Perpustakaan Undip Semarang
Ilustrasi perpustakaan undip
Perpustakaan Undip merupakan pemberian layanan perpustakaan yang diberikan dari Unit Pelaksana Teknis di Universitas Diponegoro.
Saat membangun Universitas Diponegoro perpustakaan juga ikut di bangun. Universitas di ponegoro tadinya namanya yaitu Universitas semarang sebelum namanya di ubah.Tempatnya berpindah-pindahdan selalu saja ada perubahan atas perkembangan yang terjadi dari mulai tahun 1960 sampai dengan tahun 1997.
Di semarang tepatnya JL. MT Haryono adalah tempat yang semula di pakai untuk perpustakaan. Lalu Kampus Pleburan adalah tempat pindahnya lokasi perpustakaan tersebut. Perpustakaan ini memiliki bangunan pertama yang terdiri atas 3 lantai yang hampir 3.000 m2 luas dari bangunan perpustakaan tersebut. Dr. Daoed Joesep merupakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang meresmikan.
Perpindahan berikutnya Perpustakaan unip ke kampus kampus di Telaga sekitar pada tahun 1997. Namun bukan hanya perpustakaannya saja yang pindah namun kampusnya juga pindah. Widya pura adalah lokasi baru dari gedung perpustakan terdiri dari 5 lantai yang memiliki luas kira-kira6. 125 m2.
Penempatan untuk ruang kepala UPT perpustakaan, ruang administrasi ( ruangan yang digunakan sebagai pendaftaran kartu sakti, pendaftaran kartu , untuk menjadi anggota UPT perpustakaan UNDIP), Pojok BNI, Tempat foto kopi, ruang pengolahan koleksi, ruang pengadaan, loker sampoerna corner serta internet corner tepatnya berada di lantai I gedung ini.
Undip kerja sama dengan Bank BNI Tbk dalam menyediakan fasilitas dalam bentuk pojok BNI. Ruangan ber-AC , terdapat sofa, buku-buku untu pengembangan, ruang diskusi, psikologi serta ilmiah popular adalah fasilitas yang dberikan di pojok BNI ini.
Pada 2006, Undip menjalin kerja sama dengan PT HM Sampoerna. Bentuk kerja sama ini berupa fasilitas yang diberikan melalui Sampoerna Corner, ruangan ber-AC dengan desain interior sangat atraktif dan nyaman, internet atau hot-spot, CD/DVD tentang Permata Bangsaku, TV atau TV kabel, buku-buku pengembangan diri, psikologi, dan buku ilmiah populer.
Ruang pelayanan sirkulasi, pelayanan peminjaman dan pengembalian buku, terdapat di lantai II gedung perpustakaan. Di lantai ini juga, dilengkapi fasilitas workstation untuk mencari buku secara otomatis, fasilitas internet, dan ruang baca yang sangat nyaman.
Lantai III dipergunakan untuk layanan buku tandon (reserved) dan karya ilmiah (tesis, disertasi, dan hasil penelitian dosen). RIO (Regional Information Outlet) merupakan bentuk kerja sama dengan The World Bank berupa buku-buku yang diterbitkan oleh Bank Dunia.
Lantai IV gedung ini dipergunakan untuk pelayanan buku-buku serial, seperti jurnal, majalah, surat kabar, buletin, dan referensi (seperti kamus, undang-undang dan peta).
Fasilitas yang terdapat di lantai V, di antaranya workstation yang digunakan untuk keperluan penelusuran buku secara otomatis, internet, dan ruang baca. Adapun visi perpustakaan undip adalah ”Menjadi pusat layanan sumber pembelajaran dan riset berbasis teknologi informasi."
Selain fasilitas yang sangat lengkap dan mewah, perpustakaan ini bekerja sama dengan lembaga lainnya dengan pengadaan kartu Sakti (berguna untuk kartu masuk ke Perpustakaan Pusat Perguruan Tinggi Negeri-sebanyak 27 perspustakaan anggota FKP2TN-Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri se-Jawa).
Sementara itu, kartu Jasapusperti dapat digunakan sebagai kartu masuk ke 60 Perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di Semarang dan sekitarnya.
Koleksi perpustakaan undip sampai 2009, di antaranya koleksi bahan pustaka berbentuk tercetak (printed materials) yang terdiri dari teks book sejumlah 35.000 judul (± 100.000 eksemplar), terbitan berkala (periodecals) seperti koran dan majalah, jurnal, grey literature seperti tesis, disertasi, dan laporan penelitian.
Sementara koleksi noncetak (nonprinted materials), tediri dari CD ROM: proquest, CD suplement buku dan majalah, DVD Sampoerna (Permata Bangsaku dan Maestro), koleksi digital (tesis, disertasi, dan penelitian), dan online jurnal (proquest).
Kiranya, tampilan wajah baru perpustakaan di kampus terbaik urutan ke 49 di dunia, Universitas Diponegoro yang sangat moderen dan elegan, dapat berguna sebagai stimulasi dan bahan referensi untuk meningkatkan minat membaca sehingga turut mengambil andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Perpustakaan universitas diponegoro mempunyai berbagai fakultas, mulai dari fakultas kedokteran
Judul buku di perpustakaan undip
Fakultas Kedokteran
- Buku saku Manajemen Laktasi (pocket guide for lactation Management)
- Rekayasa genetika ; Pengantar untuk profesi kedokteran
- Imunologi ; Diagnosis dan Prosedur Laboraturium
- Buku Ajar Parasitologi Kedokteran
- Ultrasonik Obstetri dan Ginekologi
- Buku ajar Patofisiologi (Profesional Guide to Pathophysiology)
- Panduan imunisasi Anak : Mencegah lebih baik dari pada mengobati
- Ilmu nutrisi dan gizi daging
- Biologi sel
- Ilmu gizi menjadi sangat mudah
Secara umum tugas perpustakaan UNDIP adalah menyusun kebijakan dan melakukan tugas rutin untuk mengadakan, mengolah, dan merawat bahan perpustakaan, serta mendayagunakan baik bagi civitas akademik maupun masyarakat di luar kampus.
Sementara itu, fungsi perpustakaan undip adalah sebagai pusat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), pusat penyebaran informasi ilmiah, pusat pelestarian ilmu pengetahuan, dan sebagai unit yang menunjang perguruan tinggi yang bersangkutan dalam mencapai tujuannya.
Selanjutnya sebagai bagian integral dari suatu perguruan tinggi, perpustakaan undip diselenggarakan dengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan program perguruan tinggi sesuai dengan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ada beberapa kriteria yang digunakan perpustakaan UNDIP untuk mengukur bagaimana kualitas perpustakaannya, antara lain: pelayanan dan volume koleksi (services and collection), aksesibilitas (accessibility), keanekaragaman literatur yang disediakan (variety of literary offerings), kenyamanan membaca (comfort and availability of reading/studying spaces), maupun kepuasan pemustaka (user satisfaction).
Beberapa program persiapan teknis yang sedang ditempuh perpustakaan undip dalam mendukung universitas bertaraf internasional tersebut, adalah sebagai berikut:
- Repository Institusional, dengan cara mengemas ulang informasi dengan mengalihmediakan semua hasil karya civitas akademik menjadi koleksi digital;
- Memperbanyak publikasi ilmiah dari hasil penelitian yang dilakukan oleh civitas akademik di berbagai jurnal yang terakreditasi khususnya jurnal internasional;
- Melanggan online database yang beragam dari berbagai disiplin ilmu dengan menambah literatur E-Journal (electronic journal) internasional;
- Menghimpun informasi dari penerbitan publikasi ilmiah civitas akademik khususnya yang dapat di akses melalui media internet;
- Berpartisipasi untuk ikut merencanakan pemasangan banner perguruan tinggi di 'Quality Standard (QS) Websites' sehingga diharapkan keberadaan perpustakaan UNDIP akan jauh lebih dikenal di dunia internasional;
- Mengembangkan aplikasi web dengan 'Library 2.0' yang mengupayakan adanya partisipasi pengguna perpustakaan dan learning commons, sehingga diharapkan adanya perbaikan terus-menerus yang berkelanjutan.
Kesiapan pustakawan UNDIP dilakukan dengan meningkatkan kompetensi, yang meliputi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Hal ini mengacu pada unsur dan sub unsur kegiatan dari pustakawan tingkat ahli maupun tingkat terampil.
Bagaimana meningkatkan pelayanan kepada civitas akademik dan mengelola bahan perpustakaan juga harus diupayakan secara maksimal. Sementara aspek lainnya yang tidak kalah penting yaitu perilaku pustakawannya, yang meliputi etos kerja, integritas, keterbukaan, maupun peran sosial di masyarakat.
Selain kesiapan, maka kiprah yang dilakukan pustakawan UNDIP untuk mendukung perpustakaan undip sebagai universitas bertaraf internasional, antara lain: 1. Aktif, kreatif, dan proaktif membenahi data koleksi perpustakaan menjadi koleksi digital; 2. Memiliki kompetensi dalam mengakses internet dan situs web untuk menyelenggarakan layanan digital; 3. Melakukan studi banding ke perpustakaan PT lain terutama di luar negeri 4. Membentuk jaringan dan berkolaborasi dengan pihak terkait; 5. Membangun jejaring informasi dengan membentuk library board tingkat nasional dan internasional; 6. Menetapkan visi perpustakaan yang mendukung WCU; 7. Mengkaji dan mengevaluasi kebijakan yang telah dibuat; 8. Menyusun rencana program kerja untuk mengembangkan secara bertahap dan berkesinambungan.
Perpustakaan UNDIP harus berbenah diri menuju perpustakaan digital. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan online ke internet dengan mengoptimalkan repository institusional. Harapannya semakin menarik minat pemustaka untuk mencari sendiri secara lengkap informasi apapun yang mereka ingin jadikan referensi tanpa dibatasi oleh jarak, ruang, dan waktu.
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa untuk mendukung perpustakaan undip menuju universitas bertaraf internasional, perlu kiprah pustakawan dan kesiapannya di dalam mengelola sumber informasi yang ada di perpustakaan.

