Permainan Tradisional: Permainan Bentengan
Ilustrasi permainan bentengan
Permainan bentengan adalah salah satu permainan tradisional yang patut dilestarikan. Dalam permainan yang dinamakan bentengan ini, para pemain dituntut untuk pandai berstrategi, kompak, mau bekerja sama dan tangkas. Jadi selain mengolah raga, permainan tradisional yang satu ini juga melatih mental dan mengasah kreativitas. Strategi yang jitu akan membuat lawan kewalahan dan meninggalkan bentengnya. Kecepatan gerak dan lari sangat dibutuhkan. Seorang pengatur serangan juga sanagt berperan dalam merebut benteng.
Cara Bermain Bentengan
Permainan bentengan ini lebih seru jika dimainkan oleh 6 orang atau lebih. Para pemain dibagi menjadi 2 kelompok sehingga masing-masing kelompok berjumlah 3 orang. Masing-masing kelompok memilih pohon atau tiang sebagai bentengnya. Tugas para pemain adalah menjaga bentengnya agar tidak dikuasai lawan. Mereka juga harus melindungi teman-temannya agar tidak ditawan musuh. Peraturan yang diterapkan mungkin saja berbeda di satu tempat dengan tempat lainnya. Yang pasti adalah kekompakan harus ada.
Ada peraturan yang mengatakan kalau penjaga benteng masih menyentuh bentengnya, itu artinya mereka masih bisa mempertahankan bentengnya. Penyerang tidak bisa merebut beteng dengan seenaknya. Kalau mereka tersentuh oleh pemilik benteng, artinya pemain itu kalah dan tidak boleh lagi menyerang atau dengan kata lain menjadi tawanan. Tawanan ini bisa dibebaskan dengan cara temannya menyentuh tubuhnya.
Yang menjadikan permainan ini seru adalah bahwa pemain yang ada di benteng harus juga menjaga tawanannya. Kalau tawanan telah disentuh oleh temannya, ia harus menyentuhnya kembali sehingga tawanan itu tetap tidak bisa lolos. Letak tawanan tidak terlalu jauh dari benteng. Aksi rebutan tawanan ini sangat seru. Anak-anak akan berteriak dan saling memanggil nama sebagai satu cara mengatur serangan. Biasanya anak yang dianggap cerdas dan mempunyai kecepatan gerak yang lincah akan dijadikan tetua.
Permainan ini bisa berlangsung sangat lama sesuai dengan ketahanan tubuh masing-masing. Kalau di sekolah, permainan ini biasanya dimainkan diwaktu istirahat. Ada beberapa tim yang ikut bermain. Yang bisa dipakai sebagai benteng bisa juga tiang bendera. Tidak jarang jug apohon yang cukup besar yang bisa dipeluk atau tidak akan patah kalau ditarik. Semua anak bisa main bentengan. Anak-anak usia 6-12 tahun itu bisa saja berbaur menjadi satu.
Permainan satu ini tentu saja akan membuat fisik anak bagus. Asalkan mereka tidak menunda minum atau malah tidak minum sama sekali, permainan ini akan menyehatkan. Yang menjadi kendala adalah bau badan anak-anak yang berkeringat. Dalam kelas yang berisi anak sejumlah 30-40 orang, dengan bau keringat dari 10 orang anak saja, terkadang malah cukup mengganggu. Apalagi kalau ruang kelas yang ber-AC.
Inilah risiko yang harus ditanggung oleh guru. Pada bulan Ramadhan pun terkadang anak-anak masih main bentengan. Terkadang mereka bermain di koridor sekolah atau di dalam ruang kelas. Permainan ini memang cukup populer terutama pada era tahun 80an hingga 90-an. Pada saat sekarang ini, bentengan mungkin sudah jarang dimainkan. Dengan adanya berbagai jenis gadget yang membuat anak menjadi sunggan menggerakan fisiknya. Mereka lebih memilih game yang ada di internet atau game yang ada di tab atau iPad-nya.
Permainan yang ada di komputer terasa lebih menantang dan tidak harus berkeringat sehingga badan tidak bau. Ada untung ruginya juga ketika anak mau bergerak. Fisik yang bergerak itu akan membuat anak bisa sedikit jauh dari terserang penyakit diabetes. Banyaknya anak-anak dengan tubuh obesitas seharusnya menjadi sesuatu yang cukup memprihatinkan. Michelle Obama yang merupakan ibu negara Amerika sangat memperhatikan keadaan ini. Ia melakukan gerakan nasional menghindarkan anak dari obesitas.
Obesitas ini merupakan salah satu penyakit yang akan menyebabkan jenis penyakit lain seperti jantung dan diabetes. Kalau telah terkena penyakit jantung atau diabetes, pengobatan yang cukup rumit akan membuat keluarga repot dan anak akan mengalami kesulitan lain dalam pergaulannya. Anak bertubuh tambun ini sering menjadi salah satu sasaran empuk penghinaan.
Bentengan bisa menjadi salah satu permainan yang digalakan demi menjadi keseimbangan pertumbuhan tubuh anak. Anak yang banyak bergerak itu akan ,ebih aktif. Ketika mereka aktif, diharapkan mereka akan mudah menerima pelajaran karena otaknya tetap berfungsi dengan baik. Bila perlu pemerintah bisa menjadikan salah satu permainan tradisional ini sebagai permainan nasional yang dilombakan secara resmi. Tentu saja peraturannya dibuat standar sehingga mudah diikuti.
Fungsi Benteng
Dalam permainan bentengan ini, pohon atau tiang tidak saja berfungsi sebagai markas. Ia juga berguna untuk memperbarui kekuatan pemain agar dapat menangkap lawan yang berada di luar bentengnya lebih lama. Jika pemain dapat menangkap lawan tersebut sebelum menyentuh pohon atau tiang bentengnya, maka lawan yang tertangkap itu akan menjadi tawanan dan harus berdiri di samping markas.
Terselip makna bahwa ketika memiliki sesuatu, sesuatu itu harus dipertahankan dengan sungguh-sungguh. Keterlibatan semua orang yang ada dalam satu regu itu akan menentukan kekuatan regu itu sendiri. Inilah pelajaran bekerja dalam tim. Bahwa semua orang dalam regu harus tahu fungsi dan posisi masing-masing. Kalaui ia tidak disiplin, ia tidak hanya akan merugikan dirinya sendiri, namun juga akan merugikan teman-teman yang ada dalam timnya.
Kehilangan benteng artinya kehilangan segalanya. Semua anggota tim tertangkap dan mereka harus menyerahkan apa yang dianggap sebagai sesuatu yang sangat berharga. Kekuatan kekompakan itu akan membuat anak berpikir bahwa dirinya harus berarti bagi kelompoknya. Kalau ia dinilai lemah, maka ia akan sangat mudah menjadi tawanan dari kelompok lain. Dengan demikian, teman-teman satu regunya harus berusaha membebaskannya. Kalau strategi salah, upaya pembebasan ini bisa menjadi menjadi bumerang dan lawan bisa mengambil benteng.
Tidak jarang ada lawan yang diserang ternyata sangat mudah bali menyerang dan merebut benteng. Apalagi kalau regu yang merasa hebat meninggalkan bentengnya begitu saja tanpa adanya penjagaan sama sekali. Merasa hebat itu akan merugikan karena akan membuat terlena. Kalau telah terlena, maka kewaspadaan menjadi berkurang. Hal inilah yang akan menyebabkan kekalahan telak. Pemain bentengan harus tahu itu.
Cara Menangkap Musuh
Jika pemain melihat lawan keluar dari bentengnya, biarkan ia mendekat. Pilih salah satu dari teman satu kelompok yang mampu berlari cepat. Ketika dirasa jarak musuh dengan pemain sudah dekat, segera kejar musuh sekuat tenaga dan sentuh badannya. Setelah itu, segera kembali ke markas agar tidak dikejar oleh teman sang musuh. Jangan lupa untuk menyentuh pohon atau tiang agar kekuatannya pulih. Musuh yang terkena tadi harus rela menjadi tawanan di samping markas.
Cara Membebaskan Teman dari Tawanan Musuh
Aturan dalam bentengan, jika ada teman satu kelompoknya yang tertawan, pemain lain dapat membebaskannya. Caranya hanya dengan menyentuh tangan atau bagian tubuh lain temannya yang tertawan, maka ia dapat melarikan diri dari markas musuh. Hanya saja, jangan sampai lawan kembali menangkap tawanannya yang melarikan diri. Alih-alih bebas, bisa-bisa lawan malah menangkap tawanan dan temannya yang hendak membebaskan itu.
Cara Menguasai Benteng Lawan
Kemenangan pemain dalam permainan bentengan ini ditentukan oleh dua hal, yaitu
1. Seluruh pemain lawan tertangkap dan menjadi tawanan.
2. Pohon atau tiang sebagai benteng lawan berhasil dikuasai pemain.
Oleh karena itu, untuk memenangkan permainan bentengan ini, pemain harus fokus pada dua hal yaitu menangkap pemain lawan atau membidik benteng lawan.
Merebut benteng lawan akan sulit jika pemain lawan masih komplit dan belum ada yang menjadi tawanan. Penjagaan pun akan lebih ketat karena mereka dapat menyerang balik secara bergantian.
Jadi, tangkaplah dulu para pemain lawannya. Kemudian bebaskan teman-teman satu kelompok yang tertawan. Jika yang menjaga benteng musuh hanya satu orang, akan lebih mudah jika mengepungnya. Pancing dia agar keluar dari bentengnya, dan rebut benteng ketika ia lengah.
Satu hal lagi, jangan biarkan benteng sendiri tanpa penjaga. Taruhlah seorang pemain untuk menjaga markas dan tawanan agar tidak kebobolan. Ya, permainan bentengan sangat bermanfaat bagi anak-anak. Tidak hanya olah raga dan olah jiwa, anak-anak pun akan terlatih jiwa sportifitasnya. Menang atau kalah tidak menjadi soal, yang penting seru dan menyenangkan.

