logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Ibadah Haji

Tenang dengan Persiapan Spiritual Kehamilan


Ilustrasi persiapan spiritual kehamilan

Anak memang sesuatu yang paling kita harapkan ketika sepasang mempelai merangkai kesucian pernikahan, Tiada kebahagian yang paling sempurna, tanpa kehadiran seorang anak ditengah-tengah keluarga. Hal ini diibaratkan rosullallah “Sesungguhnya setiap pohon memilik buah dan buahnya hati adalah anak…”(HR al-Bazar).

“Kepunyaan allahlah kerajaan langit dan bumu. Dia menciptakan apa yang dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan dan lelaki pada siapa yang dia kehendaki. Dan dia menjadikan mandul pada siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa (Surah As-Syura:49-50)

Islam merupakan agama yang  komprehensif mengatur setiap aspek kehidupan manusia. Tidak hanya yang berkaitan dengan ibadah magdah, tetapi seluruh detail aktivitas yang dijalani manusia.

Salah satu yang diatur adalah kehamilan. Persiapan spiritual kehamilan merupakan salah satu kunci dihasilkannya generasi rabbani yang berkualitas tinggi.

Kehamilan adalah salah satu anugerah yang Allah SWT berikan kepada hambanya. Akan tetapi, pada saat menghadapinya banyak wanita yang terlupa darimana ia mendapatkan anugerah tersebut. Aspek fisik selalu menjadi perhatian utama, tetapi aspek ruh dikesampingkan. Sehingga, rasa cemas, khawatir dan stress sering menyerang ibu hamil. Hal tersebut tentu saja, mengganggu keadaan janin secara langsung.

Persiapan spiritual kehamilan dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu menjelang kehamilan, saat kehamilan dan menjelang menyudahi kehamilan atau melahirkan. Pengayaan aspek-aspek spiritual dapat membantu sang ibu menjalani setiap masa dengan tenang, bahagia, dan ikhlas.

Menjelang Kehamilan

Sebelum terjadinya kehamilan, Islam mengatur dengan baik proses yang mendukung terjadinya kehamilan. Ketika akan dilakukan jima’ atau hubungan suami istri, Islam mengatur dalam adab berjima’ untuk menghindari gangguan syaitan yang dapat mempengaruhi janin yang akan dihasilkan dari proses tersebut.

Adab tersebut antara lain :
•    Melakukan shalat sunnah dua rakaat terlebih dahulu
•    Membaca doa khusus untuk berjima’
•    Menutup tubuh dengan selimut
•    Tidak melakukan jima’ di tempat-tempat yang dilarang, seperti kamar mandi
•    Melakukan foreplay
•    Menyudahi jima’ dengan hamdallah dan
•    Bersegera untuk mandi junub atau paling tidak berwudhu


Kondisi kejiwaan bisa sangat mempengaruhi kandungan, oleh karena itu orang tua harus mempersiapkan diri secara mental dan spiritual untuk menghadapi proses ini. Selama sembilan bulan masa kehamilan, biasanya terjadi perubahan-perubahan psikologis tidak hanya pada ibu tetapi juga pada ayah calon bayi. Selama sembilan bulan, emosi kita dapat terperas olehnya.

Usahakan untuk mengkondisikan pikiran dan batin kedua orang tua agar jauh dari pikiran-pikiran negatif. Selalu ingatlah bahwa segalanya dikendalikan oleh pikiran anda. Terimalah kenyataan yang ada, yang terbaik adalah selalu bersyukur dan memasrahkan segalanya pada Allah.

Selain itu, selalu komunikasin segala sesuatunya, berusahalah untuk selalu terbuka dan membicarakan perasaan masing-masing sehingga dapat mencari solusi sehingga kesulitan-kesulitan yang timbul dapat teratasi.

Saat Kehamilan

Proses kehamilan adalah sebuah proses menakjubkan dan penuh dengan kebahagiaan sekaligus perjuangan. Dimulai dari hormon yang tidak stabil sehingga membuat ibu hamil kadang suka mual, tidak nafsu makan, pusing, tidak stabil emosinya, dan dampak lainnya yang tidak biasanya dialami oleh sang ibu sebelum kehamilan.

Namun demikian, dukungan orang-orang sekitar sangat  membantu dalam melewati berbagai kendala yang mungkin dialami sang ibu agar tetap nyaman dengan kondisi hormon yang tidak stabil tersebut. Sehingga segala macam hal baik yang harus dilakukan sang ibu ( makan makanan bergizi, mengajak mengobrol calon bayi di dalam kandungan, dan membacakan Qur’an untuknya) bisa dilakukan dengan maksimal.

Lengkapi diri anda dengan berbagai informasi dan sumber mengenai kehamilan, termasuk mencari tahu dari pengalaman-pengalaman teman atau orang dekat yang sudah mengalami kehamilan.

Sebagai muslim yang akan dikaruniai anak, sebaiknya memperbanyak doa pada permohonan kepada Allah SWT. Ada doa yang bisa sering dipanjatkan (niat karena Allah).  

Doa dari nabi Zakaria yang tercantum dalam Quran surat Al-Imron:38, yang artinya : ’ Ya allah, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa'. Salah satu lafadz yang lain seperti yang tertera dalam surat AL-Furqan ayat 74:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Dukungan suami kepada isteri sangat dibutuhkan. Usahakan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada isteri, sehingga mentalnya cukup kuat dalam menghadapi proses kehamilan. Membantu isteri dalam menyiapkan kebutuhan bayi, dan memperhatikan secara detil kebutuhan sang isteri ketika hamil akan menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa aman pada diri sang isteri.

Saat kehamilan merupakan masa-masa penting dimasukkannya aspek spiritual pada ibu dan janin yang dikandung.  Berdasarkan penelitian, jika janin sedini mungkin dikenalkan dengan aspek spiritual, maka setelah lahir akan menjadi bayi yang juga mudah menyerap aspek spiritual.

Beberapa hal yang dapat dilakukan selama kehamilan adalah :
•    Tidak meninggalkan ibadah shalat wajib
•    Rajin membaca Al-Quran
•    Rajin membaca doa dan dzikir untuk kehamilan
•    Rajin memperdengarkan tilawah Al-Quran
•    Rajin melakukan amalan baik
•    Rajin melakukan ibadah sunnah
•    Melakukan syukuran saat janin berusia 4 bulan, yaitu pada masa ruh mulai ditiupkan
•    Ikut serta dalam program pendidikan bayi/janin di dalam kandungan. Ada metode untuk menghapal Al-Quran sejak dalam kandungan yang dapat dilakukan secara mandiri.
•    Senantiasa berpikir positif dan berpasrah pada Allah untuk menjaga kehamilan.
•    Dapat mengucapkan doa khusus yang berisi harapan-harapan terhadap calon bayi.

Menjelang Kelahiran

Setelah memasuki usia kandungan kira-kira 36 minggu atau masuk bulan ke-9, para calon ibu mulai semakin gembira karena penantian mereka akan buah hati yang ditunggu-tunggu akan segera berakhir. Namun tak jarang banyak juga yang justru semakin khawatir karena akan menjalani proses kelahiran, terutama untuk para ibu yang baru mengalami kehamilan pertama.

Semuanya wajar, hadapi saja dengan tenang dan banyak berdzikir sehingga hati dan pikiran akan semakin tenang dan otomatis tidak akan mempengaruhi janin yang berada di dalam kandungan.

Kecemasan yang dirasakan oleh sang ibu akan berdampak pada kontraksi kandungan (uterus) akan terasa kasar oleh bayi sehingga menyebabkan bayi tidak nyaman, mengganggu pertumbuhan bayi, dan hal itu akan membuat bayi ikut merasakan kecemasan yang ibu rasakan.

Saat akan menyudahi kehamilan atau menjelang kelahiran merupakan masa-masa kritis jihad seorang Ibu. Rasa sakit yang tidak tertahan seringkali menyebabkan sang ibu berperilaku kurang Islami, seperti memaki suami, berteriak histeris, bahkan menyakiti orang yang ada di dekatnya.

Aspek spiritual yang dapat dilakukan adalah :
•    Menanamkan pemahaman betapa sangat bernilai tinggi proses melahirkan bagi seorang ibu. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa ibu yang melahirkan mempunyai pahala seperti orang yang berjihad, yang berpuasa Ramadhan dan melakukan shalat tahajud di malam harinya. Ketika seorang ibu merasakan sakit menjelang melahirkan, pahala yang dijanjikan Allah sangat tak terhingga.
•    Membaca Surah Maryam untuk mempermudah proses kelahiran.
•    Meminta maaf kepada orang tua, terutama ibu, jika pernah melakukan kesalahan.
•    Membaca doa saat puncak kesakitan.

Allah menjanjikan untuk akan semakin dekat dengan hamba-Nya, bila sang hamba mau mendekat kepada-Nya. Pengisian aspek spiritual kehamilan akan mendekatkan ibu dan calon kepada pencipta-Nya.

Tetap jalani kehamilan dengan tenang, tanpa tekanan, kekhawatiran yang berlebihan, atau bahkan sampai stress. Pasrahkan segalanya hanya pada Sang Mahatahu, kepada Rabb Semesta Alam. Insyaallah persalinan berjalan lancar dan membahagiakan. Selamat menempuh satu lagi fase dalam kehidupan.

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (An Nahl : 78)


Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Doa Haji, Berangkat dan Kembali
  • Agar Tersesat Tak Menjadi Tema Cerita Haji Anda
  • Haji - Ibadah Ritual Nan Penuh Arti
  • Ongkos Naik Haji 2010
  • Perjalanan ke Tanah Suci dari Tabungan Haji
  • Manfaat Mengikuti Kelompok Bimbingan Ibadah Haji
  • Hajar Aswad - Batu dari Surga
  • Biaya Haji 2010 : Dari Komponen Hingga Layanan
  • Informasi Haji: Informasi Seputar Perjalanan Ibadah Haji
  • Manfaat dan Cara Memilih Tempat Bimbingan Manasik Haji
  • Tenaga Kesehatan Haji Indonesia, Ujung Tombak
  • Menyiasati Besarnya Biaya Haji
  • Doa Manasik Haji
  • Mengenal Tata Cara Ibadah Haji
  • Peran Transportasi di Balik Ibadah Haji
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA