Perusahaan Tekstil

Selain ekspor non-migas, tekstil adalah penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Persaingan produk tekstil semakin ketat membuat sejumlah perusahaan tekstil menerapkan strategi marketing terbuka.
Perusahaan tekstil sudah harus berpikir penggunaan teknologi digital. Perusahaan tekstil hendaknya meningkatkan sumber daya manusia yang siap latih dan menyiapkan infrastruktur promosi semisal melalui jaringan online dan kalau perlu menggunakan fasilitas e-commerce semisal B2B, B2C, e-marketplace, dan lain-lain.
Pendek kata, bila perusahaan tekstil hanya menunggu pesanan tanpa bergiat mencari customer dapat dipastikan perusahaan tidak akan tumbuh dan bisa-bisa gulung tikar. Terkadang, harga murah ternyata tidak cukup bersaing karena ternyata Cina dan India bisa lebih murah.
Perusahaan tekstil bisa memperluas pasarnya sampai di luar Indonesia. Ingat seperti yang dikatakan dalam motto "Better Textile Understanding." Tidak ada yang terbaik, yang ada adalah yang lebih baik. Terbaik saat ini, mungkin tidak akan menjadi yang terbaik lagi jika tidak melakukan pembelajaran dan perubahan secara berkesinambungan.






