Perkembangan Peradaban Islam

[kwd]Perkembangan peradaban Islam[/kwd] sejatinya dimulai semenjak hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah. Di Madinah, Rasulullah SAW mengawali pengembangannya dari sisi ekonomi. Hal pertama sekali yang dilakukan Beliau adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor. Setelah itu barulah mulai dibentuk baitul maal serta pasar-pasar yang berfungsi untuk menunjang kaum muslimin dalam bermuamalah.
Perkembangan peradaban Islam berlanjut hingga masa Al Khulafaur Rasyidin atau 4 khalifah setelah Rasulullah, yaitu Abu Bakar, Umar Bin Khattab, Usman Bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib. Tak berhenti sampai di situ, perkembangan peradaban Islam tetap terus berlanjut hingga zaman khalifah-khalifah selanjutnya, seperti Umar Bin Abdul Aziz. Perkembangan peradaban Islam saat itu mampu menguasai sepertiga dari dunia terutama pada zaman Umar Bin Khattab.
Kemajuan Peradaban Islam
Penerapan ekonomi Islam dirasakan dan telah terbukti mampu memakmurkan penduduk Madinah dan juga negeri-negeri jajahan Islam. Kemakmuran ini ditandai dengan kebingungan para pengelola baitul maal untuk menyalurkan zakat yang telah terkumpul, karena tidak ada penduduknya yang termasuk ke dalam kriteria delapan asnaf tersebut.
Pada saat itu perkembangan peradaban Islam sangatlah maju dari semua sektor, mulai dari ekonomi, pemerintahan, politik, pendidikan, kebudayaan, kesehatan, kesenian, dan lain-lain. Sehingga dapat dikatakan sebagai zaman kejayaan Islam.
Hal ini diukur dengan adanya pasar dan juga kebudayaan yang tinggi di kalangan umat muslim, berbeda dengan barat pada saat itu yang masih tertinggal dan kebanyakan mata pencaharian dari orang barat pada saat itu adalah berburu.
Karena peradabannya yang tinggi, umat muslim pada waktu itu banyak menjadi rujukan dan acuan di segala bidang. Banyak ilmuwan barat yang menimba ilmu di Arab maupun di negara-negara Eropa yang telah menjadi jajahan muslim. Tujuannya tak lain adalah untuk sekedar berguru atau berdiskusi dengan ulama-ulama muslim.
Salah satu bukti adalah bergurunya Adam Smith bapak ekonomi kapitalis kepada Abu Ubaid, yang pada waktu itu sering mengadakan diskusi di Eropa. Dalam penulisan bukunya yang fenomenal yaitu The Wealth of Nations, Adam Smith banyak terinspirasi oleh buku Al Amwal karya Abu Ubaid.






