Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia

Kata-kata dalam bahasa Indonesia terus mengalami perubahan makna atau pergeseran makna sesuai perkembangan zaman dan penguna bahasa. Perubahan atau pemekaran kosa kata bahasa Indonesia diperlukan untuk pelambangan konsep dan gagasan kehidupan modern.
Ada beberapa hal yang berkaitan dengan usaha pemekaran kata dalam bahasa Indonesia.
- Pemekaran dilakukan dengan cara memilih kata dalam bahasa itu dan memberinya makna baru lewat proses perluasan atau penyempitan makna.
- Pemekaran bahasa dapat dilakukan dengan menghidupkan kembali unsur leksikal lama yang diaktifkan lagi dengan makna yang sama maupun dengan makna baru melalui proses perluasan dan penyempitan makna.
- Proses pemajemukan yang mengambil unsurnya dari leksikon yang ada. Misalnya, angkatan bersenjata, daya angkut.
- Penciptaan bentuk baru lewat proses penamaan baru atau lewat proses pengakroniman. Misalnya, niraksara, berdikari, sinambung.
Adapun perubahan makna kata dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, yakni sebagai berikut.
1. Generalisasi (Meluas)
Generalisasi adalah suatu proses perubahan makna kata dari yang lebih khusus ke yang lebih umum.
Contoh:
bapak → 'ayah kandung' (makna dulu)
bapak → 'semua orang (laki-laki) yang berkedudukan lebih tinggi' (makna kini)
2. Spesialisasi (Menyempit)
Selain pergeseran makna yang meluas, ada juga kata yang mengalami pergeseran makna menyempit. Proses penyempitan makna disebut spesialisasi, yaitu penyempitan yang mengacu pada suatu perubahan yang mengakibatkan makna kata menjadi lebih khusus.
Contoh:
sarjana → 'cendikiawan' (makna dulu)
sarjana → 'gelar universitas, lulusan perguruan tinggi' (makna kini)
3. Ameliorasi
Perubahan ameliorasi mengacu pada peningkatan makna kata. Makna baru hasil perubahan itu dianggap lebih baik atau lebih tinggi nilainya daripada makna sebelumnya.
Contoh:
istri → lebih baik maknanya daripada 'bini'
melahirkan → lebih baik maknanya daripada 'beranak'
tunarungu → lebih baik maknanya daripada 'tuli'
4. Peyorasi
Peyorasi adalah suatu proses perubahan makna kata menjadi lebih jelek atau lebih rendah daripada makna semula.
Contoh:
mampus → dirasakan lebih kasar daripada 'meninggal'
penjara → dirasakan lebih kasar daripada 'lembaga permasyarakatan'
gelandangan → dirasakan lebih kasar daripada 'tunawisma'
5. Asosiasi
Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat.
Contoh:
Kursi itu menjadi rebutan para anggota dewan.
(Kata kursi berasosiasi dengan jabatan, kedudukan, atau posisi)
6. Sinestesia
Perubahan sinestesia adalah proses perubahan makna yang terjadi sebagai akibat pertukaran tanggapan antara dua indera yang berbeda.
Contoh:
Manis dan pedas biasanya dirasakan indra pengecap.






