Persatuan Atletik Seluruh Indonesia yang Memprihatinkan
Meskipun prestasi Indonesia di bidang olahraga masih belum terlalu baik, kecuali dalam olahraga bulutangkis, namun perhatian masyarakat Indonesia terhadap perkembangan bidang olahraga tampaknya cukup baik. Terbukti dengan banyaknya organisasi atau persatuan-persatuan olahraga salah satunya adalah PASI.
PASI adalah singkatan dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. Layaknya sebuah organisasi, PASI juga memiliki struktur kepengurusan. Persatuan Atletik Seluruh Indonesia didirikan pada 1950.
Organisasi ini merupakan organisasi olahraga yang memiliki usia paling tua di Indonesia, sekaligus sebagai wadah jenis olahraga yang juga tertua di dunia yang merupakan akar dari berbagai jenis olahraga lain.
Persatuan Atletik Seluruh Indonesia memberikan kontribusi bagi olahraga atletik Indonesia. Pada awal didirikannya, PASI diketuai olah Azis Shaleh. Selama kepemimpinan Azis Saleh, PASI masih berusaha merintis segala sesuatu yang berkenaan dengan olahraga atletik. Kepemimpinan Azis kemudian dilanjutkan oleh Sugiharto dan seterusnya dipimpin oleh Sayidiman Suryohadiprodjo.
Pada 1950 hingga 1982 PASI dijabat oleh tiga orang, setelahnya dari 1982 ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia dijabat oleh Bob Hasan. Mereka, para pemegang kekuasaan tertinggi di PASI memiliki latar belakang yang berbeda dan karakter kepemimpinan yang juga berbeda, namun satu kesamaan yang mereka miliki adalah sama-sama mencintai Indonesia dan bidang olahraga atletik Indonesia.
Keberadaan organisasi-organisasi olahraga di Indonesia seperti PASI di Indonesia tentunya membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Hal itulah yang sering menjadi kendala bagi sebagian besar organisasi-organisasi olahraga.
PASI menyadari betul bahwa prestasi Indonesia dalam olahraga atletik tidak terlalu baik, namun bagaimana pun biaya untuk memfasilitasi para atlet harus tetap digelontorkan.
Fasilitas yang idealnya diberikan kepada seorang atlet adalah fasilitas yang berkenaan dengan pemenuhan gizi serta pemeliharaan kesehatan. Belum lagi ditambah dengan biaya perawatan gedung serta pembayaran pelatih.
Permasalahan yang tengah dialami oleh PASI rasanya semakin bertambah berat ketika ada sebuah Undang-Undang yang mengharuskan organisasi PASI membayar sewa gedung yang selama ini telah ditempatinya.
Persatuan Atletik Seluruh Indonesia menggunakan Stadion Madya sebagai tempatnya berlatih, karena muncul peraturan seperti itu, mau tidak mau hal tersebut mengganggu kelancaran proses latihan para atlet olahraga atletik.
Atletik adalah salah satu bidang olahraga yang sering dipertandingkan pada kejuaraan Olimpiade, oleh sebab itu sebagai sebuah organisasi atletik, PASI bernaung di bawah KOI atau Komite Olimpiade Indonesia.
Peraturan KOI yang tidak membolehkan bekas narapidana memimpin sebuah organisasi olahraga kembali menimbulkan masalah baru dalam tubuh PASI. Bob Hasan sendiri selaku ketua PASI adalah bekas narapidana kasus penebangan pohon secara liar.
Meskipun demikian, Bob Hasan rupanya tidak kehilangan dukungan dari tokoh-tokoh PASI terdahulu, seperti Sayidiman Suryohadiprojo. PASI berkiprah selama lebih dari setengah abad. Selama itu jugalah PASI mengamali berbagai permasalahan yang terdengar cukup memprihatinkan.
Namun, semangat PASI dalam memperjuangkan olahraga atletik Indonesia tidak mengenal lelah. PASI terus berjuang meskipun sering mengalami berbagai permasalahan yang memprihatinkan.






