Mau Berumur Panjang? Akrabi Permainan Games
Orangtua boleh saja sering marah-marah kalau anaknya main game berjam-jam dan tidak melakukan aktivitas lain. Orangtua pantas saja menghukum anaknya yang main games tanpa ingat waktu untuk makan, sholat, minum, bahkan mandi. Tetapi cobalah merenungkan apa yang terjadi kalau dunia ini tidak ada yang menciptakan dan merancang permainan games. Dunia akan sepi dan akan semakin banyak orang yang galau.
Games itu telah banyak membuat orang menjadi tidak kesepian dan tidak merasa bosan. Permainan games juga telah membuat orangtua berusia lanjut melihat dunia lebih indah karena pikiran mereka masih jernih diakibatkan sering main games yang mengasah otaknya. Intinya, apa pun pasti ada dampak positif dan negatifnya. Games pun begitu.
Dampak positif dan negatif games memang telah sering dibahas. Tapi, cobalah untuk lebih memahami bagian mana dari games yang bisa memberikan dampak positif dan bagian mana yang akan memberikan dampak negatif. Dampak negatif ini harus dikurangi agar kesenangan tak membawa petaka.
Efek Negatif Permainan Games
Satu hal yang dianggap bagus pasti mempunyai kekurangan karena yang sempurna itu hanya ciptaan Tuhan. Begitu pun dengan permainan games. Begitu banyak efek negatif yang dikhawatirkan akan berdampak kepada para pemain games tersebut.
Berita kematian pemain games maniak merupakan salah satu hal yang membuat orangtua dan orang-orang yang peduli dengan anak-anak berusaha membuat anak-anak tidak main games. Bisakah melarang anak untuk tidak main games? Hampir dipastikan merupakan sesuatu yang sangat sulit kalau tak ingin dikatakan sesuatu yang mustahil melarang anak main games.
Permainan games adalah sesuatu yang menyenangkan. Siapa yang mau dilarang dari sesuatu yang mengasyikan? Daripada anak mencuri-curi waktu dan bermain games di belakang orangtua, lebih baik antara orangtua dan anak ada kesepakatan yang akan membuat kedua belah pihak mencapai keadaan saling menguntungkan. Orangtua tidak merasa berdosa dan bersalah membiarkan anaknya main games dan anak tidak harus tertekan karena tidak main games.
Dalam pandangan orangtua, permainan games itu mengamburkan waktu, uang, dan energi percuma. Kalau anak terlalu lam main games, tulang punggungnya bisa tidak lurus lagi karena terlalu lama duduk. Pikiran anak juga tidak bisa fokus karena sudah kecanduan ingin main games terus. Asupan makan anak tidak teratur dan anak cenderung memakan makanan tidak sehat serta terbiasa mengemil makanan tinggi gula serta kalori.
Permainan games membuat anak tidak pandai bergaul. Mata anak bisa rusak karena terlalu lama berada di depan komputer. Anak jadi kurang tidur karena hati dan pikirannya terlalu terpaut kepada games. Tingkat pemahaman dan nilai pelajaran anak bisa menurun karena anak tidak belajar hal-hal lain dan hanya terpaku pada games.
Anak bisa mengalami stres dan tertekan kalau games yang dimainkannya mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi tetapi kemampuan anak masih kurang. Rasa penasaran bisa berubah menjadi rasa tertekan yang luar biasa. Apalagi kalau teman-teman si anak telah menguasai permainan favorit mereka, sedangkan dia belum bisa.
Perasaan ini bisa membuat anak frustasi. Rasa frustasi itu sendiri bisa berdampak kepada kesehatan fisik anak. Keadaan mental dan psikologis anak juga bisa terganggu kalau permainan games yang dimainkannya ternyata mengandung unsur-unsur pornografi dan kekerasan yang terlalu brutal.
Anak bisa kehilangan masa-masa belajar sopan-santun dan pelajaran budi pekerti lainnya karena terlalu terfokus kepada permainan games. Namun, bila dilarang, anak mungkin saja akan lebih stres dan frustasi. Terutama ketika aktivitas pengganti permainan games tidak tersedia atau tidak disediakan oleh lingkungan maupun orangtua. Anak bisa menjadi pemurung dan tidak semangat melakukan apa-apa. Keadaan ini bisa saja lebih tidak menguntungkan daripada ketika anak main games.
Kompromi demi Permainan Games
Jalan tengah yang terbaik yang bisa diambil demi kelancaran hubungan dan komunikasi antara orangtua dan anak adalah orangtua bermain bersama dengan anak. Hal ini bisa saja menjadi kendala tersendiri bagi orangtua yang maha sibuk.
Kalau pun bermain bersama anak dirasakan cukup sulit, orangtua harus berusaha mengetahui macam-macam games yang baik dan macam-macam games yang tidak baik. Orangtua juga hendaknya menguasai satu permainan games yang bisa dia mainkan bersama dengan anaknya.
Anak merasa orangtuanya adalah temannya ketika mereka bermain bersama. Bersaing memenangkan satu buah games yang telah disepakati bersama akan membuat anak merasa tidak sendirian.
Dengan orangtua ikut bermain, orangtua bisa memberikan saran games mana yang bisa memberikan manfaat dan games mana yang tidak memberikan manfaat apa pun selain kesenangan semata. Ketika budaya negosiasi dan diskusi telah tertanam di hati dan benak anak, selanjutnya akan lebih mudah bagi orangtua untuk mengarahkan anaknya.
Efek Baik Permainan Games
Saat ini, games telah menjadi satu industri kreatif tang berkembang sangat pesat. Beragam jenis games tercipta dan terjual ke pasaran dalam waktu yang singkat. Hampir dalam waktu yang tidak lama, sudah ada lagi games baru yang lebih menantang.
Anak yang cenderung pendiam pun bisa berlatih berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain melalui games online. Anak pendiam tersebut bahkan bisa memiliki teman dan mampu mengasah cara berinteraksi ketika memainkan games yang berkaitan dengan bagaimana menjalin komunikasi dengan orang lain.
Games membuat anak tepat waktu dan tak ingin membuang waktu. Kecepatan dan ketepatan yang dibutuhkan dalam memainkan games tertentu bisa berdampak positif terhadap perkembangan psikologis anak. Bahkan banyak games yang menganjurkan para pemainnya untuk hidup sehat dan tidak menjadi obesitas gara-gara terlalu banyak makan makanan yang mengandung gula serta kalori yang tinggi.
Games petualangan juga bisa membuat anak menjadi lebih teliti dan jiwanya siap menghadapi berbagai rintangan dan risiko yang mungkin akan dihadapinya di masa depan. Games bisa membuat anak berpikir kreatif dan sensitif dalam memecahkan masalah. Keinginan untuk terus melakukan hal yang terbaik serta menjadi pribadi yang sangat kompetitif bisa jadi adalah hal-hal yang menjadi pengaruh positif dari bermain games.
Games juga membuat anak menjadi agak tenang ketika berada di tempat atau saat-saat yang sangat membosankan. Games membuat anak mencari tantangan baru dan tahu banyak hal di luar kehidupannya. Anak yang main games itu akan mempunyai pengetahuan yang lumayan banyak tentang barang-barang elektronik atau cara-cara merancang sesuatu.
Permainan Games Mencerdaskan Segala Umur
Seorang wanita asal Skotlandia yang berusia 100 tahun bernama Kathleen Connel mengatakan bahwa games yang dimainkannya membuatnya hidup lebih tenang dan pikirannya tetap jernih. Jenis games yang dimainkannya memang yang lebih berefek kepada tetap aktifnya otak sepanjang masa.
Kathleen Connel tidak sendirian. Semakin banyak orang tua yang mempercayai bahwa games adalah salah satu hal yang akan membuat mereka merasa tetap segar dan bugar di hari-hari senjanya. Senyum mereka tetap terkembang.
Orang tua-orang tua yang berusia 70 tahunan ini juga mengatakan bahwa bermain games baik lewat komputer, tab, telepon genggam, maupun konsol, merupakan aktivitas yang jauh lebih baik daripada menonton sinetron dari pagi hingga pagi lagi.
Saat menonton sinetron, mereka hanya menjadi seperti patung hidup. Sementara dengan memainkan permainan games, mereka merasa lebih aktif dan tidak hanya menjadi aktif serta tidak merasa hanya menjadi objek dari satu karya kreativitas orang lain.






