logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Kristen    Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia

Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Dalam agama Kristen, ada sebuah persekutuan yang bernama Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia atau PGPI. Persekutuan ini adalah sebuah organisasi yang menaungi gereja-gereja yang sebagian besar menganut aliran Protestan, khususnya Pentakosta. Pesekutuan Gereja Pentakosta Indonesia ini berdiri pada 14 September 1979 dengan nama Dewan Pentakosta Indonesia. Soal kedudukan, Organisasi ini sejajar dengan PGI atau Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia.

Sejarah Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia

Pentakosta mulai dikenal di Indonesia sejak kedatangan dua orang utusan Pentakosta dari Seattle ke Jakarta pada Maret 1921. Kedua orang utusan injil tersebut adalah Pdt. Cornelius E Groesbeek dan istrinya yang bernama Marie Van der Weg dan Pdt. Richard D. Van Klaveren beserta dengan sitrinya. Setiba di Jakarta, mereka berpindah ke Bali dengan melalui jalur Mojokerto, Surabaya, Banyuwangi, dan seterus. Akhirnya, mereka pun menetap di Bali dan tinggal di sebuah gedung yang sebenarnya sudah tidak layak huni.

Meskipun sengsara, mereka tetap bekerja dengan giat menabur injil di Pulau Bali dengan cara mendatangi rumah-rumah. Dari cara tersebut, banyak jiwa yang dimenangkan tanpa mengadakan kebaktian seperti sekarang ini dan tanpa khotbah yang lazim dibuat dalam gereja-gereja. Namun, semua yang dikerjakan kedua utusan Pentakosta tersebut mendapatkan rekasi keras dari para imam-imam Hindu. Para imam Hindu tersebut marah dan bersepakat untuk membunuh para misionaris tersebut.

Lalu, pemerintah Belanda tidak mengizinkan rakyat Bali untuk diberi berita mengenai kekristenan. Seorang asisten residen pemerintah Kolonial Belanda di Bali menduga ada sebuah gerakan “me-Nasrani-kan” rakyat Bali oleh keluarga Groesbeek sehingga pemerintah Belanda melarang keluarga tersebut menetap di Bali dengan alasan takut untuk merusak kebudayaan asli penduduk Bali. Setelah berdiam kurang lebih 21 bulan di Bali, tepatnya menjelang Natal 1922, keluarga Groesbeek tersebut pindah ke Surabaya dan keluarga van Klaveren pindah ke Jakarta.
Di Surabaya, Pdt. Groesbeek berkenalan dengan Ny. Wijnen Dengan perantara Ny. Wijnen yang telah menerima kesembuhan ilahi setelah didoakan oleh Pdt. Groesbeek, maka Pdt. Groesbeek diperkenal dengan van Gassel. Van Gassel ini memang sudah lama sekali memikirkan kehidupan rohani yang lebih damai. Oleh karena itu, perkenalan dengan Pdt. Groesbeek disambut baik dan hangat. Berita Pentakosta diterimanya dan kemudian di rumah Van Gessel di Cepu, dibuka kebaktian Pentakosta pertama pada januari 1923.

Pada 30 Maret 1923, terjadi sebuah peristiwa rohani dengan adanya baptisan air pertama di Indonesia. Acara pembaptisan tersebut dilakukan di Cepu untuk 13 orang. Upacara pembaptisan dilakukan oleh Pdt. Thiensen dari Eropa dan di antara yang dibaptis adalah F. G. Van Gessel. Selanjutnya, ibiu Van Gessel merupakan orang pertama yang menerima baptisan Roh Kudus. Keluarga Van Gessel menyerahkan hidupnya untuk Tuhan dan meninggalkan dan pekerjaannya untuk pindah ke Surabaya. Di Surabaya, muncul perintis-perintis Pentakosta yang memberitakan kabar Injil di berbagai kota di Indonesia.

Pada 1925, untuk pertama kalinya diadakan konferensi Pentakosta yang mempersatukan pendeta-pendeta aliran Pentakosta. Selanjutnya, pada 4 Juni 1933, Gereja Pentakosta pun diresmikan dan Surabaya menjadi pusat Pentakosta pada waktu itu. Selain itu diadakan pendidikan kader hamba-hamba Tuhan yang diadakan oleh Pdt. Van Gessel. Pada 1935, beliau membuka Sekolah Alkitab "Bijbel Institut In Nederlansch Oost Indie (NIBI)" di Jl. Embong Malang, Surabaya.

Pada 1955, hamba-hamba Tuhan aliran Pentakosta membentuk PAPSI, yaitu Persatuan Antar Pendeta-pendeta Seluruh Indonesia. Persatuan ini selanjutnya sepakat untuk membentuk organisasi pesatuan dengan nama DKGKPSI (Dewan Kerja Sama Gereja-gereja Kristus Pentakosta Indonesia), dan juga lahirlah PPI (Persekutuan Pentakosta Indonesia). Menjelang Pemilu 1971, di Surabaya berdiri PUKRIP (Persekutuan Umat Kristen Pentakosta di Indonesia) dan kemudian berubah nama menjadi Persekutuan Umat Kristen Pancasila. Pada 28 Agustus hingga 3 September 1979 di Jakarta, DKGKPSI dan PPI sepakat untuk bergabung menjadi satu.

Kesepakatan tersebut didukung dan direstui oleh Pemerintah RI dalam Musyawarah Besar Penyatuan pada 14 September 1979 di Gedung Wanita-Kalibokor, Surabaya. Dari penyatuan dua organisasii tersebut, terbentuklah Dewan Pentakosta Indonesia (DPI). Selanjutnya, berdasarkan keputusan Musyawarah Besar IV DPI pada 22 Oktober 1998 di Ciparua, Bogor, nama DPI berubah menjadi Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI).

Gereja Pentakosta

Gereja Pentakosta adalah sebuah gerekan di kalangan Protestanisme yang sangat menekankan peranan karunia-karunia Roh Kudus. Aliran ini sangat mirip dengan gerakan Karismatik, tapi gerakan tersebut muncup lebih awal dan terpisah dari gereja arus utama. Secara teologis, kebanyakan denominasi Pentakosta tergabung dalam Evangelikanisme. Artinya, mereka menekankan bahwa alkitab itu sepenuhnya dapat dipercaya hingga pada tingkat ineransi (tidak mengandung kesalahan) dan orang harus bertobat dan percaya kepada Yesus. Orang yang menganut aliran Pentakosta berbeda dengan orang Fundamentalis karena mereka cenderung lebih menekankan pengalaman rohani pribadi.

Orang Pentakosta memiliki pandangan dunia yang trans-rasional. Meskipun sangat memperhatikan ortodoksi (keyakinan yang benar), mereka juga menekankan ortopati (perasaan yang benar) dan ortopraksis (refleksi atau tindakan yang benar). Penalaran dihargai sebagai bukti kebenaran yang sahih, tapi orang-orang Pentakosta tidak membatasi kebenaran hanya pada ranah nalar.

Salah satu ciri paling utama yang membedakan Pentakostalisme dengan Evangelikalisme adalah penekanannya pada karya Roh Kudus. Bahasa Roh yang juga dikenal dengan glossolalia merupakan bukti normatif dari baptisan Roh Kudus. Beberapa gereja Pentakosta utama juga meyakini bahwa mereka yang tidak berbahasa Roh belum menerima berkat yang mereka namakan baptisan Roh Kudus. Klaim tersebut unik bagi kaum Pentakosta dan merupakan salah satu dari sedikit perbedaannya dengan teologi Karismatik.

Beberapa pendeta dan anggota gereja mengakui bahwa seorang percaya mungkin mampu berbahasa Roh, tapi karena berbagai alasan pribadi, misalnya kurangnya pengertian, mereka tidak melakukannya. Hal ini terjadi apabila seorang percaya dipenuhi oleh Roh Kudus, tapi tidak memperlihatkan apa yang disebut "bukti fisik awal" dalam bentuk berbahasa Roh. Namun, hanya sedikit orang yang berpandangan seperti ini.

Sebagian gereja Pentakosta berdasar pada teologi Keesaan yang menolak doktrin Tritunggal (Trinitas) yang tradisional dan menganggapnya tidak alkitabiah. Denominasi Keesaan Pentakostal yang terbesar di Amerika Serikat adalah United Pentecostal Church. Kaum Pentakostal Keesaan ini kadang-kadang dikenal juga dengan "Nama Yesus", "Kerasulan" atau yang oleh para pengecamnya disebut sebagai orang-orang Pentakosta "Yesus saja". Hal ini disebabkan oleh keyakinan mereka bahwa para Rasul yang mula-mula itu membaptiskan orang-orang Kristen baru di dalam nama Yesus. Mereka juga percaya bahwa Allah menyatakan diri-Nya dalam berbagai peran, dan bukan dalam tiga pribadi yang berbeda.

Namun demikian, organisasi-organisasi pentakostal trinitarian yang utama, termasuk Pentecostal World Conference dan Fellowship of Pentecostal and Charismatic Churches of North America menentang teologi Keesaan dan menganggapnya sebagai ajaran sesat. Mereka tidak menerima kelompok ini sebagai anggota mereka. Kelompok Keesaan ini pun memperlakukan hal yang sama terhadap kelompok trinitarian.

Nah, itulah penjelasan mengenai Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia. Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat bagi Anda.

Tolong di SHARE :
Share
Topik Terkait
Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia
Aras Gereja Protestan
Bala Keselamatan
Doa Kristen
Gereja Jemaat Kristen Indonesia
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Gereja Orthodox Indonesia
Gereja Waldensis
Injil
Khotbah Kristiani
Khotbah Petrus Agung
Kristologi
Kumpulan Khotbah Kristen
Lukas
Markus
Martin Luther King
Matius
Murid-Murid Yesus Kristus
Perjanjian Baru
Persekutuan Baptis Indonesia
Persekutuan Gereja Dan Lembaga Injil Indonesia
Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia
Persekutuan Gereja-Gereja Mandiri Indonesia
Protestan
Rohani Kristen
Sepuluh Perintah Tuhan
Tritunggal
Yohanes
Yudas

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA