logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Bahasa    Artikel Umum Bahasa    Perubahan Makna

Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kata-kata dalam bahasa Indonesia terus mengalami perubahan makna atau pergeseran makna sesuai perkembangan zaman dan penguna bahasa. Perubahan atau pemekaran kosa kata bahasa Indonesia diperlukan untuk pelambangan konsep dan gagasan kehidupan modern.

Ada beberapa hal yang berkaitan dengan usaha pemekaran kata dalam bahasa Indonesia.

  1. Pemekaran dilakukan dengan cara memilih kata dalam bahasa itu dan memberinya makna baru lewat proses perluasan atau penyempitan makna.
  2. Pemekaran bahasa dapat dilakukan dengan menghidupkan kembali unsur leksikal lama yang diaktifkan lagi dengan makna yang sama maupun dengan makna baru melalui proses perluasan dan penyempitan makna.
  3. Proses pemajemukan yang mengambil unsurnya dari leksikon yang ada. Misalnya, angkatan bersenjata, daya angkut.
  4. Penciptaan bentuk baru lewat proses penamaan baru atau lewat proses pengakroniman. Misalnya, niraksara, berdikari, sinambung.

Adapun perubahan makna kata dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, yakni sebagai berikut.

1. Generalisasi (Meluas)

Generalisasi adalah suatu proses perubahan makna kata dari yang lebih khusus ke yang lebih umum.

Contoh:

bapak → 'ayah kandung' (makna dulu)

bapak → 'semua orang (laki-laki) yang berkedudukan lebih tinggi' (makna kini)

2. Spesialisasi (Menyempit)

Selain pergeseran makna yang meluas, ada juga kata yang mengalami pergeseran makna menyempit. Proses penyempitan makna disebut spesialisasi, yaitu penyempitan yang mengacu pada suatu perubahan yang mengakibatkan makna kata menjadi lebih khusus.

Contoh:

sarjana → 'cendikiawan' (makna dulu)

sarjana → 'gelar universitas, lulusan perguruan tinggi' (makna kini)

3. Ameliorasi

Perubahan ameliorasi mengacu pada peningkatan makna kata. Makna baru hasil perubahan itu dianggap lebih baik atau lebih tinggi nilainya daripada makna sebelumnya.

Contoh:

istri → lebih baik maknanya daripada 'bini'

melahirkan → lebih baik maknanya daripada 'beranak'

tunarungu → lebih baik maknanya daripada 'tuli'

4. Peyorasi

Peyorasi adalah suatu proses perubahan makna kata menjadi lebih jelek atau lebih rendah daripada makna semula.

Contoh:

mampus → dirasakan lebih kasar daripada 'meninggal'

penjara → dirasakan lebih kasar daripada 'lembaga permasyarakatan'

gelandangan → dirasakan lebih kasar daripada 'tunawisma'

5. Asosiasi

Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat.

Contoh:

Kursi itu menjadi rebutan para anggota dewan.

(Kata kursi berasosiasi dengan jabatan, kedudukan, atau posisi)

6. Sinestesia

Perubahan sinestesia adalah proses perubahan makna yang terjadi sebagai akibat pertukaran tanggapan antara dua indera yang berbeda.

Contoh:

  1. Wajah gadis Bali itu manis sekali.
  2. Kata-katanya begitu pedas menusuk telinga.

Manis dan pedas biasanya dirasakan indra pengecap.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Menjalankan Peribahasa Jawa “Becik Ketitik Ala Ketara”
  • Pengertian Makna Denotatif dalam Bahasa
  • Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia
  • Tips Belajar Bahasa Asing
  • Mengulas Kata, Mengejar Makna
  • Bahasa Sebagai Anugerah Allah
  • Rahasia di Balik Makna Kata
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA