Pertanian Hidroponik

Metode bercocok tanam tanpa tanah disebut hidroponik. Bukan hanya dengan air sebagai media pertumbuhannya. Hidro berarti air, tetapi juga dapat menggunakan media tanam selain tanah seperti kerikil, pasir, sabut kelapa, zat silikat, pecahan batu karang atau batu bata, potongan kayu, dan busa.
Mungkin orang tidak percaya, sebagian besar tomat malah tidak tumbuh di atas tanah melainkan di air. Mengapa hidroponik berhasil dilakukan? Sebab, menurut Nicholls (1986), semua ini dimungkinkan dengan adanya hubungan yang baik antara tanaman dengan tempat pertumbuhannya.
Elemen dasar yang dibutuhkan tanaman sebenarnya bukanlah tanah, tetapi cadangan makanan serta air yang terkandung dalam tanah yang terserap akar dan juga dukungan yang diberikan tanah dan pertumbuhan. Akar tanaman yang tumbuh di atas tanah menyerap air dan zat-zat vital dari dalam tanah, yang berarti tanpa tanah pun, suatu tanaman dapat tumbuh asalkan diberikan cukup air dan garam-garam zat makanan.






