Gejala Umum Permasalahan Ergonomi
Ergonomi sebagai salah satu bidang keilmuan yang multi disiplin mulai diakui peranannya untuk meningkatkan standar kualitas kerja atau quality of work-life. Ergonomi secara harfiah yang berasal dari bahasa Yunani ergon dan nomos. Ergon berarti kerja dan nomos berarti hukum sehingga bila digabungkan definisi ergonomi adalah hukum tentang kerja.
Secara lebih luas ergonomi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari mengenai aspek-aspek yang berkaitan dengan manusia di lingkungan kerjanya ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologis, ekonomi, kerekayasaan, manajemen dan perancangan. Sasaran dari ergonomi adalah terbentuknya kenyamanan, kesejahteraan dan keefisienan di sebuah sistem kerja.
Bagaimana Menemukan Permasalahan Ergonomi ?
Layaknya sebuah upaya untuk menemukan atau mendiagnose penyakit, diperlukan tanda-tanda atau gejala-gejala permasalahan. Misalnya untuk batuk atau pusing merupakan gejala umum adanya penyakit. Permasalahan Ergonomi dapat dilihat dari gejala atau tanda-tanda umum dan tanda-tanda khusus.
Apakah Gejala Umum Permasalahan Ergonomi ?
Beberapa gejala umum permasalahan ergonomi adalah :
Terjadinya Kecelakaaan Kerja
Trend atau kekerapan kecelakaan kerja yang terjadi di sebuah tempat kerja baik yang mengakibatkan dampak fatal seperti kematian maupun tidak, merupakan gejala adanya permasalahan ergonomi. Kecelakaan kerja merupakan konsekuensi dari tindakan yang aman (unsafe act) dan kondisi yang tidak aman (unsafe condition). Kedua hal ini berkaitan dengan penerapan ilmu ergonomi.
Permasalahan Kualitas
Terjadinya permasalahan pada kualitas produk yang dihasilkan merupakan gejala umum terjadinya permasalahan ergonomi. Tingginya defect atau kecacatan produk bisa disebabkan oleh faktor manusia (man),mesin (machine), material, metode (method) dan lingkungan (environment). Interaksi di antara faktor-faktor ini merupakan salah satu concern dari ilmu ergonomi.
Keluhan dari Pekerja
Keluhan dari pekerja mencerminkan adanya gap atau kesenjangan antara beban kerja dan kapasitas kerja. Beban kerja adalah tuntutan kerja yang harus dipenuhi oleh pekerja (demand) , sedangkan kapasitas kerja adalah kemampuan untuk bekerja (supply). Dalam konsep supply-demand, ketika demand melebihi supply akan terjadi keluhan dari pekerja.
Tingginya Turnover Rate dan Absensi
Pekerja yang tidak merasa nyaman dengan tempat kerjanya cenderung untuk menghindari kerja ditandai dengan tingkat absen yang tinggi. Efek yang lebih parah dari efek tidak nyaman tersebut adalah pekerja cenderung untuk berhenti kerja. Hal ini tentu merugikan perusahaan.
Dengan mengetahui gejala umum permasalahan ergonomi, dapat dilanjutkan penyelidikan lebih dalam untuk mengetahui gejala khusus atau spesifik.






