logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Fikih    Pesona Jilbab

Di Balik Pesona Jilbab Gaul

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Dahulu, pada era di bawah 1990-an, pesona jilbab tidak banyak ditemukan pada kaum muslimah. Masyarakat yang belum memiliki kesadaran tentang kewajiban menutup aurat juga masih memandang aneh wanita berjilbab.

Waktu itu, menutup aurat bagi kebanyakan muslimah hanya menjadi bagian dari ritual ibadah shalat. Padahal, Al Quran jelas-jelas mewajibkan wanita menutup aurat ketika di sekelilingnya terdapat non-mahram. Yang termasuk aurat wanita menurut Al Quran dan Al Hadis adalah seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

Kesadaran berjilbab mulai marak di era 1990-an, ketika perjuangan para aktivis dakwah untuk melegalkan penggunaan jilbab mulai berbuah hasil. Bertumbanganlah larangan penggunaan jilbab di instansi-instansi pemerintahan maupun swasta.

Perlahan namun pasti, pesona jilbab muslimah tak lagi hanya didapati di masjid atau musholla sebagai pusat kegiatan ibadah ritual. Pemandangan wanita berjilbab mulai merambah ranah publik seperti sekolah, kampus, pasar, jalan raya, mal, dan pusat-pusat keramaian lain.

Kini, jilbab tak lagi menjadi pakaian khas para ustadzah atau aktivis dakwah. Jilbab menjadi pakaian yang umum dikenakan wanita muslimah. Pesona jilbab pun telah menyihir kaum lelaki. Banyak lelaki muslim masa kini yang mensyaratkan jilbab sebagai bagian dari kriteria wanita idamannya.

Fenomena Jilbab Gaul

Seiring dengan semakin maraknya penggunaan jilbab di kalangan wanita muslimah, mulai terjadi pergeseran makna jilbab itu sendiri. Para muslimah yang latah berjilbab tanpa mengetahui hukum jilbab dan aturan-aturan syariahnya, menjadi trendsetter penggunaan jilbab yang lebih mengarah pada tujuan mode. Inilah yang kita kenal dengan fenomena jilbab gaul.

Jilbab gaul dicirikan dengan pakaian ketat, transparan, dan membentuk lekuk tubuh. Kerudung yang digunakan tidak menutupi dada dan ujungnya diikat ke belakang. Pengguna jilbab gaul biasanya juga melengkapi penampilannya dengan dandanan menor, wewangian, serta aksesoris yang mencolok.

Hukum Jilbab Gaul

Di balik pesona jilbab gaul yang menjadi tren di mana-mana, sesungguhnya gaya berpakaian seperti ini sangat tidak memenuhi ketentuan jilbab seperti yang tercantum dalam Al Quran Surat An-Nur: 31.

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan wanita menutupkan kain kudung ke dada. Artinya, di samping kepala dan rambut, dada juga termasuk aurat yang harus ditutupi. Tidaklah disebut jilbab jika kerudung ditutupkan pada kepala saja dan ujungnya disampirkan ke belakang. Ujung kerudung harus dibiarkan jatuh menutupi dada.

Wanita berjilbab gaul dengan pakaian tipis, transparan, dan memperlihatkan lekuk tubuh juga sangat pas dengan perumpamaan Rasulullah dalam sebuah hadis shahih. Mereka adalah wanita yang berpakaian namun telanjang dan gemar berlenggak-lenggok. Wanita semacam ini menurut Rasulullah tidak akan masuk surga, bahkan mencium baunya pun tidak.

Di samping itu, dalam Al Quran Surat Al Ahzab: 33, Allah melarang wanita untuk bertabaruj. Tabaruj adalah menggunakan aksesoris, dandanan, serta wewangian secara berlebihan sehingga mengundang syahwat lelaki. Perilaku tabaruj ini biasanya tak dapat dilepaskan dari pengguna jilbab gaul.

Citra jilbab gaul menjadi bertambah buruk jika akhlak penggunanya masih jauh dari nilai-nilai Islami. Misalnya, masih suka berduaan dengan lawan jenis non-mahram serta menerapkan gaya pergaulan yang menyimpang dari syariat Islam.

Reformasi Jilbab Gaul

Walaupun banyak yang memandang negatif fenomena jilbab gaul, tidak ada salahnya kita tetap berprasangka baik pada wanita yang masih mengenakan jilbab gaul.
 
Muslimah pengguna jilbab gaul setidaknya telah memiliki kesadaran ke arah kehidupan yang lebih Islami. Bagaimanapun juga, tidak mudah meninggalkan kehidupan jahiliyah secara total.

Berhijrah adalah sebuah proses. Berniat pun sebuah proses pula. Dari yang niatnya sekadar latah berjilbab untuk mengikuti mode, lambat-laun, jika Allah berkehendak memberi hidayah, niat dapat direformasi menjadi lebih sempurna sehingga dalam berpakaian akan semakin mendekati kriteria jilbab yang sempurna.

Maka, bagi yang telah berjilbab secara total, tidak ada salahnya memberikan kesempatan dan dukungan kepada saudarinya untuk terus berproses menuju jilbab syariah.

Jilbab yang sesuai syariah menutupi tubuh seorang wanita muslimah secara sempurna. Kemuliaannya terpancar dari cara berpakaian yang tidak ketat, tidak transparan, tidak menyerupai pakaian laki-laki, dan minus segala jenis aksesoris serta wewangian pengundang syahwat lelaki.

Penggunanya jilbab syariah pun mematuhi adab-adab pergaulan dalam Islam. Menghindari kontak berlebihan dengan lawan jenis, menundukkan pandangan, serta menjauhi lenggak-lenggok yang bertujuan mencari perhatian.

Mari kita nantikan para “reformis” jilbab gaul yang terus berproses menyempurnakan cara berpakaiannya menuju jilbab syariah. Insya Allah.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Akibat Perceraian yang Sering Terabaikan
  • Alasan Diperbolehkannya Cerai Menurut Islam
  • Hukum Cerai dalam Islam
  • Mengetahui Lebih Mendalam Tentang Fiqih Ibadah
  • Sebab-Sebab Jatuhnya Talak dan Proses Cerai
  • Menelusuri Jejak Fiqih Islam
  • Urgensi Fiqih Dakwah bagi Umat
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA