logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Jurnal Psikologi

Persepsi Psikologi Hume


Ilustrasi persepsi psikologi

Apa yang Anda tangkap mengenai realitas dengan panca indera Anda merupakan persepsi psikologi manusia. Karena itu, persepsi bisa muncul berupa gambaran, suara, maupun rasa yang sesuai dengan bentuk persepsi panca indera.

Sekilas Tentang Persepsi Psikologi

Masuknya gambaran ke dalam alam pikiran merupakan tahap di mana ia disimpan dalam memori. Ketika seseorang bertanya tentang bagaimanakah bunga? Maka kita bisa menjelaskannya karena sebelumnya kita pernah melihat dan merasakan indahnya bunga.

Lain hal dengan orang buta. Mereka tidak memiliki persepsi karena mata tidak berfungsi untuk menangkap realitas. Paling-paling, mereka akan merepresentasikan bunga dari bau harumnya atau dari sentuhan. Di sana ada realitas yang tertinggal, yakni realitas warna dan bentuk.

Sehingga persepsi psikologi lebih lanjut dapat dijelaskan dari bagaimana cara orang mendapat stimulasi atau rangsangan dari luar. Apakah dari stimulasi penglihatan, stimulasi panca pendengaran, stimulasi perasaan ataukah stimulasi penciuman. Semua itu merupakan stimulant yang wajar yang mempengaruhi persepsi seseorang akan sesuatu hal.

Lebih lanjut lagi persepsi diri yang dinyatakan oleh seseorang, biasanya akan berwujud pada tiga hal yang wajar. Yakni:

1. Behaviour.

Behaviour atau perilaku. Perilaku manusia dirumuskan seolah selalu mendapat stimulus dari lingkungan dan organisasi (kelompok sosial) lainnya. Yang kemudian apabila mendapat rangsangan lebih atas fungsi diri, maka akan membentuk sebuah perilaku yang kuat. Atau pribadi yang teguh.

2. Respon

Sedangkan respon merupakan ungkapan wajar yang muncul karena stimulus dan organisasi, yang akan semakin meningkat oleh pengaruh atas fungsi diri

3. Interaksi

Sedangkan interaksi adalah pernyataan tingkah laku manusia yang merupakan kombinasi gabungan antara perilaku (behaviour), lingkungan (environment), dan personalnya (person) sendiri.

Kesan dan Gagasan

Perhatian terhadap kesan (impression) dan gagasan (ideas) pertama kali dicurahkan oleh David Hume. Ia adalah seorang filsuf empirisme. Menurut Bertrand Russell, gagasan Hume luar biasa karena ia berhasil mengembangkan filsafat empiris Locke dan Berkeley.

Menurut Hume, gagasan (ideas) merupakan citra yang remang-remang dalam pemikiran dan penalaran. Ia merupakan gambaran yang tidak berpijak pada realitas terutama realitas empiris. Gagasan tidak akan muncul tanpa didahului oleh kesan.

Kesan secara sederhana dapat diartikan sebagai persentuhan kita dengan realitas empiris. Ketika kita pertama kali melihat sesuatu, merasakan, dan mendengarkan sesuatu, itulah yang disebut dengan kesan.

Hume melihat kesan sangat berpengaruh kuat dalam pembentukan gagasan. Ibarat pertemuan pertama, kesan harus menghasilkan sebuah gambaran yang utuh. Dalam proses kerjanya, kesan dan gagasan berjalan secara berurutan. Kesan muncul terlebih dahulu. Ketika subjek mengolah realitas, kesan masuk ke dalam memori, sedangkan gagasan masuk menjadi imajinasi.

Dari pengetian kesan dan gagasan ini, kita dapat mengetahui mengapa sebagian orang terkadang memiliki imajinasi-imajinasi. Kadang imajinasi itu menyenangkan, kadang menakutkan, kadang pula memalukan. Semua imajinasi hasil gagasan tersebut akan berpengaruh pada pembentukan persepsi berikutnya.

Mengenal Hume

Hume atau dikenal umum sebagai David Hume, adalah salah satu ilmuwan sekaligus psikolog yang memperkenalkan pertama kali pandangan psikolgi relativitasnya. Hume juga adalah seorang filsuf tersohor. Di antara buah pikiran Hume adalah gagasan empiris filsufnya. Hume adalah seorang psikolog yang eksis antara abad tujuh belas hingga delapan belas

Hume yang dikenal sebagai filsuf empirisme, memiliki pandangan fiosofi yang unik. Dengan teori filsafat empiris Locke dan Berkeley, Hume mampu mengembangkannya menjadi konklusi logis.

David Hume atau Hume dikenal sebagai pribadi yang sangat terbuka, rendah hati, dan transuniversal. Hume cukup eksis dan terkenal di antara banyak psikolog dan tokoh filsuf lainnya, seperti Locke, Aristoteles, Plato, Kant, Hobbes, dan Leibnits.

Kelebihan Hume terletak pada cara dia memandang dan berpikir tentang hubungan manusia secara umum. Kesulitan pada saat itu, sekitar abad tujuh belas hingga delapan belas, bahwa psikologi sulit diungkapkan secara pengetahuan, karena sifatnya masih merupakan wacana yang diperdebatkan. Namun Hume mampu memberikan paparan yang cukup menjelaskan atas pandangan-pandangan empirisnya.

Persepsi Diri Menurut Hume

Ketika seseorang bertanya kepada Anda, siapakah Anda? Mungkin Anda akan menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan latar belakang keluarga, adat budaya, atau agama. Namun, apakah memang demikian tentang diri Anda? Apakah data yang Anda sebutkan tentang diri Anda benar-benar menggambarkan diri Anda yang sesungguhnya?.

"Saya tidak pernah melihat diri saya kapan pun tanpa sebuah persepsi, dan tidak dapat mengamati apapun kecuali persepsi."" Begitu kata Hume. Artinya, apa yang kita sampaikan tentang diri kita hanyalah persepsi yang kita bentuk tentang diri kita.

Persepsi diri terkadang muncul dari bebagai sumber. Pengalaman pahit di masa lalu terkadang membuat orang berubah kepribadian. Sikap orang lain terhadap kita pun seringkali mengubah cara Anda bersikap. Semua persepsi Anda yang datang dari diri Anda sendiri maupun orang lain pada akhirnya membentuk jati diri. Karena itu, diri tidak lain kumpulan dari persepsi.

Sehingga persepsi yang dimaksud oleh Hume adalah anggapan yang dapat datang dari diri sendiri, maupun anggapan yang datang dari orang lain. Persepsi terbentuk karena ada stimulasi atau rangsangan dari luar. Baik berupa pengalaman baik, pengalaman buruk, maupun pengalaman yang terangkum dari hal-hal sebagai berikut: lingkungan, fungsi, stimulus, anteseden, dan personal serta kelompok.

Namun, Hume menganggap bahwa ada sebagian orang yang mampu mengenali dirinya tanpa melalui persepsi. Di sini, Hume mulai menemukan kesulitan tentang konsep diri yang ia bentuk dengan kemungkinan lain yang ia sebutkan tadi.

Satu hal yang tidak bisa kita lupakan dari kontribusi Hume adalah probabilitas. Menurutnya, probabilitas merupakan pengetahuan tak pasti, semisal yang didapat dari data empiris dengan penyimpulan yang tidak demonstratif.

Namun, dari teorinya tentang probabilitas ini membuka kemungkinan atas pengembangan ilmu dan pengetahuan, termasuk pengetahuan kita tentang persepsi psikologi.

Manfaat Persepsi Psikologi Hume

Seperti apapun pendapat orang tentang teori probabilitas atau teori persepsi menurut Hume, setidaknya ini merupakan kontribusi cukup berharga bagi dunia pendidikan, kedokteran, serta psikologi.

Karena pada kasus-kasus tertentu, ternyata akan sangat berguna dan terasa sekali manfaatnya dalam penerapan sehari-hari. Seperti:

  1. Di bidang psikologi dan kejiwaan. Persepsi dan probabilitas berguna untuk menganalisa sisi kejiwaan seseorang. Dalam kasus tertentu yang memerlukan penanganan medis secara profesional.
  2. Di bidang intelijen. Persepsi dan probabilitas dibutuhkan bagi seorang intelijen untuk membaca dan memahami isi pikiran lawan. Dan mempelajari kecenderungan yang berputar di sekitar masalah intelijen. Baik untuk kepentingan hal baik ataupun buruk sekalipun.
  3. Di bidang pendidikan. Persepsi dan probabilitas sangat diperlukan untuk dikuasai oleh para pendidik. Dalam metode pengajaran secara modern dan profesional. Karena dewasa ini belajar bukan sekedar mentransfer ilmu saja, namun lebih dari itu selain menyampaikan ilmu, mendidik dan membentuk anak didik menjadi seorang yang mampu menganalisa lebih baik.
  4. Dalam kebutuhan sosial keluarga. Orangtua yang mengerti persepsi dan probabilitas, akan mampu mengontrol, mengawasi, mendidik sekaligus menjadi teman bagi anak. Orangtua menjadi jauh dari sifat arogan dan kurang memperhatikan anak, apabila mampu menguasai probabilitas dan persepsi psikologi tersebut.
Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Mengenal Psikologi Lingkungan
  • Sulitnya Menumpahkan Curahan Perasaan dan Humor
  • Keinginan Pria Adalah Kekuatan Pria
  • Mendekat kepada Nilai Keluhuran dengan Perasaan dan Emosi - ANNEAHIRA
  • Pengertian Perasaan: Memaknai Perasaan
  • Pelecehan Seksual - Bentuk Kekerasan Simbolik
  • Pengaruh Kesehatan Seksual bagi Psikologi Pasangan
  • Memahami Jurnal Psikologi Sosial
  • Saling Ketergantungan dalam Pembelajaran Kooperatif
  • Memilih Jurusan Psikologi yang Bagus
  • 12 Cara Meminimalisasi Stres Kerja
  • Memahami DSM dalam Jurnal Psikologi Abnormal
  • Berbagai Perasaan Lelaki Ketika Melihat Wanita
  • Imajinasi dan Kekuatan di Baliknya - ANNEAHIRA.COM
  • Belajar Menenangkan Hati dan Pikiran
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA