logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Permainan Anak

Mengenal Permainan Badminton Secara Komprehensif


Ilustrasi permainan badminton

 

Permainan badminton bisa dibilang merupakan olahraga paling digemari nomor dua setelah sepak bola di negeri ini. Permainan rakyat ini sangat mudah untuk dilakukan karena tak memerlukan orang banyak (tidak seperti sepak bola atau bola voli) atau dana yang besar (seperti halnya golf). Bahkan tanpa lapangan pun sebetulnya kita bisa bermain olahraga ini. Cukup sebidang tanah yang agak lapang sedikit, maka permainan sudah bisa dimulai.

 

Menyebut permainan badminton rupanya kita patut berbangga diri karena secara prestasi tim kita cukup dihormati dan disejajarkan dengan tim-tim tangguh dari negara lain seperti China, Korea, Denmark yang dianggap kiblatnya badminton dunia. Selain badminton, olahraga ini juga familiar dengan sebutan bulu tangkis. Nah, sekarang apa dan bagaimana bulu tangkis itu sebenarnya?

Perlengkapan Bermain

Secara profesional, badminton memerlukan beberapa perlengkapan yang merupakan kelengkapan dalam permainan yang wajib ada. Diantaranya:

1. Raket

Awalnya, raket terbuat dari bahan kayu. Seiring dengan perkembangannya, raket kemudian dibuat dari aluminium atau logam ringan. Raket-raket para profesional saat ini banyak yang terbuat dari bahan serat karbon karena dianggap banyak kelebihannya. Kenapa harus serat karbon? Karena bahan ini mempunyai kekuatan mumpuni terhadap perbandingan berat, kaku dan memberikan perpindahan energi kinetik yang sangat baik.

2. Senar

Senar merupakan benang untuk mengisi bulatan atau lonjongan dalam raket. Jenis-jenis senar jelas memiliki perbedaan. Awet tidaknya senar sangat berpengaruh dari pemakaian sang pemain sendiri. 

3. Shuttlecock

Shuttlecock atau di masyarakat lebih popular dengan sebutan “kok” saja merupakan bola yang digunakan dalam permainan badminton yang tersusun dari beberapa helai bulu angsa dan menengadah ke atas seeperti “tadah hujan”. di bagian buntut kok memiliki bentuk bola 180 derajat alias setengah lingkaran, dan terbuat dari gabus ringan. Biasanya, selain memakai kok dari bulu angsa, dalam sesi latihan atau pertandingan yang tak resmi sering juga digunakan kok yang terbuat dari plastik.

4. Sepatu Pemain

Sepatu sangat penting digunakan dalam sebuah ajang permainan badminton karena selain untuk memenuhi aturan yang telah menjadi standar baku pertandingan, juga bisa membantu performa permainan. Karena tak ayal, dengan sepatu si pemain bisa bergerak secara lincah dan terhindar dari gesekan antara kulit telapak kaki dengan tembok lapangan yang kemungkinan besar akan menimbulkan kelecetan.

5. Lapangan Badminton

Lapangan badminton berbentuk persegi panjang yang dibatasi dengan garis di sisi-sisinya. Garis-garis tersebut harus mempunyai ketebalan 40 mm dan berwarna yang kontras (berbeda) dengan warna lapangannya.

Permukaan lapangan sebaiknya terbuat dari kayu atau bahan sintetis yang lunak supaya memudahkan bagi pemain untuk bergerak dengan cekatan. Sedangkan, jaringnya (net) dipasang setinggi 1,55 meter. Jaring harus berwarna gelap, dan bibir jaring yang berketebalan 75 mm harus berwarna putih.

Induk Organisasi

Olahraga apapun pasti ada induk organisasinya. Demikian juga dengan badminton. Adalah International Badminton Federation (IBF) merupakan induk badminton di dunia yang didirikan pada tahun 1934 dengan anggota awalnya terdiri dari Skotlandia, Irlandia, Inggris, Prancis, Selandia Baru, Denmark, Belanda, dan Kanada. Tercatat pata tahun 2006 di Madrid,  Spanyol dalam sebuah Grand Meeting bertajuk IBF Extraordinary General Meeting diubah namanya menjadi Badminton World Federation (BWF).

 

Indonesia tehitung sebagai negara baru yang masuk keanggotaannya di BWF namun sudah menunjukkan prestasi gemilangnya dengan beberapa kali menjuarai perhelatan piala Thomas dan Uber. Bravo Indonesiaku!

Atlet Terbaik Indonesia dalam Permainan Badminton

Dulu, Indonesia memiliki atlet badminton yang mendunia. Ada banyak nama pemain badminton atau bulu tangklis yang mendunia, di antaranya Alan Budikusuma, Susi Susanti, Icuk Sugiarto, dan Taufik Hidayat. Nama-nama tersebut trelah mengharumkan nama Indonesia dalam kancah turname bulu tangkis dunia, seperti All England dan Olimpiade.

Nah, untuk lebih mengenal sosok nama-nama atlet badminton Indonesia yang mendunia, berikut ini ulasannya.

1. Icuk Sugiarto

Icuk Sugiarto merupakan salah satu legenda bulu tangkis Indonesia. Pemain kelahiran Solo, 4 Oktober 1962 ini berhasil menjadi juara dunia pada 1983. Selain itu, ICuk pun menjadi salah satu pahlawan-pahlawan bulu tangkis yang telah mengharumkan nama Indonesia dalam kancah dunia. Icuk kecil mulai tertarik menekuni olahraga badminton sejak umur 12 tahun. Oraangtuanya pun melihat bakat dan minat yang dimiliki anaknya itu dan akhirnya memasukkan Icuk ke klub bulu tangkis yang bernama Klub Taruna. Dari klub itu, ICuk pindah ke Klub Abadi Sekolah Atlet Ragunan. Di klub itu, Icuk mendapatkan banyak pelajaran berharga sehingga mebuat hatinya semakin mantap untuk mendalami olahraga badminton ini.

Kiprah Icuk Sugiarto dalam olahraga badminton ini telah melahirkan berbagai prestasi. Berikut ini prestasi yang berhasil diukir oleh Juara Dunia 1983 ini.

 

  • 1982 Juara I Double Asian Games.
  • 1982, 1986, dan 1988 Juara I Single Indonesia Terbuka.
  • 1983 s/d 1987 Juara Nasional.
  • 1983 s/d 1986 Juara I Taiwan Terbuka.
  • 1983 Juara Dunia Single.
  • 1984 Juara I Single Malaysia Terbuka
  • 1984 dan 1985 Juara I Single Thailand Terbuka
  • 1984 Juara I Single Belanda Terbuka
  • 1985, 1987, dan 1989 Juara Single Sea Games
  • 1988 Juara I Single Perancis Terbuka
  • 1988 Juara I Single Hongkong Terbuka
  • 1984, 1986, 1988, dan 1990 Team Thomas Cup
  • 1983, 1984, dan 1985 Team Asia

2. Liem Swie King

Satu lagi legenda bulu tangkis Indonesia, yaitu Liem Swie King. Pemain kelahiran Kudus 20 Februari 1956 ini menjadi bahan pembicaraan pada zamannya ketika dia mampu menjadi lawan legenda bulutangkis Indonesia lainnya dalam kancah All England, yaitu Rudy Hartono. Ya, Liem Swie King menjadi lawan legenda Rudy Hartono dalam kejuaraan All England 1976 dalam usia yang relative muda, yaitu 20 tahun. Liem Swie King pun menjadi pewaris era kejayaan Rudy Hartono. Berikut ini prestasi yang berhasil diukir oleh Liem Swie King

 

  • Juara All England (1978, 1979, dan 1981)
  • Juara Asian Games Bangkok (1978)
  • Juara Dunia (1982)
  • Juara Sea Games (1981)

 

Itu hanya beberapa prestasi yang berhasil diukuir oleh Liem Swie King.

2. Rudy Hartono

Rudy Hartono merupakan legenda hidup dalam olahraga badminton. Pemain kelahiran 18 Agustus 1949 ini telah mengharumkan nama Indonesia pada zamannya dengan menjadi juara turnamen bulu tangkis terbesar, yaitu All England. Rudy Hartono menjadi juara All England sebanyak 8 kali. Gelar juara All England Rudy Hartono ini diraih pada 1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974, dan 1976. Sebuah rekor prestasi yang belum terpecahkan oleh pemain Indonesia lainnya.

3. Susi Susanti

 

Susi Susanti merupakan salah satu pemain bulu tangkis wanita yang telah banyak mengharumkan nama Indonesia dengan segudang prestasi. Pemain yang sekarang menjadi istri dari pemain bulu tangkis yang sama pada zamannya, Alan Budikusuma ini pernah meraih emas Olimpiade Barcelona pada 1992. Raihan emas Susi Susanti pada ajang Olimpiade Barcelona ini pun diikuti oleh suaminya Alan Budikusuma yang juga meriah mendali emas dalam ajang bulu tangkis single putra. Berikut ini prestasi yang berhasil diukir oleh Susi Susanti.

  • Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992.
  • Medali Perunggu Olimpiade Atlanta 1996
  • Medali Perunggu Asian Games 1990, dan 1994
  • Juara All England 1990, 1991, 1993, dan 1994
  • Juara World Championship 1993
  • Juara World Cup 1989 ,1990, 1993, 1994, 1996, 1997.

 

Itulah sejumlah prestasi Susi Susanti yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam kacah olahraga badminton.

 

Semoga penjelasan mengenai pemain legenda bulu tangkis Indonesia ini menjadi sebuah pelajaran bagi Anda untuk terus berprestasi dalam bidang masing-masing. Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Permainan Tradisional: Permainan Bentengan
  • Belajar Memasak dengan Permainan Cooking Mama
  • Permainan The Sims, Permainan Simulasi Kehidupan
  • Mengenal Permainan Tradisional Anak
  • Pengaruh PlayStation Terhadap Anak
  • Games Ringan, Permainan Zuma
  • Contoh Permainan Edukatif
  • Memelihara Ikan dengan Permainan Insaniquarium
  • Permainan Dinner Dash, Menjadi Pelayan Restoran
  • Memilih Mainan Anak-anak
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA