurutnya, pusat jagat raya adalah matahari. Usaha Copernicus ini menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan alam.

Bagi Karl Popper, apa yang dilakukan Copernicus adalah revolusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan alam. Copernicus telah membuka jalan besar bagi manusia untuk terus berusaha dalam membuka tabir yang ada di alam raya. Konon, Copernicus dianggap sebagai Bapak Fisika Modern generasi awal sebelum disusul oleh Isaac Newton. Tidak berlebihan rasanya jika kita menyebutkan bahwa Copernicus adalah tokoh dibalik perkembangan ilmu pengetahuan alam yang terjadi pada zamannya.

4. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alama - Fisika Modern

Perkembangan ilmu pengetahuan alam atau yang lebih populer dengan sebuatan sains ditandai dengan munculnya fisika modern sebagai tonggak ilmu pengetahuan. Sains modern ini menolak seluruh argumen yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya melalui eksperimental. Adalah perkataan sia-sia bagi mereka jika suatu pernyataan tidak dapat terbukti benar atau salahnya.

Persis apa yang disampaikan August Comte bahwa perkembangan manusia akan berujung pada puncak ilmu pengetahuan. Mitos, filsafat, dan agama, menjadi tergeser argumen-argumennya dan manusia akan sampai pada suatu masa ketika ilmu pengetahuan alam menjadi yang sangat berperan. Disinilah, perkembangan ilmu pengetahuan alam menjadi menjadi perhatian banyak pihak.

5. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Newton dan Einstein

Dua nama tersebut bukanlah tokoh asing yang ada dalam perkembangan ilmu pengetahuan alam. Newton (1643-1727) adalah seorang fisikawan yang terkenal dengan beberapa teori yang ia cetuskan. Misalnya, teori mekanika, optik, atau yang lebih populer tentang gravitasi Newton. Sementara Einstein (1879-1955), lebih terkenal dengan teori relativitasnya.

Di antara keduanya, terdapat perbedaan penjelasan mengenai teori gravitasi. Menurut Newton, gravitasi terjadi karena adanya gaya tarik bumi, sedangkan Einsten menjelaskan bahwa gravitasi terjadi karena ruang dan waktu melengkung. Meskipun perbedaan antara keduanya cukup signifikan, namun mereka berdua tetap memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan alam.

Untuk memahami penjelasan Newton, Anda dapat melakukan simulasi sederhana. Ambil satu buah semangka. Kemudian, belah rata menjadi dua bagian. Anda akan melihat titik pusat buah semangka itu. Di sanalah, menurut Newton pusat gaya tarik bumi berada. Setiap benda yang jatuh di bumi akan ditarik oleh satu kekuatan menuju pusat bumi. Begitulah cara kerja gravitasi berlangsung. Pandangan Newton tentang gravitasi ini nantinya berpengaruh pada perkembangan ilmu pengetahuan alam.

Menurut Einstein, gravitasi terjadi karena ruang dan waktu melengkung. Mari kita melakukan simulasi sederhana lagi. Bentangkan sebuah kain sarung dan letakkan buah semangka tepat di tengahnya. Kain sarung diibaratkan sebagi ruang dan waktu, sedangkan semangka sebagai bumi. Apa yang diutarakan Einstein tentang gravitasi juga bernasib sama. Pendapatnya ini berpengaruh pada perkembangan ilmu pengetahuan alam yang ada pada saat ini.

Angkat ujung sarung (oleh dua orang) secara bersamaan. Maka, Anda akan melihat bagian sarung yang terkena beban semangka menjadi melengkung sesuai dengan bentuk semangka itu. Menurut penjelasan Enstein, gravitasi yang menyebabkan setiap benda akan jatuh ke bawah disebabkan adanya lengkungan ruang dan waktu.

Perbedaan penjelasan dalam dunia sains mengenai suatu peristiwa memang hal wajar. Terkadang, dari perbedaan itulah, ilmu pengetahuan alam terus berkembang. Namun, yang menjadi ciri utama pengetahuan alam adalah sifat dan usaha mereka yang selalu mengarah pada tujuan objektif. Tujuan objektif adalah tujuan yang dilandasi metodologi, eksperimen, dan pembuktian ilmiah.

Kini, perkembangan ilmu pengetahuan alam terus terjadi dengan berbagai cabangnya masing-masing. Fisika pun terbagi-bagi lagi ke dalam konsentrasi yang lebih spesifik, misalnya fisika matematis, fisika teoretis, mekanika, optik, fotoelektrik, elektromagnetik, termodinamika, nuklir.

Perkembangan ilmu pengetahuan alam pun hakikatnya berdampak baik bagi kehidupan manusia. Manusia menjadi lebih pintar serta lebih memahami apa yang sesungguhnya terjadi di alam ini. Ketika manusia sudah lebih mengerti, manusia akan dengan sendirinya berpikir untuk “bersahabat” dengan alam serta ilmu pengetahuan yang melingkupinya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Jamur Enoki, Jamur yang Mirip Tauge
  • Manfaat Bawang Merah Bukan Sekadar Bumbu Masak
  • Jamur: Tanaman Liar yang Dibudidayakan
  • Bahan Bakar Gas: Biogas, Aman dan Ramah
  • Energi Gerak dalam Semesta Alam
  • Penghematan Energi Listrik di Rumah
  • Khasiat Bawang Merah untuk Berbagai Penyakit
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA