Sekilas Perusahaan Gas Negara
Perusahaan Gas Negara (Persero) semula adalah perusahaan gas swasta milik perusahaan Belanda yang benama I.J.N. Eindhoven & Co. Cikal bakal PGN ini didirikan pada tahun 1859 yang memberikan kontribusi besar dalam mengenalkan penggunaan gas di kota-kota besar di Indonesia waktu itu.
Setelah Indonesia merdeka, perusahaan ini dinasionalisasi tahun 1958 dan diubah namanya menjadi Perusahaan Negara Gas (PN Gas). Pada 13 Mei 1965 nama perusahaan ini diubah lagi menjadi Perusahaan Gas Negara (PGN). Tanggal 13 Mei ini kemudian dijadikan sebagai tanggal kelahiran Perusahaan Gas Negara yang diperingati setiap tahun.
Pada tahun 1974, perusahaan ini mulai mendistribusikan gas alam untuk menggantikan minyak yang tidak ekonomis dan gas buatan dari batu bara. Pada waktu itu konsumennya masih terbatas pada sektor industri dan komersial dengan sedikit melayani kebutuhan rumah tangga. Pada mulanya distribusi gas alam ini dilakukan di Cirebon, kemudian berturut-turut melayani wilayah Jakarta, Bogor, Medan, Surabaya dan Palembang.
Melihat adanya peningkatan kinerja yang bagus maka pada 1984 status Perusahan Gas Negara berubah menjadi Perum. Lalu pada 1994 statusnya dinaikkan lagi menjadi Persero. Peningkatan status ini juga membawa konsekuensi pada penambahan ruang lingkup kerja yang lebih luas pula.
Selain bertanggung jawab dalam bidang distribusi gas bumi, kini perusahaan ini juga merambahi bidang yang lebih hulu, yaitu di bidang transmisi. Di bidang ini PGN berfungsi sebagai transporter. Selanjutnya perusahaan ini menjadi perusahaan terbuka (tbk). Babak baru ini ditandai dengan dicatatnya saham PT. Perusahaan Gas Negara (tbk) di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 15 Desember 2003.
Lingkup Kerja Perusahaan Gas Negara
Seperti yang telah disebutkan di atas, Perusahaan Gas Negara memiliki tanggung jawab dalam distribusi dan transmisi gas alam di Indonesia. Jalur pipa distribusi gas sepanjang lebih dari 3.750 km diopersikan untuk keperluan distribusi.
Dari pipa distribusi inilah, gas-gas disuplai ke sektor industri, pembangkit listrik, dan usaha komersial termasuk rumah sakit, hotel dan restoran, serta rumah tangga di wilayah-wilayah Indonesia yang paling padat penduduknya.
Sementara jalur pipa transmisi gas bumi perusahaan ini merupakan jaringan pipa yang bertekanan tinggi sepanjang 2.160 km. Gas bumi dari sumber gas bumi dikirimkan ke stasiun penerima pembeli mellui pipa transmisi ini. Untuk jasa transmisi ini, Perusahaan Gas Negara menerima Toll Fee selama 10-20 tahun, sesuai dengan Perjanjian Transportasi Gas yang berlaku.
Perusahaan Gas Negara saat ini telah memiliki 2 jaringan utama pipa transmisi yaitu jalur Grissik (Sumatera Selatan) – Duri (Riau), dengan pipa berdiameter 28 inci sepanjang 536 km. Jaringan transmisi yang mulai beroperasi sejak 1998 ini dimaksudkan untuk menyalurkan gas dari ConocoPhillips ke Chevron Pacific Indonesia dengan kapasitas 430 MMSCFD.
Jaringan utama berikutnya adalah jalur Grissik – Batam – Sakra (Singapura), dengan menggunakan pipa berdiameter 28 inci sepanjang 470 km. Jalur transmisi ini dimaksudkan untuk menyalurkan gas ke Singapura dan telah mulai beroperasi sejak tahun 2003.
Selain itu, pada saat ini PGN juga sedang menyelesaikan jalur-jalur pipa baru. Jalur sepanjang 521 km yang berkapasitas 250 MMSCFD ini meliputi daerah Duri-Dumai-Medan. Ada juga jalur South Sumatera West Java (SSWJ) fase I dan II. Jalur dengan panjang total 1100 km ini mulai dari Grissik dan Pagardewa (Sumatera Selatan) ke Banten. Rencananya jalur pipa ini akan membawa 230 MMSCFD dari ConocoPhillips di Grissik dan 250 MMSCFD gas dari sumber Pertamina di Pagardewa.
Area bisnis Perusahaan Gas Negara dibagi menjadi empat Unit Bisnis Strategis yang didasarkan pada aspek geografis. Hal ini dilakukan untuk mengawasi dan memastikan kegiatan distribusi dan operasional transmisi agar bisa berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Keempat Unit Bisnis Strategis tesebut adalah :
- SBU Distribusi Wilayah I, meliputi Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Jakarta.
- SBU Distribusi Wilayah II, meliputi Jawa Timur.
- SBU Distribusi Wilayah III, meliputi Sumatera Utara, Riau (Pekanbaru) dan Kepulauan Riau (Batam).
- SBU Transmisi, meliputi jaringan transmisi di Sumatera Selatan dan Jawa.
Selain itu, Perusahaan Gas Negara juga membuat anak perusahaan dengan nama PT Transportasi Gas Indonesia. Bisnis transmisi gas bumi untuk jaringan Grissik-Duri dan Grissik-Singapura dikelola oleh anak perusahaan ini. Berikut ini perusahaan afliasi dan anak perusahaan dari PGN, di antaranya :
- PT Transportasi Gas Indonesia untuk transmisi gas bumi
- PT PGAS Telekomunikasi Nusantara (PGASCOM) untuk telekomunikasi
- PT PGAS Solution untuk konstruksi
- PT Nusantara Regas untuk terminal penyimpanan dan regasifikasi terapung
- PT Saka Energi Indonesia untuk kegiatan di bidang hulu
- PT Gagas Energi Indonesia untuk kegiatan di bidang hilir
- PT Gas Energi Jambi untuk perdagangan, konstruksi dan jasa
- PT Banten Gas Synergi untuk jasa, transportasi, perdagangan dan pertambangan
Perusahan Gas Negara Peduli Pendidikan
Sebagaimana halnya perusahaan-perusahaan yang lain, PGN juga memiliki rasa peduli terhadap pendidikan Indonesia. Berkait dengan hal itu, PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. memberikan dukungan terhadap program Indonesia Mengajar.
Indonesia Mengajar adalah suatu institusi yang mengirimkan tenaga-tenaga pengajar muda untuk turut mengajar di sekolah-sekolah terpencil di Indonesia. Adanya program ini berhasil mengatasi persoalan kelangkaan tenaga pengajar di daerah-daerah terpencil.
Komitmen PT. Perusahaan Gas Negara Tbk, ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan MoU atau nota kesepahaman antara PT. Perusahaan Gas Negara Tbk. dengan Indonesia Mengajar. Penandatanganan MoU ini telah dilakukan pada hari Rabu, 21 Desember 2011 di kantor pusat PGN. MoU tersebut selanjutnya ditandatangani oleh Hikmat Hardono, selaku Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar, dan Risa P. Tabrani selaku Direktur Keuangan PGN.
Dalam kesepakatan ini Perusahaan Gas menyatakan partisipasinya untuk memberikan dukungan terhadap pengerahan 25 orang tenaga pengajar muda. Pengajar muda ini ditempatkan di wilayah Sumatera Selatan, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Lampung), Kabupaten Lebak (Banten) dan Pulau Bawean, di Kabupaten Gresik (Jawa Timur).
Selain menjalin kerjasama dengan Indonesia Mengajar, PGN juga menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa. Salah satunya dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Dalam kerjasama ini PGN menyatakan akan berkomitmen untuk memberikan beasiswa bagi 75 orang mahasiswa UGM. Di sini, setiap mahasiswa akan menerima bantuan beasiswa sebesar Rp. 500.000,00 per bulan.
Pada tahun ajaran 2011/2012 ini, beasiswa tersebut telah tersalur secara baik. Komitmen ini akan ditingkatkan lagi pada tahun-tahun berikutnya. Mahasiswa UGM yang berkeinginan bisa mendapat beasiswa dari Perusahaan Gas Negara ini harus mengajukan permohonan dan memenuhi beberapa kriteria di bawah ini :
- Kriteria pemohon:
- Berasal dari keluarga kurang mampu
- Dari semua fakultas dengan jenjang studi S1
- IP Semester minimal 3,00 dan IPK minimal 3,00
- Fotokopi Gama Card
- KHS semester genap tahun 2010/2011 dan Transkrip Nilai terakhir
- Kartu Keluarga
- Mahasiswa angkatan tahun 2010/2011 terdaftar pada semester ganjil tahun 2011/2012
- Persyaratan yang harus dilampirkan adalah sebagai berikut :
- Formulir Permohonan Beasiswa
- Surat keterangan belum menerima (tidak sedang menerima) beasiswa lain diketahui Wakil Dekan yang membidangi Kemahasiswaan Fakultas
- Surat penghasilan orangtua atau surat keterangan kurang mampu dari instansi (pejabat) berwenang
- Rekening listrik bulan terakhir
Beasiswa dari PGN ini akan diberikan kepada mahasiswa hingga yang bersangkutan berada pada semester 8 (delapan) dan sepanjang masih memenuhi persyaratan. Perpanjangan beasiswa ini bisa dilakukan, dengan cara mengajukan permohonan perpanjangan pada setiap pergantian semester.
Surat permohonan ini harus dilampiri dengan fotokopi KHS dan Transkrip Nilai terbaru yang dilegalisasi oleh fakultas. Ini berarti, mahasiswa dapat menikmati beasiswa dari Perusahaan Gas Negara hingga dia lulus kuliah.






