Serunya Permainan Anak Usia Dini
Ayo main!
Semua orang pasti suka bermain, dari anak bayi sampai orang dewasa. Bahkan sampai usia lanjut sekalipun, masih suka bermain. Tentu saja jenis permainan dan kuantitas bermainnya yang berbeda. Makin tinggi usia, kuantitasnya bermain biasanya semakin sedikit.
Porsi terbanyak waktu bermain ada pada anak-anak usia dini. Sejak bayi hingga usia kanak-kanak, waktu bermain mereka menguasai seluruh kehidupannya sesudah dipotong waktu tidur. Bagi mereka bermain adalah belajar. Dunia bermain adalah dunia anak usia dini untuk melakukan eksplorasi.
Permainan Apa Yah?
Permainan anak usia dini tidak sama dengan permainan anak-anak. Pastinya lebih sederhana dan tidak banyak aturan. Yang penting sesuai dengan usia dan tingkat kemampuannya. Bisa menggunakan alat atau tangan kosong. Permainan itu harus bisa merangsang atau menstimulasi kinerja organ tubuhnya agar potensinya berkembang maksimal.
Ide permainan untuk anak bayi
Karena peserta permainan pasif, maka kita sebagai fasilitator dituntut untuk aktif. Mulailah bermain saat badan kita sudah bersih, hati sedang senang dan bahagia. Karena jika kita sedang gelisah maka si kecil merasa tidak nyaman. Jika si kecil sudah merasa bosan, rewel misalnya, segera hentikan.
Ide permainannya, antara lain adalah :
Bermain boneka tangan
- Gunakan boneka tangan dengan warna dan bentuk yang menarik untuk merangsang matanya
- Dibarengi dengan cerita sederhana atau sambil bernyanyi atau sekedar bercakap-cakap biasa untuk merangsang indera pendengaran dan memancingnya untuk bubling
- Sesekali menyentuh bagian tubuhnya, tangan, kaki, atau pipi untuk merangsang indera perabanya.
Bermain ciluk baa
- Pasanglah mimik yang lucu, tapi jangan dipaksakan khawatir malah mengerikan.
- Gunakan kain saputangan atau kain apapun yang ukurannya kecil, sehingga mudah digunakan untuk menutup muka dan membukanya kembali
- Untuk tahap awal, sembunyinya cukup di balik kain tadi, namun secara bertahap mulai agak jauh, misalnya di balik tempat tidur, atau di balik tirai, apalagi untuk anak yang sudah bisa merayap di tempat tidur atau berguling-guling. Ini merangsang motorik kasarnya.
Bermain di depan cermin
- Duduklah di depan cermin besar sambil menggendong si kecil di pangkuan menghadap ke cermin
- Pandangan kita terarah pada si kecil di bayangan cermn. Lalu mulailah bermain dengan bernyanyi sambil menggerakkan tangan si kecil. Bisa juga mengenalkan anak dengan anggota tubuhnya sendiri.
Membaca buku
- Ambillah buku dengan lembar kertas yang tebal atau buku dari kain, dengan gambar yang besar dan berwarna tajam
- Bacakan isi cerita dengan telunjuk kita terus menyusuri huruf demi huruf.
- Posisi anak ada di pangkuan kita sambil melihat ke buku.
- Simpan buku pada tempatnya jika sudah selesai. Rak buku diusahakan serendah muka, sehingga mudah dijangkau anak kita saat dia membutuhkannya.
- Manfaat kegiatan ini, agar anak cinta buku dan punya minat baca sejak dini.
Main bola
- Bola besar gelinding, anak dan fasilitator duduk berhadapan saling menggelindingkan bola.
- Lempar tangkap bola besar, gunakan bola besar yang ringan. Lakukan sambil berdiri
- Anak tengkurap dan menggelinding di atas bola besar
Building Brick
- Gunakan balok yang besar dan berwarna menarik
- Temani dalam bermain, karena ada target khusus untuk usia tertentu sesuai tingkat kemampuan usia anak
Banyak permainan anak usia dini yang menggunakan alat-alat khusus , untuk senam lantai misalnya. Selain harganya cukup mahal, juga membutuhkan ruang yang besar. Kita bisa menggantinya dengan permainan lain yang penting tujuannya sama, untuk pengembangan motorik kasar si kecil. Misalnya bermain baling-baling helicopter, atau berayun-ayun di kain panjang yang diikat di pohon.
Efek dari permainan anak usia dini
Efek dari permainan anak usia dini intinya adalah pengembangan motorik kasar. Jika bermain dibarengi dengan sentuhan hati, maka efek pada psikologis anak akan ikut berkembang. Sementara tugas pengembangan motorik halus pun mulai terasah dan terstimulasi.






