Pesawat Sriwijaya Air
Ilustrasi pesawat sriwijaya air
Sejarah
Sriwijaya Air adalah salah satu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia. Didirikan pada 10 November 2003 dan merupakan maskapai yang berasal dari Indonesia. Pada awal pengoperasiannya, pesawat Sriwijaya Air hanya terdiri dari satu armada, yaitu Boeing 737-200 dengan rute Jakarta menuju Palembang, Pangkalpinang, Jambi dan Pontianak. Kini, armada pesawat bertambah menjadi total 24 pesawat dengan 33 kota tujuan di Indonesia.
“Your Flying Partner”
Dalam rangka memberikan kepuasan dalam hal pelayanan kepada penumpang, Sriwijaya Air selalu berusaha memberikan dan meningkatkan layanan terbaik. Mereka memiliki tenaga ahli layak terbang yang selalu siap mengantarkan penumpang tiba dengan selamat di tempat tujuan. Maka tidak heran, slogan “your flying partner” akan selalu tepat untuk Sriwijaya Air.
Pemeriksaan, perawatan, dan pemeliharaan armada selalu dilakukan demi kesiapan armada untuk terbang ke mana pun agar penumpang mendapatkan keamanan dan kenyamanan optimal selama terbang dengan Sriwijaya Air. Sriwijaya Air memiliki hanggar khusus dan peralatan yang canggih agar armada selalu dalam keadaan siap terbang.
Sriwijaya Air pandai memanfaatkan kecanggihan teknologi internet. Tersedia pemesanan tiket online internet secara real time dan 24 jam. Dilengkapi pula dengan pembayaran online. Jadi, kapan pun ingin memesan tiket, Sriwijaya Air akan selalu siap melayani Anda.
Selain itu, terdapat pula Sriwijaya Travel Insurance, yaitu tanggungan yang terjadi jika terdapat pembatalan perjalanan, keterlambatan penerbangan, dan bagasi, bagasi hilang atau rusak. Untuk Anda yang gemar membawa cinderamata untuk kerabat atau sekadar belanja pernak-pernik, terdapat katalog belanja yang tersedia di tiap-tiap kantung kursi pesawat.
Sepak Terjang
Maskapai yang selalu menjaga perfoma manajemennya ini, memiliki kantor pusat yang beralamat di Jl. Gunung Sahari Raya No. 13 Blok B8-10, Jakarta Pusat. Juga ada kantor operasional yang berada di Jl. Pangeran Jayakarta No. 68 Blok C15-16, Jakarta Pusat.
Pada 27 Agustus 2008, terdengar kabar menyedihkan yang menimpa Sriwijaya Air. Pesawat Boeing 737-200 tergelincir saat mendarat di Bandara Sultan Thaha, Jambi. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Namun, terdapat 13 penumpang terluka.
Sriwijaya Air termasuk salah satu armada yang sering mendapatkan penghargaan. Karena pengabdiannya akan keselamatan penerbangan, Sriwijaya Air termasuk salah satu dari 12 maskapai penerbangan sebagai pemegang Air Operator Certificate (AOC).
Penghargaan safety juga diberikan karena pesawat-pesawatnya dianggap selalu dalam keadaan aman untuk melakukan penerbangan. Pertamina, sebagai mitra bisnis, memberikan penghargaan karena Sriwijaya Air selalu tepat dalam pembayaran pembelian avtur.

