Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia
Ilustrasi perubahan makna kata
Bahasa itu dinamis. Sebuah bahasa bias tumbuh berkembang, berubah, mengglobal, atau sebaliknya, bahasa yang tenggelam dan mati dibawa oleh para penuturnya. Dinamika bahasa tersebut terjadi pula dalam ranah makna. Karena berbagai faktor makna kata dapat berubah atau bergeser dari makna sebelumnya.
Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Makna Kata
Ada dua faktor yang menyebabkan perubahan makna, yaitu faktor linguistis dan nonlinguistis. Faktor lingusitis berarti faktor dari dalam bahasa itu sendiri, sedangkan faktor nonlinguistis berarti faktor yang berasal dari luar bahasa tersebut.
Tergolong ke dalam faktor linguistis adalah:
- proses pengimbuhan (afiksasi),
- proses pengulangan (reduplikasi), dan
- proses penggabungan (komposisi).
Di sisi lain, termasuk ke dalam faktor nonlinguistis adalah:
- perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
- perkembangan sosial dan budaya;
- perbedaan bidang pemakaian;
- adanya asosiasi;
- pertukaran tanggapan indra; dan
- perbedaan tanggapan.
Jenis-Jenis Perubahan Makna
Generalisasi atau perluasan
Perluasan makna kata adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna, tetapi kemudian karena berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain. Contoh kata yang mengalami perluasan makna adalah kata-kata istilah kekerabatan seperti ‘kakak’, ‘bapak’, ‘ibu’, dan sebagainya.
Kata kakak yang sebenarnya bermakna ‘saudara sekandung yang lebih tua’, meluas maknanya menjadi siapa saja yang pantas dianggap saudara yang lebih tua. Demikian juga kata ‘bapak’ dan ‘ibu’.
Spesialisasi atau penyempitan
Kebalikan dari generalisasi, yaitu cakupan makna masa kini yang lebih sempit daripada masa lalu. Contohnya, kata sarjana dulunya mengacu pada orang-orang cerdik pandai dan berilmu tinggi. Sedangkan saat ini maknanya menyempit khusus menjadi lulusan jenjang pendidikan S1 pada bidang ilmu tertentu saja.
Perubahan Total
Perubahan total berarti berubahnya makna kata sehingga sama sekali berbeda atau jauh dengan makna asalnya. Misal kata ‘pena’ pada mulanya berarti ‘bulu’ dalam bahasa Sanskerta kini maknanya sudah berubah total menjadi ‘alat tulis yang menggunakan tinta’.
Ameliorasi
Ameliorasi adalah suatu perubahan makna baru yang dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilainya dari arti yang lama. Contoh kata ‘tunarungu’ dirasakan lebih halus dan sopan daripada kata ‘tuli’.
Peyorasi
Kebalikan dari ameliorasi. Peyorasi berarti perubahan makna yang membuat makna kata baru dirasakan lebih rendah nilainya dari arti yang lama. Contoh, pelacur lebih kasar daripada tunasusila.
Sinestesia
Sinestesia adalah perubahan makna yang terjadi sebagai akibat pertukaran tanggapan dua indra yang berbeda.
Contoh : Suara penyanyi baru itu sedap didengar.
Kata sedap lazimnya dirasakan dengan indera pencecap/perasa, yaitu lidah, tetapi pada kalimat di atas, kata sedap dikaitkan dengan indera pendengar, telinga.
Asosiasi
Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi sebagai akibat persamaan sifat. Misalnya kata ‘amplop’ berarti ‘secarik kertas untuk menyimpan surat’. Berdasarkan sifat ini, kata amplop dipakai untuk menyatakan makna suap, uang sogokan atau uang pelicin.

