Pedoman Persiapan Melahirkan Anak Pertama
Ilustrasi persiapan melahirkan anak pertama
Kelahiran pertama akan menghadirkan berbagai perasaan dalam diri Anda. Bahagia, harap-harap cemas, takut, khawatir, dan banyak lagi rasa yang tak terlukiskan oleh kata-kata. Bagaimana tidak? Ini kali pertama Anda mempersiapkan kelahiran sang buah hati. Segala macam persiapan melahirkan anak pertama pun diupayakan.
Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan
Kelahiran anak pertama menjadi momen penting bagi Anda selaku orang tuanya. Anda tidak ingin gagal dalam mempersiapkan kelahiran sang buah hati. Apalagi ini adalah pengalaman pertama yang akan dijadikan sebagai bahan pelajaran untuk kelahiran berikutnya. Selain masukan dari keluarga dan kerabat, berikut ini ada juga beberapa panduan persiapan melahirkan anak pertama yang bisa Anda ikuti:
1. Di usia kandungan 6 bulan
Langkah persiapan melahirkan anak pertama Anda bisa diawali ketika kandungan telah menginjak usia 6 bulan. Di usia ini rutinlah untuk memijat payudara dengan baby oil atau krim khusus. Pijat payudara kanan searah jarum jam dan payudara kiri sebaliknya.
Kemudian kompres dengan air hangat. Jika Anda memijat dengan baik dan rutin, sejak usia kandungan 7 bulan biasanya air susu ibu (ASI) sudah keluar dan berwarna keruh. Hal ini untuk membantu ibu merangsang keluarnya asi dengan maksimal segera setelah bayi lahir. Sehingga bayi segera dapat menikmati asi dan tak perlu untuk diberikan susu formula karena asi belum keluar.
Namun, memang perlu diperhatikan dalam melakukan hal ini. jangan sampai malah menyebabkan kontraksi yang datang sebelum waktunya terutama saat melakukan pijat puting payudara, dimana memang ada pijat payudara ini memang dapat menyebabkan terjadinya kontraksi. Jika dirasakan adanya rasa sakit di perut saat melakukan pijat puting payudara ini maka sebaiknya dihentikan dan tak dilakukan lagi.
2. Membeli perlengkapan bayi
Perlengkapan bayi yang perlu disiapkan adalah pakaian bayi, kain alas ompol, perlak, kelambu, bantal, botol susu, dan toiletries. Hindari penggunaan popok bayi sekali pakai karena akan menimbulkan iritasi kulit dan bayi tidak bisa merasakan sensasi basah.
Pilihlah baju berkancing, bukan t-shirt, karena bayi mengenakan bajunya dalam posisi tidur. Anda tak perlu menyiapkan gurita dan kain bedong. Pemakaian gurita akan mengganggu pernapasan dan pencernaan bayi, sementara bedong akan membatasi gerakannya dan selanjutnya bisa menimbulkan stres.
Untuk anak pertama, hal ini akan menjadi sebuah kegiatan yang membuat rasa antusias yang begitu besar. Terlebih bagi si ibu karena ada perasaan bahagia dalam menyambut kedatangan putra pertama dalam kehidupannya.
Sebaiknya dalam melakukan ini mengajak orang tua atau orang yang mengerti dengan benar mengenai apa saja perlengkapan untuk bayi dengan lengkap. Mungkin ibu hanya mengetahui secara global saja mengenai pakaian bayi namun ternyata ada jenis pakaian bayi yang tak ibu mengerti misalnya adalah pakaian dalaman bayi yang sangat dibutuhkan bayi untuk menjadikan tubuh merasa lebih hangat.
3. Membeli perlengkapan anda
Perlengkapan Anda yang perlu disiapkan adalah pembalut melahirkan, bra menyusui, setagen atau celana dalam korset, baju berkancing atau yang memudahkan menyusui, pompa ASI, dan botol ASIP (ASI perasan).
Selain bayi, ibu juga memerlukan beberapa perlengkapan yang harus disiapkan dalam menantikan datangnya proses kelahiran. Terutama perlengkapan ibu setelah melahirkan misalnya adalah kain untuk membungkus perut bayi yang banyak disebut dengan gedong. Walaupun ada banyak pro kontra akan pemakaian hal ini dan fungsinya namun akan ada fungsinya dalam pemakaiannya. Terutama membungkus perut ibu yang semula berukuran sangat besar karena adanya bayi, lalu menjadi kosong tentunya hal ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman di perut ibu.
4. Siapkan dalam 1 tas
Karena Anda harus terus siaga, siapkan dalam 1 tas besar perlengkapan Anda dan pakaian awal untuk bayi Anda. Jika terasa ada kontraksi, Anda bisa langsung membawa serta tas ini ke rumah sakit. Khusus untuk proses persalinan, bawalah baju yang nyaman dipakai dan sarung. Bawalah beberapa lembar sarung untuk Anda kenakan selama di rumah sakit.
5. Inisiasi menyusui dini
Sampaikan ke perawat jika Anda ingin memberikan ASI eksklusif. Jadi perawat tidak akan memberinya susu formula dan bayi akan langsung diserahkan ke Anda untuk inisiasi menyusui dini sesaat setelah dilahirkan dan dibersihkan.
Selama di rumah sakit, bayi berada di ruangan khusus bayi dalam perawatan perawat rumah sakit, kecuali pada saat menyusui atau Anda minta perawat membawakannya pada Anda. Sementara Anda berada di ruangan terpisah. Manfaatkanlah hari-hari selama di rumah sakit, karena setelah berada di rumah, Andalah yang akan menjalani tugas perawat tersebut.
Inisiasi dini merupakan hal utama yang sangat dianjurkan untuk dilakukan kepada bayi setelah lahir. Jadi akan menjadi suatu hal yang sangat aneh jika ada rumah sakit atau bidan yang tak melakukan hal ini kepada bayi.
Inisiasi dini adalah meletakkan bayi yang baru saja lahir ke dalam dada ibu. Abyi tersebut akan mencari puting ibunya dengan sendirinya. Dan hal ini memang sebuah hal menankjubkan yang terjadi pada seorang manusia yang baru saja dilahirkan, bayi akan bergerak atau menggerakan badannya untuk mendekati puting susu ibu dan menghisap payudara ibunya.
Banyak hal yang akan diperoleh dari melakukan inisiasi dini ini. hal pertama adalah menyesuaikan suhu normal dunia kepada bayi. Bayi ketika berada di dalam kandungan ibu selalu berada di suhu yang hangat. Dengan menaruh bayi di dalam dada ibu maka akan membuat bayi tetap merasa hangat. Dekapan dada bayi memiliki suhu yang hampir sama dengan apa yang ada di dalam perut ibu. Hal ini akan memudahkan bayi untuk menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu yang ada di sekitarnya.
Selain itu, inisiasi dini ini akan mendekatkan tali kasih yang ada di antara ibu dan bayi. Hubungan antara anak dan ibu juga akan menjadi lebih dekat lagi. Karena memang bayi akan didekatkan untuk pertama kalinya dengan ibu sebagai sosok wanita yang telah menghantarkan bayi ke dunia.
Bagi ibu, inisiasi dini juga akan memberikan pengaruh yang begitu besar. Saat bayi ditaruh di dada ibu maka kaki si bayi akan berada di perut ibu. Sambil bergerak mendekati puting bayi maka perut bayi juga akan bergerak seperti gerakan menendang-nendang perut ibu. Menurut banyak penelitian, gerakan kaki bayi ini akan membentu ibu untuk tidak sampai mengalami pendarahan yang hebat akibat melahirkan.
Inilah sebuah proses alami yang memang telah dirancang oleh Tuhan sebagai sebuah hal yang mengandung banyak rahasia. Tuhan yang Maha Esa adalah pencipta manusia dan tentunya telah menyiapkan banyak hal juga untuk kebaikan manusia itu sendiri.
6. Mengumandangkan Adzan dan Iqomah
Dalam ajaran agama Islam, kelahiran bayi adalah sebuah peristiwa besar yang harus banyak disyukuri bagi ayah dan ibu bayi. Karena kehadiran bayi adalah sebuah anugerah dan nikmat tersendiri yang tak diberikan kepada banyak orang.
Setelah bayi lahir maka ayah si bayi haruslah mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri si bayi. Hal sederhana ini adalah sbeuah tuntutan yang sebisa mungkin untuk dilakukan oleh ayah bayi kepada anaknya.
Hal ini untuk mengajarkan tauhid kepada bayi bahwa hal pertama yang ia dengar selepas dilahirkan ke dunia adalah mendengarkan kalimat tauhid. Dan juga untuk menjauhkan diri si bayi dari segala gangguan setan.
Selain itu, setelah bayilahir, hendaknya bayi ditakhnik. Takhnik adalah mengunyahkan kurma lalu dioleskan ke langit-langit mulut si bayi. Kurma yang rasanya manis akan menetralkan segala hal buruk dari diri si bayi. Melakukan hal ini adalah melakukan sunnah yang telah dicontohkan oleh Nabi.
Itulah beberapa hal yang memang dapat dilakukan sebagai persiapan melahirkan anak pertama. Anak pertama mungkin akan memberikan sedikit rasa penasaran dan tak sabar untuk menyambut kehadirannya. Juga seharusnya diliputi perasaan syukur yang begitu mendalam karena nikmat Tuhan Yang Maha Esa akan hal ini.
Sebagai orang tua, seharusnya benar-benar memahami akan segala sesuatu yang memang harus dilakukan dalam menyambut kelahiran anak ini. orang tua harus tahu hal apa saja yang harus dilakukan, dan tak boleh dilakukan. Semuanya adalah untuk kebaikan bayi itu sendiri. Jangan sampai yang dilakukan justru akan memberikan dampak buruk kepada bayi itu sendiri.

